Pada hari Sabtu, Cristiano Ronaldo memberikan pernyataan kepada media dan dalam konferensi pers tersebut, ia membahas mengenai Lamine Yamal, yang akan menjadi lawannya untuk pertama kali dalam final UEFA Nations League antara Spanyol dan Portugal yang dijadwalkan pada hari Minggu. Menurut laporan dari Diario AS, Ronaldo menyampaikan pandangannya tentang Lamine Yamal sekaligus memberikan peringatan kepada mereka yang memiliki harapan tinggi terhadap winger Barcelona yang masih berusia 17 tahun itu.
"Lamine Yamal sedang tampil sangat baik, dia memanfaatkan bakatnya secara maksimal," ungkap Ronaldo.
"Sekarang biarkan anak itu tumbuh dan jangan beri tekanan berlebihan padanya. Biarkan dia berkembang dengan baik, hilangkan tekanan darinya. Dia tidak kekurangan bakat," tambahnya.
Dengan pernyataan tersebut, Ronaldo menunjukkan dukungannya terhadap perkembangan Yamal dan mengingatkan agar semua pihak memberikan ruang bagi pemain muda untuk berkembang tanpa beban ekspektasi yang berat.
Advertisement
Ronaldo, yang mendapatkan pujian dari kiper Spanyol Unai Simon menjelang final UEFA Nations League, merespons dengan tenang perbandingan antara dirinya dan Lamine Yamal. Ia berpendapat bahwa Yamal seharusnya dibandingkan dengan pemain dari generasinya sendiri.
"Selalu saja ada perbandingan Cristiano dengan ini atau itu, saya sudah terbiasa. Mereka generasi yang berbeda, satu mulai dan yang lain berakhir. Mereka sebaiknya membandingkan Lamine dengan Vitinha, yang lebih dekat (dengan generasinya)," ungkapnya.
Ronaldo menambahkan, "Tapi tidak masalah, saya tetap menerima kritik. Sebenarnya ini hanya soal satu tim melawan tim lain. Tapi saya paham, media membuatnya jadi panas, itu wajar dan menarik. Yang saya inginkan adalah Portugal tampil bagus dan menang, melawan tim yang mungkin terbaik di dunia."
Advertisement
Lamine Yamal dipandang sebagai salah satu calon terkuat untuk meraih Ballon d'Or 2025. Namun, menurut Ronaldo, remaja tersebut seharusnya tidak mendapatkan penghargaan tersebut. Ronaldo berpendapat bahwa penghargaan itu lebih pantas diberikan kepada pemain dari Paris Saint-Germain.
"Penghargaan individu sudah kehilangan konsensus; saya tidak bisa mengatakan siapa yang seharusnya menang. Menurut saya, mereka yang menonjol dan memenangkan Liga Champions seharusnya yang menang," ujarnya.
Ronaldo juga menambahkan, "Tapi tidak ada kesepakatan. Saya tidak terlalu percaya pada penghargaan individu karena saya tahu apa yang terjadi di balik layar. Lamine bisa saja menang, seperti Dembele atau Vitinha, pemain muda lain yang sedang naik daun... Tapi penghargaan individu itu tidak relevan," tutupnya.
Dengan kata lain, Ronaldo mengungkapkan skeptisisme terhadap integritas penghargaan individu dalam dunia sepak bola saat ini. Menurutnya, prestasi tim yang lebih penting daripada penghargaan individu yang sering kali dipertanyakan.