6 Pembalap F1 Tarif Endorse Termahal di Instagram, Sekali Posting Bisa Miliaran
Berapa biaya yang dikenakan oleh pembalap F1 untuk setiap unggahan di Instagram?
Formula 1 telah lama diasosiasikan dengan kemewahan, performa tinggi, dan kualitas premium, baik di lintasan maupun dalam dunia pemasaran. Sejak sponsor korporat pertama kali hadir pada tahun 1968, olahraga ini terus menarik perhatian dari merek-merek besar yang berlomba untuk tampil di mobil tercepat di dunia.
Namun, di era media sosial saat ini, sorotan tidak hanya tertuju pada tim saja. Para pembalap juga mulai membangun merek pribadi mereka, dan para pengiklan pun tidak ingin kehilangan kesempatan untuk berasosiasi dengan para bintang global tersebut. Lalu, siapa yang paling menguntungkan dari Instagram?
Sebuah studi terbaru dari Betsmith mengungkapkan berapa banyak uang yang diperoleh para pembalap Formula 1 hanya dari satu unggahan promosi di Instagram. Berikut adalah daftarnya:
Fernando Alonso
Jumlah pengikut Fernando Alonso di media sosial mencapai 7,3 juta, dengan pendapatan per postingan sekitar 17.486 paun (setara dengan Rp383,5 juta). Setelah hampir 25 tahun berkarier di dunia Formula 1, tidak heran jika ia memiliki basis penggemar yang besar. Meskipun memiliki jutaan pengikut, Alonso tidak seaktif pembalap muda lainnya di platform media sosial. Ia hanya sesekali muncul dalam kampanye merek, seperti Boss yang merupakan sponsor timnya dan Bonciani Laser, yang merupakan produk pemulihan olahraga.
Strategi kolaborasi yang diterapkan Alonso cenderung tidak agresif, dan hal ini tidak menjadi masalah baginya. Gaji yang ia terima dari tim Aston Martin hampir mencapai 16 juta paun (sekitar Rp351 miliar), sehingga ia tidak perlu terlalu bergantung pada pemasukan dari media sosial. Dengan pendekatan ini, Alonso tetap bisa menjaga citra dan fokus pada karier balapnya yang telah berlangsung lama.
Lando Norris
Jumlah pengikut Lando Norris mencapai 9,6 juta, dengan pendapatan per postingan sebesar 23.005 paun (setara dengan Rp504,7 juta). Sebagai salah satu pembalap yang paling aktif di media sosial, posisinya yang berada di peringkat lima cukup mengejutkan. Dengan hampir 10 juta pengikut, Lando secara konsisten memanfaatkan peluang untuk promosi. Ia bahkan telah mendirikan merek gaya hidup sendiri yang bernama Quadrant, serta bekerja sama dengan berbagai merek ternama seperti Monster Energy, Ralph Lauren, TUMI, dan Hilton Hotel.
Seperti halnya Fernando Alonso, pendapatan utama Norris berasal dari gaji yang mencapai sekitar 16 juta paun. Namun, Norris sangat terbuka terhadap berbagai peluang untuk mendapatkan pendapatan tambahan. Dengan strategi pemasaran yang cerdas dan aktif di platform media sosial, ia berhasil memaksimalkan potensi yang ada dan menarik perhatian banyak sponsor. Ini menunjukkan bahwa Norris tidak hanya fokus pada karir balapnya, tetapi juga cerdas dalam membangun merek pribadinya.
Carlos Sainz
Jumlah pengikut Carlos Sainz di media sosial mencapai 11,1 juta orang, dan ia menghasilkan pendapatan sekitar 26.595 paun (setara dengan Rp583,5 juta) untuk setiap postingan. Meskipun kehilangan tempat di Ferrari, Sainz tetap menunjukkan performa yang mengesankan dalam daftar ini. Pindah ke Williams mungkin mengurangi perhatian media terhadapnya, namun jumlah pengikut di Instagramnya tetap signifikan.
Dengan setiap unggahan yang disponsori, ia meraih pendapatan yang cukup besar, yakni sekitar 26.595 paun. Sainz pernah menjalin kerja sama dengan merek terkenal seperti L'Oreal Paris, Estrella Galicia, dan Hackett London, serta berperan sebagai duta untuk sirkuit baru MADRING. Kombinasi antara gaya pribadi yang unik dan reputasinya sebagai mantan pembalap Ferrari menjadikannya tetap menarik di mata para sponsor.
Max Verstappen
Max Verstappen memiliki 13,7 juta pengikut di media sosial, namun ia tidak terlalu aktif dalam melakukan promosi online. Meskipun jumlah pengikutnya cukup besar, kehadirannya di dunia digital jauh lebih sedikit dibandingkan dengan para rekan pembalapnya. Ketika ia menjalin kemitraan dengan suatu merek, ia mendapatkan bayaran sebesar 32.819 paun (setara dengan Rp720 juta) untuk setiap postingan.
Verstappen secara teratur mempromosikan Alpha Tauri, merek fashion yang berhubungan dengan Red Bull, dan pernah bekerja sama dengan EA untuk mempromosikan permainan F1. Dengan gaji tahunan sebesar 51,5 juta paun (sekitar Rp1,1 triliun), Verstappen tampaknya tidak terlalu memikirkan pendapatan tambahan dari aktivitas promosi ini.
Charles Leclerc
Jumlah pengikut Charles Leclerc di Instagram mencapai 17,9 juta, dengan pendapatan per postingan mencapai 42.885 paun atau sekitar Rp941 juta. Leclerc dikenal luas di dunia Formula 1, baik di sirkuit balap maupun dalam dunia pemasaran. Dengan gaya yang menawan dan kepribadian yang menarik, ia berhasil menarik perhatian banyak sponsor.
Walaupun ia sudah menerima gaji sebesar 26,9 juta paun (Rp590,2 miliar), pembalap Ferrari ini tetap menjalin kerja sama dengan berbagai merek ternama. Beberapa merek yang berkolaborasi dengannya antara lain Bang & Olufsen, Celsius, VistaJet, dan Puma Motorsport. Kerja sama ini menunjukkan bahwa Leclerc tetap menjadi sosok yang dicari dalam dunia promosi dan pemasaran.
Lewis Hamilton
Jumlah pengikut Lewis Hamilton mencapai 39,3 juta, dan ia menghasilkan pendapatan sebesar 94.081 paun (setara dengan Rp1,9 miliar) untuk setiap postingan sponsor. Dalam dunia Formula 1, Hamilton diakui sebagai raja media sosial yang tak terbantahkan. Sebagai tujuh kali juara dunia, ia telah menarik perhatian publik selama hampir dua dekade, dan popularitasnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pembalap lainnya.
Dengan 39,3 juta pengikut, Hamilton memiliki potensi untuk meraih 94.081 paun dari setiap unggahan yang disponsori. Selain penghasilan tahunan yang mencapai 48 juta paun (sekitar Rp1 triliun), ia juga menjalin kerja sama dengan berbagai merek mewah seperti Dior, Tommy Hilfiger, dan Lululemon, yang semuanya sejalan dengan citra yang telah ia bangun. "Dominasi" Hamilton di luar arena balap mencerminkan prestasinya di lintasan, dan banyak yang memprediksi bahwa ia akan tetap menjadi daya tarik bagi sponsor, bahkan setelah ia pensiun dari dunia balap.
Biaya yang dikenakan oleh pembalap F1 untuk setiap unggahan di Instagram
Jabatan - Pembalap - Pengikut Instagram - Penghasilan per postingan
Daftar berikut menunjukkan para pembalap dan jumlah pengikut mereka di Instagram, serta penghasilan yang mereka peroleh per postingan. Misalnya, Isack Hadjar memiliki 404.000 pengikut dan mendapatkan 1.464 per postingan, sedangkan Jack Doohan memiliki 440.000 pengikut dengan penghasilan 1.587 per postingan. Di posisi yang lebih tinggi, Liam Lawson mencatatkan 1.000.000 pengikut dengan penghasilan per postingan mencapai 2.409.
Gabriel Bortoleto, dengan 1.100.000 pengikut, memperoleh 2.647 per postingan, sementara Lance Stroll memiliki 1.400.000 pengikut dan menghasilkan 3.354 per postingan. Kimi Antonelli, dengan 1.600.000 pengikut, mendapatkan 3.844 per postingan. Nico Hulkenberg, yang memiliki 2.100.000 pengikut, memperoleh 5.032 per postingan dan Ollie Bearman juga mencatatkan 2.500.000 pengikut dengan penghasilan 5.995 per postingan.
Esteban Ocon, yang juga memiliki 2.500.000 pengikut, mendapatkan 5.999 per postingan, sedangkan Yuki Tsunoda dengan 2.700.000 pengikut memperoleh 6.474 per postingan. Alex Albon, dengan 3.200.000 pengikut, menghasilkan 7.674 per postingan, sementara Oscar Piastri memiliki 3.500.000 pengikut dengan penghasilan 8.390 per postingan. Pierre Gasly mencatatkan 5.600.000 pengikut dan mendapatkan 13.415 per postingan, sedangkan George Russell memiliki 6.300.000 pengikut dengan penghasilan 15.092 per postingan.
Sumber: Give Me Sport