Pbnu

25 Juli 2024

Berita Utama

Berita Terbaru

Berita Utama Lainnya

{{caption}}
CSIS: Serangan AS ke Venezuela Adalah Bentuk Kolonialisme Baru

Pakar CSIS Rizal Sukma menilai tindakan Amerika Serikat di Venezuela sebagai bentuk kolonialisme baru yang mengancam kedaulatan negara, menyerukan kewaspadaan global terhadap dominasi kekuatan besar.

{{caption}}
Respons Ketum PBNU Soal Gus Yaqut Tersangka: Sebagai Kakak Secara Emosional Saya Ikut Merasakan

Meskipun secara emosional merasakan, Gus Yahya menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku kepada Eks Menteri Agama Gus Yaqut.

{{caption}}
Napak Tilas Restu Pendirian NU, Gus Yahya Lepas Longmarch dari Bangkalan dan Sambut Simbol Sejarah di Tebuireng

Kegiatan ini menjadi penanda perjalanan fisik sekaligus spiritual untuk menelusuri kembali jejak restu berdirinya Nahdlatul Ulama dari para muassis.

{{caption}}
Sinergi NU & Pemerintah Sepanjang Tahun 2025, Kaleidoskop Kolaborasi Strategis Sukseskan Asta Cita

Sinergi PBNU-pemerintah sepanjang tahun 2025 ditandai dengan integrasi infrastruktur sosial organisasi, khususnya jaringan pesantren & jutaan warga Nahdliyin.

{{caption}}
Gus Yahya Tegaskan Persoalan Internal PBNU Tuntas, Kembali Bersama dalam Kebersamaan

Ketua Umum PBNU Gus Yahya menyatakan seluruh persoalan internal PBNU telah selesai usai pertemuan di Surabaya, menegaskan kembali kebersamaan jajaran pimpinan.

{{caption}}
Gus Ipul: NU Punya Cara Sendiri Selesaikan Masalah, Saat Ini Dalam Proses Finalisasi

Gus Ipul juga mengingatkan seluruh warga NU, baik di pusat maupun daerah, agar tidak terprovokasi oleh berbagai narasi yang berpotensi memperkeruh suasana.

{{caption}}
Keputusan Rapat Konsultasi Syuriyah–Mustasyar PBNU Ditegaskan Final dan Mengikat

Musyawarah tersebut menghasilkan kesepakatan bersama yang menjadi pijakan penting untuk mengakhiri polemik dan kontroversi konflik internal PBNU.

{{caption}}
Ajak Warga NU Hadiri Doa untuk Negeri, Gus Miftah: Kekuatan yang Menyatukan Kita

Doa untuk Negeri digagas oleh KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah dan Irfan Asy'ari Sudirman Wahid yang akrab dipanggil Gus Ipang Wahid.

{{caption}}
PBNU Gelar Doa untuk Negeri Menyikapi Bencana di Berbagai Daerah

Doa untuk Negeri digagas oleh KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah dan Irfan Asy'ari Sudirman Wahid yang akrab dipanggil Gus Ipang Wahid.

{{caption}}
Rapat Konsultasi Syuriyah–Mustasyar PBNU di Lirboyo Sepakati Muktamar Ke-35 Digelar Secepatnya

Forum sepakat bahwa jalan terbaik untuk mengakhiri polemik yang berkepanjangan adalah menggelar Muktamar Ke-35 NU sesegera mungkin.