Apa Jadinya Laut Tanpa Kencing Paus? Ini Fakta Ilmiahnya
Penelitian terbaru menjelaskan bahwa paus memindahkan nutrisi dalam jumlah besar melalui migrasi jarak jauh.
Air laut asin bukan karena urine paus, meski satu paus sirip dapat menghasilkan hingga 250 galon urine per hari. Namun, para ahli biologi kelautan menegaskan bahwa kencing paus justru memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Temuan ini dipaparkan dalam laporan yang dikutip dari Media Science Fokus, Selasa (2/12).
Penelitian terbaru menjelaskan bahwa paus memindahkan nutrisi dalam jumlah besar melalui migrasi jarak jauh.
Paus balin, paus bungkuk betina, mencari makan di perairan kaya krill di wilayah dingin seperti Teluk Alaska. Setelah kenyang, mereka berenang ribuan kilometer menuju kawasan hangat seperti Hawaii untuk melahirkan. Anak paus membutuhkan suhu stabil karena belum memiliki lapisan lemak yang cukup.
Berkembang biak
Saat melakukan perjalanan ke wilayah berkembang biak, paus berhenti makan dan memetabolisme lemak yang mereka simpan. Nutrisi dari makanan di lintang tinggi kemudian dilepas kembali ke laut tropis melalui urine dan feses.
Proses ini dikenal sebagai Sabuk Konveyor Paus Besar, mekanisme alami yang memindahkan nutrisi secara horizontal antar samudra.
Sebuah studi di tahun 2025 menemukan bahwa paus abu-abu, paus bungkuk, dan paus kanan secara kolektif memindahkan hampir 4.000 ton nitrogen tiap tahun.
Perairan dangkal Hawaii
Di perairan dangkal Hawaii, migrasi paus bahkan mampu menggandakan suplai nutrisi ke laut. Nutrisi ini memicu pertumbuhan fitoplankton yang menjadi dasar rantai makanan laut.
Para peneliti mencatat, pada era sebelum perburuan paus komersial, kontribusi nutrisi dari Sabuk Konveyor Paus Besar diperkirakan tiga kali lipat lebih besar dibandingkan saat ini.
Temuan ini menegaskan bahwa menjaga populasi paus bukan hanya soal konservasi satwa, tetapi juga menjaga kesehatan seluruh lautan dunia.
Reporter Magang: Ahmad Subayu