Bor Jantung Perdana di Kepri, RSUD Raja Ahmad Tabib Cetak Sejarah Baru Layanan Jantung Nasional

RSUD Raja Ahmad Tabib di Tanjungpinang sukses lakukan tindakan 'Bor Jantung' (Rotational Atherectomy) perdana di Kepri, jadi solusi pasien plak keras tanpa perlu ke luar daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bor Jantung Perdana di Kepri, RSUD Raja Ahmad Tabib Cetak Sejarah Baru Layanan Jantung Nasional
RSUD Raja Ahmad Tabib di Tanjungpinang sukses lakukan tindakan 'Bor Jantung' (Rotational Atherectomy) perdana di Kepri, jadi solusi pasien plak keras tanpa perlu ke luar daerah. (AntaraNews)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) Provinsi Kepulauan Riau di Tanjungpinang berhasil mencatatkan sejarah baru dalam dunia medis. Pada Sabtu, 4 Oktober, rumah sakit ini sukses melakukan tindakan intervensi jantung canggih yang dikenal sebagai 'bor jantung' atau Rotational Atherectomy. Prosedur inovatif ini menjadi harapan baru bagi pasien dengan kondisi pembuluh darah jantung yang kompleks.

Tindakan medis ini merupakan yang perdana dilakukan di wilayah Kepulauan Riau, sekaligus menempatkan RSUD RAT sebagai salah satu pelopor di Indonesia. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan layanan kesehatan bertaraf nasional. Tim dokter RSUD RAT telah menjalani pelatihan intensif dan pendampingan dari tim ahli, termasuk proktorship dari tim medis Jepang.

Direktur RSUD RAT, dokter Bambang Utoyo, menjelaskan bahwa 'bor jantung' menjadi solusi vital bagi pasien yang memiliki plak keras atau klasifikasi pada pembuluh darah. Kondisi ini seringkali tidak dapat ditangani secara efektif dengan metode intervensi jantung konvensional lainnya. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah, bahkan ke luar negeri.

Tindakan Rotational Atherectomy, atau yang populer disebut 'bor jantung', adalah prosedur intervensi jantung yang dirancang khusus untuk mengatasi sumbatan pembuluh darah yang disebabkan oleh plak keras. Plak jenis ini, yang juga dikenal sebagai klasifikasi, sulit ditembus dengan balon atau stent biasa. Dengan teknologi ini, pasien mendapatkan penanganan yang lebih efektif dan presisi.

Dokter Bambang Utoyo menjelaskan bagaimana prosedur ini bekerja. "Dengan menggunakan alat bor berlapis berlian berukuran sangat kecil, sumbatan pada pembuluh darah dikikis sebelum dilakukan pemasangan balon atau cincin (stent)," ujarnya. Proses pengikisan ini memastikan jalur pembuluh darah terbuka optimal, mempersiapkan area untuk pemasangan stent agar hasilnya lebih maksimal.

Keberhasilan ini tidak hanya sekadar pencapaian teknis, tetapi juga membawa dampak signifikan bagi masyarakat. "Harapannya, pasien-pasien di Kepri tidak perlu lagi dirujuk ke Jakarta atau bahkan ke luar negeri untuk tindakan ini," kata Bambang. RSUD RAT kini mampu melakukan prosedur ini secara mandiri, meskipun tetap mendapat supervisi dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Selain keberhasilan 'bor jantung', RSUD Raja Ahmad Tabib juga terus mengembangkan layanan kesehatan lainnya untuk masyarakat Kepulauan Riau. Salah satu inovasi terbaru adalah dibukanya layanan One Day Care khusus untuk pasien anak penderita kanker darah. Layanan ini memungkinkan pasien anak menjalani kemoterapi tanpa perlu rawat inap.

Layanan One Day Care ini sangat membantu mengurangi beban pasien dan keluarga. Pasien anak dapat kembali ke rumah setelah menjalani sesi kemoterapi, meminimalkan waktu dan biaya perjalanan yang sebelumnya harus mereka tempuh ke Batam atau Jakarta. Ini adalah bagian dari upaya rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang komprehensif dan berorientasi pada pasien.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, yang turut memantau langsung pelaksanaan 'bor jantung' perdana, menyampaikan apresiasi tinggi. "Hari ini kita menyaksikan lompatan besar layanan kesehatan di Kepri. Tindakan intervensi jantung bor jantung adalah bukti komitmen rumah sakit kita dalam menghadirkan pelayanan kelas nasional," ucap Ansar. Ia juga menekankan pentingnya manajemen rumah sakit yang bersih, transparan, dan profesional.

Pemerintah Provinsi Kepri juga telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Ini termasuk pembangunan gedung baru lima lantai untuk poliklinik dengan anggaran sekitar Rp110 miliar. Selain itu, Pemprov Kepri aktif mengirimkan puluhan dokter spesialis dan subspesialis untuk pendidikan di dalam maupun luar negeri, guna memperkuat sumber daya manusia medis.

Ansar Ahmad menegaskan komitmennya. "Komitmen kami jelas, layanan kesehatan di Kepri harus terus meningkat. Harapan saya, RSUD RAT bisa menjadi rumah sakit rujukan terbaik se-Indonesia," katanya. Pelaksanaan tindakan 'bor jantung' perdana ini menjadi momentum bersejarah, menandai tonggak baru bagi pelayanan jantung di Kepri, memungkinkan masyarakat mengakses layanan medis modern tanpa harus bepergian jauh.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi