Fotografer ini Abadikan Momen Langka Astronot NASA Spacewalk
Suni Williams memecahkan rekor spacewalk terlama bagi astronaut wanita. Seorang astrofotografer amatir berhasil mengabadikan momen bersejarah ini dari Bumi.
Seorang astrofotografer amatir berhasil mengabadikan momen luar biasa saat astronot NASA, Suni Williams, melakukan spacewalk di luar International Space Station (ISS).
Williams, yang saat ini "terjebak" di ISS akibat gangguan pada pesawat ruang angkasa Starliner, melakukan aktivitas luar angkasa bersama rekannya, Butch Wilmore, untuk menjalankan misi ilmiah.
NASA mengungkapkan dalam sebuah unggahan Instagram bahwa Williams kini memegang rekor sebagai astronot wanita dengan waktu spacewalk terlama, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Peggy Whitson.
Williams kini telah menghabiskan 62 jam 6 menit berjalan di luar angkasa, menjadikannya astronot dengan waktu spacewalk terbanyak keempat dalam sejarah NASA.
Astrofotografer Abadikan Momen Bersejarah
Mengutip IFLScience, Senin (10/2), di tengah ketinggian sekitar 400 kilometer (250 mil) di bawah ISS, seorang ilmuwan dan astrofotografer amatir dari Universitas Oxford, Charline Giroud, berhasil menangkap gambar Williams saat melakukan spacewalk.
“Saya telah mengabadikan ISS dengan teleskop saya selama hampir empat tahun, dan mengambil foto astronaut saat spacewalk adalah impian saya," ujar Giroud.
Pada tanggal 30 Januari, ISS melintasi langit Inggris dua kali saat Williams dan Wilmore melakukan Extravehicular Activity (EVA). Namun, percobaan pertama gagal karena awan tebal menghalangi pandangan. Percobaan kedua berhasil, dengan langit yang tiba-tiba cerah tepat pada waktunya.
"Saya menyaksikan siaran langsung dari NASA TV dan melihat Suni Williams berada di lengan robot Canadarm-2, bergerak dari airlock menuju lokasi kerja lainnya. Dia terlihat jelas dan sempurna diterangi matahari," tambah Giroud.
Hasil tangkapan Giroud menunjukkan Williams sebagai titik kecil sekitar 8 piksel di ujung lengan robotik, sementara Wilmore tidak terlihat karena berada dalam bayangan.
Misi Ilmiah di Luar ISS
Selama spacewalk tersebut, Williams dan Wilmore melakukan berbagai tugas, termasuk mengumpulkan sampel mikroorganisme di permukaan ISS. Eksperimen ini bertujuan untuk memahami bagaimana mikroorganisme dapat bertahan dan berkembang di lingkungan luar angkasa yang ekstrem.
NASA menjelaskan bahwa penelitian ini akan membantu memahami potensi penyebaran mikroorganisme di lingkungan luar angkasa, terutama di Bulan dan Mars. Selain itu, studi tentang mikroorganisme ekstrem (ekstremofil) ini juga berpotensi memberikan manfaat bagi berbagai industri di Bumi, seperti farmasi dan pertanian.