RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Catat Lebih dari 100 Tindakan Bedah Jantung Minimal Invasif
Pendekatan ini memungkinkan sayatan lebih kecil, pemulihan lebih cepat, serta kualitas hidup pasien pascaoperasi yang lebih baik.
RS Mitra Keluarga Kelapa Gading mencatat pencapaian lebih dari 100 tindakan Minimally Invasive Coronary Artery Bypass Grafting (MICS-CABG) atau bedah bypass jantung minimal invasif dalam kurun waktu kurang dari 10 bulan. Pencapaian tersebut ditandai melalui kegiatan inaugurasi yang digelar di Jakarta.
Hasil ini menempatkan RS Mitra Keluarga Kelapa Gading sebagai salah satu rumah sakit yang secara konsisten mengimplementasikan layanan bedah jantung minimal invasif di Indonesia. Pendekatan ini memungkinkan sayatan lebih kecil, pemulihan lebih cepat, serta kualitas hidup pasien pascaoperasi yang lebih baik.
Acara inaugurasi dihadiri Direktur RS Mitra Keluarga Kelapa Gading dr. Ronald Reagan, MM., MARS, bersama tim dokter spesialis bedah jantung dan anestesi, yakni dr. Marolop Pardede, Sp.BTKV., Subsp. VE(K), dr. Wirya Ayu Graha, Sp.BTKV., Subsp. JD(K), dr. Bimo Kusumo, Sp.BTKV., Subsp. JD(K), serta dr. Yudhi Prasetyo, Sp.An., Subsp. KAKV.
Dalam sambutannya, dr. Ronald Reagan menyatakan bahwa pencapaian tersebut tidak sekadar mencerminkan jumlah tindakan medis, tetapi juga dampaknya bagi pasien dan keluarga.
"Pencapaian ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar jumlah tindakan medis. Bukan tentang angka 100. Ini tentang 100 keluarga yang kembali lengkap, 100 harapan yang pulih, dan 100 kehidupan yang diberi kesempatan kedua. Keberhasilan ini adalah komitmen kami untuk terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia," ujar dr. Reagan.
Ia menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin, melibatkan dokter, perawat, tenaga penunjang medis, hingga tim pelayanan pasien, dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan pasien.
Di tingkat nasional, akses terhadap layanan bedah jantung, termasuk bypass jantung minimal invasif, masih menghadapi tantangan pemerataan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga akhir 2022 hanya sembilan provinsi yang memiliki kemampuan melakukan operasi bypass jantung, sehingga antrean pasien dapat mencapai 6 hingga 18 bulan. Pemerintah menargetkan pada 2027 seluruh provinsi di Indonesia mampu melakukan operasi bypass jantung.
Dalam konteks tersebut, implementasi layanan bedah jantung minimal invasif secara konsisten di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading dinilai sejalan dengan target nasional untuk memperluas akses layanan jantung modern dan berkualitas.
Pada kesempatan yang sama, RS Mitra Keluarga Kelapa Gading meluncurkan program unggulan MICRO (Minimal Invasive Cardiac Surgery with Rapid Recovery), yakni protokol bedah jantung terintegrasi yang menggabungkan teknik sayatan minimal, teknologi modern, visualisasi presisi tinggi, serta pendekatan pemulihan cepat.
"Program ini dirancang untuk meminimalkan trauma operasi, memperpendek lama rawat inap, mengurangi nyeri, mempercepat mobilisasi pasien, menurunkan risiko komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pascaoperasi. Melalui MICRO, pasien bedah bypass jantung tidak lagi harus menghadapi ketakutan akan operasi besar dan masa pemulihan yang panjang seperti pada metode konvensional, sekaligus menjadi simbol evolusi layanan bedah jantung Mitra Keluarga menuju standar internasional," jelas dr. Reagan.
Dukungan terhadap pengembangan layanan ini disampaikan Chief Operational Officer Mitra Keluarga Group dr. Christina Dian Anggraeni, MMRS. Ia menilai pencapaian tersebut menunjukkan kesiapan rumah sakit dalam menghadirkan layanan bedah jantung berstandar internasional di dalam negeri.
"Pencapaian 100 tindakan bedah jantung minimal invasif menjadi fondasi penting bagi pengembangan layanan jantung berstandar internasional di Indonesia. Pencapaian ini menunjukkan kesiapan Mitra Keluarga dalam menghadirkan layanan bedah jantung berkualitas tinggi yang dapat diakses masyarakat di dalam negeri, sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperluas layanan unggulan serupa ke lebih banyak kota di Indonesia," ujar dr. Christina.
Sementara itu, Direktur Regional Mitra Keluarga Group dr. Arina Yuli Roswitati, MS., MARS, menyampaikan bahwa penguatan layanan jantung harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.
"Penyakit jantung saat ini masih menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks, sehingga membutuhkan kesiapan layanan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Penguatan layanan jantung tidak hanya berfokus pada tindakan operatif, tetapi juga pada deteksi dini, kesinambungan perawatan, serta edukasi pasien," kata dr. Arina.
Transparansi
Sebagai bagian dari transparansi layanan, RS Mitra Keluarga Kelapa Gading juga memperkenalkan kebijakan harga tambahan sebesar Rp199.999.000 untuk layanan bedah jantung yang menerapkan protokol MICRO™. Kebijakan tersebut mencakup pemanfaatan teknologi medis berstandar tinggi, penggunaan instrumen khusus, penerapan protokol secara konsisten, peningkatan keselamatan operasi, serta optimalisasi perawatan intensif pascaoperasi.
Jaga Keseimbangan Kualitas
Melalui pencapaian dan pengembangan layanan ini, RS Mitra Keluarga Kelapa Gading menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara kualitas layanan dan perluasan akses bedah jantung modern bagi masyarakat.