Mengenal Jenis Buta Warna: Parsial hingga Total, Apa Bedanya?
Buta warna adalah kondisi ketika seseorang kesulitan membedakan warna. Kenali berbagai jenis buta warna, mulai dari parsial hingga total.
Buta warna adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan dalam membedakan warna tertentu. Kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor genetik, penyakit mata, efek samping obat, atau penuaan. Apa saja jenis buta warna yang perlu diketahui? Bagaimana cara mendiagnosis dan mengatasi kondisi ini?
Secara garis besar, buta warna terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu buta warna parsial dan buta warna total. Buta warna parsial adalah kondisi ketika seseorang masih dapat melihat beberapa warna, tetapi kesulitan membedakan warna tertentu. Sementara itu, buta warna total adalah kondisi ketika seseorang tidak dapat melihat warna sama sekali.
Mari kita bahas lebih lanjut mengenai berbagai jenis buta warna, penyebab, cara mendiagnosis, dan opsi penanganan yang tersedia.
Jenis-Jenis Buta Warna Parsial
Buta warna parsial merupakan jenis buta warna yang paling umum terjadi. Penderita buta warna parsial masih dapat melihat warna, tetapi mengalami kesulitan dalam membedakan warna-warna tertentu. Berikut adalah beberapa jenis buta warna parsial:
- Buta Warna Merah-Hijau: Jenis buta warna parsial yang paling sering ditemukan. Penderita kesulitan membedakan nuansa merah dan hijau.
- Buta Warna Biru-Kuning: Jenis ini lebih jarang terjadi dan mempengaruhi pria dan wanita secara setara. Penderita kesulitan membedakan warna biru dan kuning.
Menurut National Eye Institute, buta warna merah-hijau terjadi pada sekitar 8% pria dan kurang dari 1% wanita di seluruh dunia. Kondisi ini disebabkan oleh tidak adanya atau tidak berfungsinya sel kerucut merah atau hijau di retina mata.
Gejala buta warna merah-hijau bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kondisi. Beberapa orang mungkin hanya mengalami kesulitan membedakan nuansa merah dan hijau tertentu, sementara yang lain mungkin tidak dapat membedakan warna merah dan hijau sama sekali.
Jenis-Jenis Buta Warna Total (Monokromasi)
Buta warna total atau monokromasi adalah jenis buta warna yang paling langka. Penderita tidak dapat melihat warna sama sekali, dan dunia hanya terlihat dalam nuansa hitam, putih, dan abu-abu. Sekitar 10% dari penderita buta warna total hanya dapat melihat warna putih, hitam, dan abu-abu.
Terdapat dua jenis utama monokromasi, yaitu:
- Monokromasi Batang: Hanya sel batang yang berfungsi.
- Monokromasi Kerucut: Hanya satu jenis sel kerucut yang berfungsi, biasanya sel kerucut biru.
Penderita monokromasi kerucut biru mungkin juga mengalami masalah mata lainnya seperti fotofobia (sensitif terhadap cahaya), nistagmus (gerakan mata yang tidak terkendali), dan miopia (rabun jauh).
Menurut Colour Blind Awareness, monokromasi batang sangat jarang terjadi, hanya mempengaruhi sekitar 1 dari 100.000 orang di seluruh dunia. Kondisi ini disebabkan oleh mutasi genetik yang memengaruhi fungsi sel batang di retina mata.
Penyebab Buta Warna
Sebagian besar kasus buta warna disebabkan oleh faktor genetik (keturunan), yang diturunkan melalui kromosom X. Oleh karena itu, buta warna lebih sering terjadi pada laki-laki. Namun, buta warna juga dapat disebabkan oleh faktor lain, seperti:
- Kerusakan saraf optik
- Efek samping obat-obatan tertentu
- Penyakit mata seperti katarak atau degenerasi makula
- Penuaan
Kerusakan saraf optik dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti trauma, infeksi, atau tumor. Beberapa obat-obatan tertentu, seperti obat jantung dan obat tekanan darah tinggi, juga dapat menyebabkan buta warna sebagai efek samping.
Penyakit mata seperti katarak dan degenerasi makula dapat memengaruhi kemampuan mata untuk melihat warna dengan benar. Penuaan juga dapat menyebabkan penurunan kemampuan melihat warna, meskipun biasanya tidak separah buta warna genetik.
Diagnosis dan Penanganan Buta Warna
Diagnosis buta warna biasanya dilakukan oleh dokter mata melalui tes Ishihara (menguji kemampuan melihat angka yang tersembunyi di dalam lingkaran berwarna) atau tes lainnya yang menilai persepsi warna.
Sayangnya, saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan buta warna. Namun, beberapa alat bantu seperti kacamata khusus atau aplikasi ponsel dapat membantu penderita membedakan warna dengan lebih baik. Terapi dan pelatihan adaptasi warna juga dapat membantu penderita beradaptasi dengan kondisi mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Kacamata khusus untuk buta warna bekerja dengan menyaring panjang gelombang cahaya tertentu yang menyebabkan kebingungan warna. Aplikasi ponsel dapat membantu mengidentifikasi warna dengan menggunakan kamera ponsel.