Alasan Pesawat Terbang Lebih Aman saat Tersambar Petir dari pada Menabrak Burung
Pesawat lebih aman tersambar petir daripada menabrak burung karena desain pesawat dan dampak kerusakan yang ditimbulkan.
Pernahkah Anda bertanya-tanya, apa yang lebih berbahaya bagi pesawat terbang: tersambar petir atau bertabrakan dengan burung? Meskipun keduanya terdengar mengerikan, faktanya, sambaran petir jauh lebih aman daripada tabrakan dengan burung. Mengapa demikian? Jawabannya terletak pada desain pesawat dan dampak yang ditimbulkan oleh masing-masing kejadian tersebut.
Kejadian sambaran petir pada pesawat relatif sering terjadi, terutama pada pesawat yang terbang di ketinggian. Namun, berkat desain pesawat yang canggih, insiden ini jarang menyebabkan kecelakaan. Sebaliknya, tabrakan dengan burung, terutama pada kecepatan tinggi saat lepas landas atau mendarat, dapat berakibat fatal dan menyebabkan kerusakan signifikan pada pesawat.
Desain Pesawat yang Tangguh Melawan Petir
Pesawat dirancang untuk menghadapi sambaran petir. Badan pesawat terbuat dari bahan konduktif, biasanya aluminium, yang memungkinkan arus listrik dari petir mengalir di sepanjang permukaan luar pesawat dan dibuang ke tanah melalui sistem grounding. Ini mengikuti prinsip Sangkar Faraday, di mana medan elektromagnetik eksternal dialihkan di sekitar bagian dalam, melindungi sistem elektronik di dalam pesawat.
Sistem penangkal petir tambahan juga membantu mengarahkan arus petir. Meskipun sambaran petir dapat menyebabkan kerusakan eksternal kecil, seperti kerusakan cat atau permukaan pesawat, sistem elektronik internal biasanya terlindungi dengan baik dan tidak terpengaruh. Setelah kejadian, pesawat selalu diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan keselamatan sebelum penerbangan berikutnya. Dengan kata lain, pesawat didesain untuk "mengalirkan" listrik petir tanpa menyebabkan kerusakan fatal.
Frekuensi sambaran petir pada pesawat memang tinggi, namun insiden ini jarang menyebabkan kecelakaan serius. Hal ini membuktikan keefektifan desain pesawat dalam menghadapi sambaran petir. Perlu diingat bahwa pesawat dirancang untuk menghadapi kejadian ini, sehingga risiko yang ditimbulkan relatif kecil.
Ancaman Tabrakan dengan Burung: Lebih Berbahaya
Berbeda dengan sambaran petir, tabrakan dengan burung merupakan ancaman yang jauh lebih signifikan bagi keselamatan penerbangan. Burung yang menabrak pesawat, terutama pada kecepatan tinggi saat lepas landas atau mendarat, dapat menyebabkan kerusakan parah pada mesin pesawat.
Burung dapat tersedot ke dalam mesin, merusak baling-baling atau komponen vital lainnya. Kerusakan ini dapat menyebabkan mesin mati atau gagal berfungsi, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Selain itu, tabrakan juga dapat menyebabkan kerusakan struktur pesawat, termasuk sayap, badan pesawat, dan kokpit. Bahkan akibat ini bisa menghilangkan daya dorong secara tiba-tiba.
Beberapa insiden bird strike telah menyebabkan kerusakan berat, bahkan pendaratan darurat. Salah satu contoh terkenal adalah peristiwa “Miracle on the Hudson” pada 2009, ketika pesawat US Airways kehilangan kedua mesin setelah menabrak sekawanan angsa tak lama setelah lepas landas, dan harus mendarat darurat di Sungai Hudson, New York.
Dampak tabrakan sangat bergantung pada ukuran dan kecepatan burung. Energi kinetik yang dihasilkan dari tabrakan pada kecepatan tinggi dapat sangat besar, mengakibatkan kerusakan yang signifikan dan membahayakan stabilitas dan kemampuan kendali pesawat. Tidak seperti sambaran petir yang dampaknya relatif dapat diprediksi, tabrakan dengan burung bersifat tidak terduga dan dampaknya bervariasi.