Zinc Banyak Dibicarakan di Media Sosial Untuk Obat Jerawat, Apakah Benar Efektif?
Banyak pembicaraan di media sosial mengenai pemanfaatan zinc sebagai pengobatan jerawat.
Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang paling sering dialami oleh banyak orang. Meskipun saat ini terdapat berbagai pilihan pengobatan, banyak individu yang masih mencari cara alami untuk mengatasi masalah ini. Salah satu bahan yang kini banyak dibahas di media sosial adalah zinc atau seng.
Menurut Medical News Today, zinc adalah mineral penting yang memiliki peran dalam berbagai fungsi dalam tubuh. Mineral ini dapat mempercepat proses penyembuhan luka dan juga memperkuat sistem kekebalan tubuh. Beberapa studi menunjukkan bahwa zinc memiliki khasiat yang positif dalam mengatasi jerawat. Oleh karena itu, zinc menjadi salah satu pilihan menarik dalam perawatan kulit di bidang kesehatan.
Namun, sebelum memutuskan untuk menggunakan zinc sebagai solusi untuk jerawat, penting untuk memahami cara kerjanya, efektivitas manfaatnya, serta kemungkinan efek samping yang dapat terjadi. Tidak semua bentuk zinc akan memberikan hasil yang sama, karena pemilihan jenis dan dosis yang tepat sangat mempengaruhi hasil akhir.
Apakah Zinc Berkhasiat untuk Mengatasi Jerawat?
Menurut Medical News Today, jerawat muncul akibat produksi sebum yang berlebihan. Sebum adalah minyak alami yang diproduksi oleh kulit, dan jika jumlahnya terlalu banyak, dapat menyebabkan peradangan serta menyumbat pori-pori. Hal ini berujung pada berbagai jenis jerawat, antara lain:
- Papula: benjolan kecil berwarna kemerahan
- Pustula: benjolan kecil kemerahan dengan ujung putih yang berisi nanah
- Nodul: benjolan besar yang terletak di bawah permukaan kulit
- Komedo hitam: titik hitam yang terlihat di permukaan kulit
- Komedo putih: benjolan kecil berwarna putih yang muncul di permukaan kulit
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 mengungkapkan bahwa sifat antiinflamasi dari zinc menjadikannya efektif dalam mengatasi jerawat yang bersifat inflamasi. Selain itu, zinc juga diyakini dapat menekan produksi sebum dan melawan bakteri penyebab jerawat, sehingga berpotensi membantu mengatasi jerawat yang tidak bersifat inflamasi.
Obat Topikal
1. Obat Topikal Zinc dapat diaplikasikan dalam bentuk pasta, gel, atau krim yang langsung dioleskan ke area kulit yang mengalami jerawat. Beberapa jenis yang umum digunakan meliputi:
- zinc sulfate
- zinc acetate
- zinc octoate
2. Obat Oral Untuk jerawat yang muncul di area yang lebih luas atau sulit dijangkau, penggunaan obat oral menjadi lebih praktis. Bentuk yang biasa digunakan adalah tablet atau kapsul, seperti:
- zinc sulfate
- zinc gluconate
- zinc salts
3. Perubahan Pola Makan Peningkatan asupan zinc juga dapat dilakukan melalui makanan. Beberapa makanan yang kaya akan zinc antara lain:
- tiram (sumber zinc tertinggi)
- daging merah dan unggas
- produk susu
- kacang-kacangan
- biji-bijian dan sereal yang diperkaya
- makanan laut seperti kepiting dan lobster
Penyerapan zinc dari makanan hewani lebih efisien dibandingkan dengan makanan nabati. Hal ini disebabkan oleh adanya fitat dalam beberapa makanan nabati yang dapat menghambat penyerapan zinc. Selain itu, suplemen zinc, baik dalam bentuk multivitamin maupun tunggal, juga dapat dijadikan alternatif untuk memenuhi kebutuhan zinc tubuh.
Berbagai penelitian
Berbagai penelitian telah mengungkapkan efektivitas zinc dalam mengatasi masalah jerawat. Sebagai contoh, sebuah studi menunjukkan bahwa penggunaan zinc gluconate secara oral dapat mengurangi gejala jerawat secara signifikan.
Di samping itu, dibandingkan dengan obat jerawat lainnya, zinc dianggap lebih aman bagi wanita hamil. Penelitian lain juga mencatat bahwa zinc sulfate yang dikonsumsi secara oral terbukti efektif untuk mengatasi jerawat yang parah, meskipun efektivitas penggunaan zinc secara topikal masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli.
Selain itu, terdapat penelitian yang meneliti penggunaan kombinasi antibiotik topikal dengan zinc, namun hasilnya menunjukkan bahwa penambahan zinc tidak selalu meningkatkan efektivitas dari antibiotik tersebut. Menariknya, kadar zinc dalam darah individu yang mengalami jerawat cenderung lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalaminya. Oleh karena itu, peningkatan asupan zinc bisa menjadi solusi yang membantu dalam mengatasi masalah jerawat.
Penggunaan zinc dapat menimbulkan risiko
Konsumsi zinc dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun yang berbahaya. Beberapa gejala yang muncul akibat keracunan zinc antara lain:
- mual
- muntah
- kram otot
- diare
- nyeri perut
- muntah darah (hematemesis)
Menurut sebuah laporan, penggunaan suplemen zinc secara berlebihan juga dapat menyebabkan toksisitas. Zinc sulfate yang dikonsumsi secara oral sering kali dikaitkan dengan efek samping seperti mual dan diare. Selain itu, individu yang memiliki kulit sensitif mungkin mengalami iritasi ketika menggunakan zinc dalam bentuk topikal.