Cetak 16 Ribu Talenta AI, Telkom Perkuat Ekosistem Digital Indonesia
Telkom mengembangkan bakat lokal melalui program AI Campus dan AI Connect.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berusaha untuk meruntuhkan dominasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang terpusat di Jakarta melalui inisiatif yang dinamakan AI Empower Indonesia.
Dengan komitmen untuk menyebarkan literasi AI, Telkom berencana untuk melatih ribuan talenta lokal dari berbagai daerah, mulai dari Medan hingga Papua.
Menurut Executive General Manager Digital Product Telkom Indonesia, Komang Budi Aryasa, salah satu tantangan terbesar di industri saat ini adalah tingginya biaya dan kesulitan dalam menemukan pakar AI.
Oleh karena itu, Telkom memfokuskan pengembangan talenta lokal melalui program "AI Campus" dan "AI Connect".
"Kami tidak ingin AI hanya dinikmati orang Jakarta. Kami membangun sembilan AI Center di berbagai kota seperti Jogja, Malang, Makassar, Medan, Bandung, hingga Denpasar dan Papua. Hasilnya, saat ini sudah ada lebih dari 16.000 talenta yang kami didik dan 5.000 sertifikasi global yang diterbitkan," jelas Komang dalam pemaparannya pada Senin (2/3/2026) di Jakarta.
Inisiatif "AI Campus" juga telah menjalin kerja sama dengan sepuluh universitas terkemuka di Indonesia. Kerja sama ini mencakup berbagai aspek, seperti penelitian bersama, program magang, serta komersialisasi produk AI yang dihasilkan dari riset kampus untuk dipasarkan di industri.
Komang menekankan bahwa kampus merupakan sumber utama produksi talenta yang perlu dihubungkan langsung dengan kebutuhan pasar.
"Setiap kampus punya tingkat kematangan yang berbeda. Ada yang sudah bisa membuat produk untuk kita jual bersama, ada yang masih tahap pengembangan modul. Semuanya kita rangkul agar terjadi transfer pengetahuan," tuturnya.
Percepat Pilar AI Connect
Telkom memperkenalkan pilar "AI Connect" sebagai pusat fisik di berbagai daerah. Gedung-gedung Telkom yang ada di daerah tersebut diubah menjadi AI Center, yang dapat dimanfaatkan oleh komunitas lokal untuk pelatihan, sertifikasi, dan acara kolaborasi.
Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem lokal yang mandiri, sehingga talenta di daerah dapat bersaing secara global tanpa harus pindah ke ibu kota.
Selain fokus pada pendidikan, Telkom juga berupaya mempermudah akses teknologi bagi para pengusaha lokal melalui platform "Epilogy". Platform ini menyediakan 22 API (Application Programming Interface) AI yang siap digunakan.
"Misalnya ada pemilik toko ritel di daerah ingin memasang kamera pintar yang bisa menghitung jumlah pengunjung secara otomatis, mereka tinggal gunakan API dari kami. Tidak perlu bangun sistem dari nol," ungkap Komang.
Dengan cara ini, Telkom berkomitmen untuk mendukung perkembangan teknologi di daerah dan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha lokal.
Ekonomi Baru yang Inklusif
Dengan menggunakan pendekatan pentahelix yang melibatkan berbagai pihak seperti akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan media, Telkom berharap bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
"Visi kami adalah menjadi enabler. Kami ingin birokrasi lebih efisien dan industri lokal semakin kompetitif melalui pemanfaatan AI yang merata," ungkapnya.
Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang saling mendukung dan berkolaborasi untuk memaksimalkan potensi AI dalam berbagai sektor.
Dengan demikian, semua pihak dapat merasakan manfaat dari perkembangan teknologi yang terus berlanjut.