Ciri-Ciri Angin Duduk, Apa Saja Perbedaannya dengan Gejala Serangan Jantung?
Angin duduk sering kali keliru dianggap sebagai serangan jantung. Pelajari gejala, penyebab, dan cara membedakannya di sini.
Nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba sering kali menimbulkan rasa panik, terutama jika nyeri tersebut terasa di sisi kiri. Banyak orang yang langsung menghubungkan gejala ini dengan serangan jantung, padahal ada kemungkinan penyebabnya adalah angin duduk. Meskipun kedua kondisi ini memiliki gejala yang serupa, perbedaan di antara keduanya cukup signifikan dan penting untuk dipahami agar penanganannya tidak keliru.
Angin duduk, atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai angina pectoris, terjadi ketika aliran darah yang kaya oksigen ke jantung terhambat akibat penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Di sisi lain, serangan jantung terjadi ketika terdapat penyumbatan total pada arteri jantung, yang menyebabkan otot jantung kekurangan oksigen dan berisiko mengalami kerusakan permanen.
Lalu, bagaimana cara membedakan angin duduk dengan serangan jantung? Apa saja ciri-ciri dan penyebabnya? Simak penjelasan lengkap berikut ini, dirangkum Merdeka.com, Senin (10/2).
Apa Itu Angin Duduk dan Penyebabnya?
Angin duduk merupakan kondisi di mana otot jantung mengalami kekurangan pasokan darah akibat adanya penyumbatan pada pembuluh darah. Beberapa penyebab utama yang dapat memicu terjadinya angin duduk antara lain:
- Penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner yang disebabkan oleh penumpukan lemak atau plak di arteri.
- Kadar kolesterol yang tinggi, yang mempercepat pembentukan plak di dalam pembuluh darah.
- Tingginya tekanan darah (hipertensi) yang meningkatkan beban kerja jantung dan mempercepat kerusakan pada pembuluh darah.
- Diabetes yang memengaruhi daya elastisitas pembuluh darah serta memperburuk sirkulasi darah.
- Stres yang dapat menyebabkan lonjakan hormon dan memicu penyempitan pembuluh darah secara tiba-tiba.
- Kebiasaan merokok yang memperburuk kondisi pembuluh darah serta mengurangi kadar oksigen dalam darah.
Angin duduk terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
- Angina stabil: Umumnya terjadi saat melakukan aktivitas fisik dan akan membaik setelah beristirahat.
- Angina tidak stabil: Dapat terjadi kapan saja, termasuk saat istirahat, dan berisiko tinggi menjadi serangan jantung.
- Angina varian (Prinzmetal): Disebabkan oleh kejang atau spasme pada arteri koroner yang menghambat aliran darah untuk sementara.
"Angin duduk alias angina adalah penyakit yang terjadi karena ada gangguan pasokan oksigen dan aliran darah ke otot jantung. Gejala khas dari penyakit ini adalah nyeri dada yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari," tulis laman halodoc.com.
Ciri-Ciri Angin Duduk yang Perlu Diketahui
Angin duduk memiliki sejumlah gejala khas yang harus diperhatikan, antara lain:
- Nyeri dada yang terasa seperti ditekan atau diremas.
- Ketidaknyamanan di area dada yang dapat menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, dan punggung.
- Sesak napas, terutama saat beraktivitas.
- Rasa lemas pada tubuh meskipun tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.
- Mual atau pusing yang muncul secara tiba-tiba.
- Pengeluaran keringat dingin tanpa alasan yang jelas.
Nyeri yang disebabkan oleh angin duduk umumnya berlangsung antara 3 hingga 15 menit dan dapat mereda setelah beristirahat atau mengonsumsi obat nitrat. Jika nyeri tidak kunjung reda setelah 15 menit, sangat penting untuk segera mendapatkan pertolongan medis, karena hal tersebut dapat menjadi indikasi serangan jantung.
Perbedaan Angin Duduk dan Serangan Jantung
Meskipun gejalanya tampak serupa, angin duduk dan serangan jantung memiliki perbedaan yang signifikan.
- Penyempitan pembuluh darah yang menghambat aliran darah menjadi penyebab utama angin duduk, sedangkan serangan jantung terjadi akibat penyumbatan total yang menyebabkan otot jantung kekurangan oksigen secara permanen.
- Nyeri dada pada angin duduk biasanya terasa seperti ditekan dan muncul saat beraktivitas, sementara nyeri pada serangan jantung lebih parah, dapat terjadi kapan saja, dan sering disertai sesak yang ekstrem.
- Durasi nyeri akibat angin duduk biasanya hanya beberapa menit dan akan membaik setelah beristirahat, sedangkan nyeri serangan jantung dapat berlangsung lebih lama dan semakin memburuk seiring waktu.
- Angin duduk umumnya dapat mereda dengan penggunaan obat nitrat, tetapi serangan jantung tidak menunjukkan perbaikan meskipun sudah mengonsumsi obat tersebut.
- Serangan jantung memiliki risiko menyebabkan kerusakan permanen pada jantung, sedangkan angin duduk jarang menyebabkan kerusakan jika segera ditangani dengan tepat.
Jika Anda mengalami nyeri dada yang tidak kunjung membaik setelah beristirahat atau justru semakin parah, segera hubungi layanan darurat untuk mendapatkan bantuan medis secepatnya.
Cara Mengatasi dan Mencegah Angin Duduk
Penanganan angin duduk bervariasi tergantung pada seberapa parah gejalanya. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi kondisi ini meliputi: Pertolongan Pertama Saat Mengalami Angin Duduk
- Segera hentikan aktivitas dan cari posisi duduk yang nyaman.
- Konsumsi obat nitrat sesuai petunjuk dokter untuk membantu merelaksasi pembuluh darah.
- Tarik napas dalam-dalam dan cobalah untuk tetap tenang guna mengurangi tekanan pada jantung.
- Apabila nyeri tidak kunjung reda dalam waktu 10-15 menit, segera cari bantuan medis.
Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Angin Duduk
- Hentikan kebiasaan merokok dan batasi konsumsi alkohol. Terapkan pola makan yang sehat dengan lebih banyak mengonsumsi buah, sayur, serta makanan rendah lemak jenuh.
- Lakukan olahraga secara rutin minimal 30 menit setiap hari untuk menjaga kesehatan jantung.
- Kelola stres dengan baik melalui meditasi, yoga, atau aktivitas yang menenangkan.
- Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama jika ada riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
Jika gejala angin duduk semakin parah, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur pemasangan ring jantung (stent) atau operasi bypass koroner untuk memperbaiki aliran darah ke jantung.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan diri Anda kepada dokter jika mengalami gejala-gejala seperti yang berikut ini:
- Rasa sakit di dada yang tidak kunjung reda meskipun sudah beristirahat.
- Kesulitan bernapas yang muncul secara tiba-tiba dan terasa berat.
- Kehilangan kesadaran atau pingsan.
- Nyeri di dada yang disertai dengan rasa mual, muntah, atau berkeringat dingin.
- Apabila gejala muncul secara mendadak, segeralah menghubungi layanan darurat untuk mendapatkan pertolongan medis.
FAQ Seputar Angin Duduk
Q: Apakah angin duduk bisa sembuh total?
A: Angin duduk tidak bisa sembuh total, tetapi bisa dikontrol dengan gaya hidup sehat dan obat-obatan.
Q: Bagaimana cara membedakan angin duduk dengan masuk angin biasa?
A: Masuk angin biasanya disertai perut kembung dan meriang, sedangkan angin duduk menyebabkan nyeri dada dan sesak napas.
Q: Apakah angin duduk bisa menyebabkan kematian?
A: Jika tidak ditangani, angin duduk dapat berkembang menjadi serangan jantung yang berisiko fatal.