Klarifikasi Pemberitaan Media, Megawati Bicara Soal Isu Pulang ke Indonesia karena Ibunda Sakit
Megawati menegaskan bahwa kepulangannya bukan karena sang ibu sakit.
Atlet voli kebanggaan Indonesia, Megawati Hangestri, resmi mengakhiri kiprahnya bersama klub voli Korea Selatan, Daejeon Jeonggwanjang Red Sparks. Pemain yang dijuluki "Megatron" ini memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak dan sekaligus mengakhiri kariernya di kompetisi V-League yang sudah ia tekuni sejak 2023.
Meski belum mengungkapkan secara pasti ke mana langkah kariernya akan berlanjut, Megawati memilih untuk sementara pulang ke kampung halamannya di Jember, Jawa Timur, sembari menikmati waktu bersama keluarga.
Pada Selasa (15/04), Megawati hadir di Pendopo Wahyawibawagraha, rumah dinas Bupati Jember, Muhammad Fawait (akrab disapa Gus Fawait). Didampingi sang ibu, Megawati berbincang hangat dengan sang bupati dan turut menyampaikan klarifikasi atas sejumlah pemberitaan media yang menurutnya tidak akurat.
Dalam pernyataannya, Megawati menegaskan bahwa kepulangannya bukan karena sang ibu sakit, seperti yang ramai diberitakan. Ia mengaku sedih dengan kabar tersebut, karena faktanya kondisi sang ibu dalam keadaan sehat.
"Keputusan untuk mengakhiri kontrak dengan Red Sparks adalah murni keputusan profesional. Saya ingin kembali ke Indonesia agar bisa lebih dekat dengan keluarga, terutama mama. Tapi bukan karena sakit, Alhamdulillah mama sehat-sehat saja. Saya sedih baca berita yang bilang mama sakit," ujar Megawati.
Setelah dua tahun menjalani karier di Korea Selatan, Megawati merasa inilah waktu yang tepat untuk kembali ke Tanah Air dan memperkuat ikatan dengan keluarga.
"Dua tahun saya jauh dari keluarga. Jadi sekarang saya rasa ini saatnya untuk kembali dan lebih dekat dengan mereka," lanjutnya.
Meski demikian, Mega tidak menutupi perasaan harunya meninggalkan Korea Selatan. Ia mengaku sudah merasa nyaman, khususnya dengan suasana tim Red Sparks dan sang pelatih, Koh Hee Jin, yang berjasa dalam membawanya ke V-League sejak 2023.
"Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Saya juga sedih harus berpisah dengan pelatih saya. Kami sudah punya chemistry. Tapi saya bilang ke beliau, saya juga punya kehidupan lain dan harus terus berkembang," pungkasnya.
Kepulangan atlet voli nasional, Megawati Hangestri Pertiwi, ke kampung halamannya di Jember, Jawa Timur, disambut hangat oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait. Sang bupati secara khusus mengundang Megawati ke Pendopo Wahyawibawagraha, rumah dinasnya, untuk berdialog dan memberikan apresiasi atas prestasi yang telah ditorehkan sang atlet di kancah internasional.
“Ini sebuah kebanggaan bagi kami. Ada putri daerah dari Jember yang mampu mencetak prestasi luar biasa di level internasional, khususnya di Liga Voli Korea,” ujar Gus Fawait.
Fawait menyampaikan harapannya agar Megawati, yang dikenal dengan julukan "Megatron", bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Jember. Ia berencana menggandeng Megawati dalam sebuah forum khusus, di mana ia bisa berbagi cerita, pengalaman, dan motivasi kepada anak-anak muda, terutama yang tertarik pada dunia olahraga.
“Kami berharap Mbak Mega bisa menularkan ilmu dan pengalamannya. Supaya dari Jember bisa lahir Megawati-Megawati lain yang juga bisa berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Menurut Fawait, Megawati kini telah menjadi ikon kebanggaan Jember dari kalangan generasi muda, bukan hanya di panggung nasional tapi juga internasional. Pemerintah Kabupaten Jember pun siap memberikan dukungan penuh agar kisah sukses Megawati bisa menjadi pemantik semangat baru bagi atlet-atlet muda daerah.