Asteroid ini Bikin NASA Terkejut, Kenapa?
Misi Wahana Lucy adalah untuk meneliti asteroid Trojan Jupiter.
NASA telah menemukan fenomena mengejutkan berupa dua bulan yang menyatu di luar angkasa. Penemuan ini dilakukan oleh Wahana Lucy yang melintasi asteroid Dinkinesh pada tanggal 1 November 2023.
Menurut laporan dari Phys yang dikutip pada Kamis, (30/1), para ilmuwan memberi nama Selam pada sepasang bulan yang ditemukan tersebut.
Wahana Lucy, yang diluncurkan pada 16 Oktober 2021, merupakan pesawat ruang angkasa seukuran mobil yang ditugaskan untuk mempelajari asteroid Trojan Jupiter, dua kelompok batuan luar angkasa yang berposisi di depan dan belakang planet raksasa tersebut saat mengorbit matahari.
Pada bulan Januari 2023, para astronom memutuskan untuk menambahkan asteroid kecil Dinkinesh ke dalam rencana perjalanan Wahana Lucy sebagai tujuan pertama.
Ketika Lucy mendekati asteroid tersebut, para ilmuwan menemukan indikasi bahwa asteroid kecil itu memiliki bulan yang lebih kecil.
Saat Lucy berjarak 430 kilometer dari Dinkinesh dan mengambil ratusan foto berkualitas tinggi, para peneliti terkejut ketika mengetahui bahwa bulan yang dinamakan 'Selam' ternyata terdiri dari dua bulan kecil yang saling bersentuhan.
Fenomena ini dikenal sebagai biner kontak, yang keberadaannya sangat jarang ditemukan di tata surya. Hingga saat ini, bagaimana bulan ganda Dinkinesh terbentuk masih menjadi misteri.
Tim ilmuwan dari misi Lucy terus menganalisis gambar-gambar yang diambil untuk mendapatkan pemahaman lebih dalam mengenai Dinkinesh dan Selam, serta mencari penjelasan yang mungkin terkait dengan fenomena ini.
Hasil dari penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature pada bulan Mei 2024. Selam, kedua bulan tersebut, berputar secara bersamaan mengelilingi asteroid induknya, Dinkinesh, dengan periode sekitar 52,5 jam untuk satu siklus penuh.
Ini berarti bahwa Dinkinesh hanya dapat melihat satu sisi dari pasangan bulannya, mirip dengan bagaimana Bumi hanya melihat satu sisi dari bulan kita. Foto-foto dari misi Lucy juga menunjukkan bahwa Selam mengorbit Dinkinesh pada jarak sekitar 3,1 kilometer.
Berdasarkan data ini, para peneliti memperkirakan bahwa Selam memiliki berat antara 2 juta hingga 20 juta ton, sementara Dinkinesh memiliki berat 16 kali lebih besar.
Wahana Lucy adalah salah satu atraksi yang menarik perhatian pengunjung
Menurut informasi yang dirilis oleh NASA pada Rabu (29/01/2025), nama "Lucy" diambil dari fosil manusia yang ditemukan di Afrika.
Fosil tersebut adalah Australopithecus afarensis yang berada di kawasan Segitiga Afar, Etiopia, dan ditemukan oleh paleoantropolog Doland Johanson, Yves Coppens, serta Maurice Taieb pada tahun 1974.
Fosil Lucy dianggap sebagai salah satu representasi terbaik dari spesies hominid Australopithecus afarensis. Menariknya, nama Lucy terinspirasi dari lagu terkenal The Beatles yang berjudul "Lucy in The Sky with Diamonds".
Lucy direncanakan menjalani misi selama 12 tahun. Setelah mendapatkan bantuan percepatan dari gravitasi Bumi, wahana ini dijadwalkan untuk mencapai tujuan pertamanya, yaitu asteroid Donald Johanson, pada April 2025.
Pada tahun 2027, Lucy akan mengunjungi kelompok asteroid Trojan yang terletak di bagian depan Jupiter, termasuk Euybates, Queta, Polymele, Leucus, dan Orus.
Setelah menjelajahi kelima asteroid tersebut, Lucy akan kembali mendekati Bumi pada tahun 2031.
Tujuan dari kedatangan ini adalah untuk mendapatkan bantuan percepatan gravitasi menuju kelompok kedua Trojan yang berada di belakang Jupiter, yaitu Patroclus dan Manoetius, yang diperkirakan akan dicapai pada tahun 2033.
Dalam kurun waktu 12 tahun ke depan, Lucy akan menjadi wahana antariksa yang mengunjungi jumlah asteroid terbanyak.