Tangis Cristiano Ronaldo Pecah Usai Portugal Juara UEFA Nations League, Umur 40 Masih Sumbang Trofi
Ronaldo tetap memberikan dukungan dari bangku cadangan, terlihat menyemangati rekan-rekannya.
Di usia 40 tahun, Cristiano Ronaldo masih mampu menghadirkan gelar juara bagi Timnas Portugal. Keberhasilan ini diraih ketika tim asuhan Roberto Martinez berhasil mengalahkan Spanyol melalui adu penalti dengan skor 2-2 (5-3) dalam final UEFA Nations League yang berlangsung di Munich pada hari Senin (09/06/2025) dini hari WIB.
Pada pertandingan tersebut, pemain yang kini membela Al Nassr itu tampil sejak awal dengan mengenakan ban kapten. Ia berperan penting saat Portugal menyamakan kedudukan pada menit ke-61, yang membuat pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Pelatih Portugal, Roberto Martinez, kemudian mengganti Cristiano Ronaldo pada menit ke-88 dengan memasukkan Goncalo Ramos. Meskipun sudah ditarik keluar, kontribusinya belum berakhir.
Ronaldo tetap memberikan dukungan dari bangku cadangan, terlihat menyemangati rekan-rekannya. Setelah Portugal memastikan kemenangan melalui adu penalti, ia terlihat menangis, menunjukkan betapa berarti momen tersebut baginya. Apa makna tangisan Cristiano Ronaldo? Mari kita telusuri lebih dalam untuk memahami perasaannya dalam situasi ini.
Kemenangan bersama Portugal selalu memiliki makna yang istimewa
Tangisan yang ditunjukkan oleh Cristiano Ronaldo mengandung makna mendalam, yakni rasa bahagianya saat meraih gelar juara bersama tim nasional Portugal. Ia menyatakan bahwa meskipun telah mengumpulkan banyak trofi di level klub dengan Manchester United, Juventus, dan Real Madrid, kemenangan di UEFA Nations League adalah titel ketiganya bersama Portugal.
"Menang untuk Portugal selalu terasa spesial. Saya memiliki banyak gelar bersama klub-klub, tetapi tidak ada yang lebih baik dari kemenangan untuk Portugal. Ini adalah air mata. Tugas sudah selesai dan banyak kegembiraan," kata Cristiano Ronaldo mengutip BBC.
Keberhasilan Ronaldo bersama Portugal menunjukkan betapa pentingnya prestasi di level internasional baginya. Meskipun telah meraih berbagai penghargaan di klub-klub besar, perasaan bangga dan emosional saat mengenakan seragam tim nasional tidak tertandingi.
Kemenangan ini bukan hanya sekadar trofi, tetapi juga simbol pengorbanan dan dedikasi yang telah ia lakukan sepanjang kariernya. Dengan kata-katanya, Ronaldo menekankan bahwa setiap kemenangan bersama Portugal memiliki arti yang lebih dalam, yang tidak bisa dibandingkan dengan prestasi di klub.
Cristiano Ronaldo
Memenangkan pertandingan melawan Spanyol di final UEFA Nations League menjadi trofi ketiga yang diraih Cristiano Ronaldo bersama Timnas Portugal. Trofi tersebut terdiri dari dua gelar UEFA Nations League dan satu Piala Eropa.
Gol yang dicetaknya ke gawang Spanyol menandai bahwa pemain berusia 40 tahun ini telah mencetak total 138 gol untuk tim nasional. Menariknya, gol tersebut merupakan yang pertama kali setelah tujuh tahun ia tidak berhasil membobol gawang Spanyol.
Saat ini, Cristiano Ronaldo menempati posisi kedua sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah UEFA Nations League dengan total 15 gol, sejajar dengan Aleksandar Mitrovic. Ia hanya kalah dari Erling Haaland yang memimpin dengan 19 gol.
Prestasi ini menunjukkan betapa konsisten dan produktifnya Ronaldo meskipun usianya sudah tidak muda lagi. Dengan pencapaian ini, ia terus menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola.