Fakta Mengejutkan: Penyakit Jantung Ancam 300 Ribu Orang Tiap Tahun, Ini Kata Spesialis Bedah!
Spesialis bedah jantung mengungkapkan bahwa penyakit jantung masih menjadi ancaman serius di Indonesia, dengan 300 ribu kasus baru dan angka kematian 45% setiap tahun. Apa penyebab dan bagaimana penanganannya?
Penyakit jantung terus menjadi momok serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia, demikian disampaikan oleh dr Sugisman, SpBTVK (K). Beliau adalah Spesialis Bedah Jantung, Thoracic, Cardiac dan Vascular (BTVK) sekaligus Konsultan Bedah Jantung Dewasa RS Premier Bintaro.
Dalam kegiatan Media Tour 2025 yang diselenggarakan di Makassar pada hari Sabtu, dr Sugisman memaparkan data yang mengkhawatirkan. Setiap tahun, tercatat sekitar 300 ribu kasus baru penyakit jantung di Indonesia, dengan angka kematian yang mencapai 45 persen dari total kasus tersebut.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman penyakit jantung tidak bisa dianggap remeh dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Tingginya angka kejadian dan kematian ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks dan saling berkaitan.
Ancaman Serius dan Faktor Pemicu Penyakit Jantung
Menurut dr Sugisman, tingginya angka kejadian dan kematian akibat penyakit jantung dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Faktor-faktor tersebut meliputi pola hidup yang kurang sehat, tingkat stres yang tinggi, serta keterlambatan dalam deteksi dini penyakit.
Meskipun sering dikaitkan dengan usia lanjut, penyakit jantung kini juga banyak menyerang usia produktif. Fenomena ini menjadi peringatan penting bagi seluruh lapisan masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan jantung mereka sejak dini.
Penyakit jantung dan penyakit kardiovaskular secara umum perlu ditangani dengan teknologi terkini. Hal ini mengingat posisinya sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Kesadaran akan risiko dan pentingnya pencegahan menjadi kunci untuk menekan angka kasus dan kematian. Edukasi mengenai gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin sangat krusial.
Pencegahan dan Perkembangan Teknologi Bedah Jantung
Menanggapi ancaman ini, dr Sugisman menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui gaya hidup sehat. Olahraga teratur dan pemeriksaan kesehatan berkala merupakan dua pilar utama dalam menjaga kesehatan jantung.
Selain upaya pencegahan, penanganan medis modern di bidang bedah jantung juga terus mengalami perkembangan signifikan. Inovasi ini diharapkan mampu secara efektif menekan angka kematian akibat penyakit jantung.
Kegiatan Media Tour 2025 di Makassar menjadi sarana penting untuk edukasi, khususnya bagi jurnalis dan masyarakat luas. Tema yang diusung, yaitu “Perkembangan Bedah Jantung Terkini”, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang risiko dan penanganan penyakit jantung.
Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat mengambil tindakan preventif dan kuratif yang tepat. Pengetahuan tentang teknologi bedah jantung terkini juga dapat memberikan harapan baru bagi pasien.
Inovasi Prosedur dan Komitmen RS Premier Bintaro
Dr Sugisman juga memaparkan berbagai prosedur operasi jantung modern yang tersedia saat ini. Prosedur-prosedur tersebut meliputi CABG/OPCAB (operasi bypass koroner), MVR/AVR/DVR (mitral/aortic/double valve replacement/repair), dan Bentall procedure (operasi perbaikan pada aneurisma aorta).
Selain itu, ada juga Total arch replacement (operasi perbaikan pada diseksi aorta), MICS (minimally invasive cardiac surgery), Maze procedure (operasi perbaikan irama jantung), dan Robotic cardiac surgery. Semua prosedur ini menunjukkan kemajuan pesat dalam penanganan penyakit jantung.
Melalui kegiatan ini, RS Premier Bintaro memperkenalkan layanan unggulan “Heart Centre” yang akan diresmikan pada tahun 2025. Pusat jantung ini menjadi salah satu pilihan penyedia layanan kesehatan yang berkomitmen.
RS Premier Bintaro bertekad menjadi rumah sakit unggulan dengan menghadirkan tenaga ahli berpengalaman dan fasilitas modern. Mereka berharap dapat memperluas edukasi kesehatan secara berkesinambungan ke seluruh wilayah Indonesia, serta menerima pasien dari berbagai daerah dengan keluhan penyakit jantung.
Sumber: AntaraNews