Jangan Abaikan! Tanda Kondom Sudah Kedaluwarsa yang Perlu Diketahui
Perhatikan tanda-tanda pada kemasan kondom yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa agar tetap efektif dalam memberikan perlindungan.
Kondom adalah alat kontrasepsi yang praktis dan aman untuk digunakan. Namun, tidak banyak orang yang menyadari bahwa kondom memiliki masa kedaluwarsa atau expired.
Menggunakan kondom yang telah melewati tanggal kedaluwarsanya dapat meningkatkan risiko kebocoran atau robek, sehingga efektivitasnya menurun. Menurut Michael Suwito, Group Brand Manager DKT Indonesia, kondom biasanya memiliki masa kedaluwarsa sekitar lima tahun sejak tanggal pembuatan. Kondom yang sudah kedaluwarsa sering kali terasa berbeda saat dibuka.
"Kalau kondom saat dibuka kering, dipakai juga susah itu biasanya sudah kedaluwarsa. Karena itu cairan lubrikasinya sudah hilang atau berkurang. Kan mesti ada lubrikasi biar mudah dipakai," jelas Michael dalam acara launching kampanye terbaru kondom Sutra di Jakarta, pada hari Jumat, 13 Februari 2026.
Jika seseorang tetap menggunakan kondom yang sudah kedaluwarsa, maka fungsi kondom tersebut tidak akan optimal. Padahal, kondom berfungsi untuk mencegah kehamilan dan juga mencegah infeksi menular seksual (IMS). Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa kondom yang digunakan belum kedaluwarsa dan cara pemakaiannya juga tepat sejak awal berhubungan.
"Ingat, kondom itu dual protection ya, bukan cuma mencegah kehamilan tapi juga melindung dari risiko infeksi menular seksual," kata dokter Erika, Clinical Training Manager DKT Indonesia, dalam kesempatan yang sama. "Kondom bukan sekadar alat kontrasepsi tapi bentuk self-care dan perlindungan untuk kedua belah pihak," tambahnya sebagai pesan penting.
Kondom merupakan elemen penting dalam pengalaman intim
Pada launching kampanye terbaru kondom Sutra yang berjudul "Mau Kalau Pakai Kondom", Cut Vellayati selaku Head of Marketing DKT Indonesia menyatakan bahwa perusahaan ingin menegaskan bahwa menggunakan alat kontrasepsi ini bukanlah pilihan terakhir.
"Lewat kampanye ini, kami ingin kondom menjadi bagian dari momen intim, sesuatu yang normal dibicarakan dan tidak bisa ditawar," ungkap Cut.
Dalam acara tersebut, komika Pandji Pragiwaksono juga turut hadir dan menyampaikan pandangannya. Ia menyoroti bahwa seringkali laki-laki mencari berbagai alasan untuk tidak menggunakan kondom. Namun, ketika perempuan dengan tegas meminta agar kondom digunakan, umumnya para pria akan mengikuti permintaan tersebut.
"Kalau pasangannya tegas, kebanyakan akhirnya nurut," jelas Pandji.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502503/original/087358700_1770983749-WhatsApp_Image_2026-02-13_at_6.51.22_PM.jpeg)
Menggunakan kondom sebagai bagian dari aktivitas foreplay
Dalam kesempatan yang sama, Adella Wulandari, seorang influencer di bidang kesehatan seksual, menjelaskan pentingnya penggunaan kondom sebagai elemen dalam foreplay atau sesi pemanasan sebelum melakukan hubungan seksual. Ia menambahkan bahwa jika ada yang merasa kesulitan, hal tersebut biasanya disebabkan oleh kurangnya pengalaman atau jarang menggunakan alat kontrasepsi tersebut.
"Kan perempuan bisa memakaikan dengan tangan, atau dengan kaki. Terserah, tapi itu bisa bagian dari foreplay," tuturnya.
Adella juga menekankan bahwa pemakaian kondom tidak hanya berfungsi untuk mencegah kehamilan tetapi juga dapat meningkatkan pengalaman seksual. Dengan mengintegrasikan kondom ke dalam foreplay, pasangan dapat menjadikan momen tersebut lebih intim dan menyenangkan.
"Dengan cara ini, pasangan bisa lebih menikmati prosesnya dan mengurangi rasa canggung yang mungkin ada," tambahnya.
Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kondom seharusnya tidak dianggap sebagai penghalang, melainkan sebagai bagian dari pengalaman seksual yang lebih menyeluruh.