5 Posisi Oral dan Sejumlah Mitos yang Melingkupinya, Apa Saja Jenisnya?
Bercinta secara oral merupakan salah satu pilihan atau variasi bagi pasangan suami istri untuk eksplorasi di ranjang.
Oral seks, sebuah bentuk hubungan intim yang melibatkan stimulasi organ kelamin menggunakan mulut, bibir, atau lidah, menjadi praktik yang umum di kalangan pasangan dari berbagai usia dan gender. Meski begitu, praktik ini tidak lepas dari mitos dan kesalahpahaman yang melingkupinya.
Secara umum, oral seks yang bisa dilakukan biasanya berupa fellatio (stimulasi oral pada penis) dan cunnilingus (stimulasi oral pada vagina). Dalam melakukannya, seperti dilansir dari WebMD, terdapat sejumlah posisi berikut yang bisa dicoba:
1. Berbaring Telentang
Posisi ini adalah salah satu yang paling populer dan nyaman untuk kedua pasangan. Salah satu pasangan berbaring telentang, sementara yang lain berbaring tengkurap dengan kepala di antara kaki pasangannya. Posisi ini memungkinkan akses penuh ke area genital, baik pada individu dengan penis maupun vagina. Beberapa orang merasa lebih mudah menikmati stimulasi dengan kaki melingkari kepala pasangan, memberikan kontrol lebih besar terhadap intensitas rangsangan.
2. Duduk di Wajah (Face-Sitting)
Dalam posisi ini, penerima berlutut di atas wajah pasangan yang sedang berbaring telentang. "Posisi ini memberikan kontrol lebih kepada penerima, memungkinkan mereka mengatur tekanan dan ritme," kata seorang ahli. Sebagai variasi, penerima dapat menghadap tubuh pasangan untuk memberikan pengalaman yang berbeda. Bagi pasangan yang lebih suka stabilitas, meletakkan tangan pada kepala tempat tidur atau permukaan lain bisa menjadi pilihan.
3. 69: Memberi dan Menerima Secara Bersamaan
Nama posisi ini merujuk pada angka "69" karena posisi tubuh pasangan saling bertolak belakang. Salah satu pasangan berbaring, sementara yang lain berada di atas, memungkinkan keduanya memberikan stimulasi oral secara bersamaan. Variasi lain dari posisi ini adalah berbaring menyamping, yang dapat mengurangi tekanan pada tubuh dan membuat pengalaman lebih nyaman.
4. Berdiri dan Berlutut
Dalam posisi ini, salah satu pasangan berdiri sementara yang lain berlutut di depannya. Posisi ini sering dianggap simbolik dalam budaya populer, tetapi juga memberikan fleksibilitas. Penerima dapat memandu kepala pasangan untuk mengatur intensitas, atau menempatkan salah satu kaki di bahu pasangan untuk akses yang lebih baik.
5. Di Ujung Tempat Tidur
Penerima berbaring di ujung tempat tidur dengan pinggul tepat di tepi, sementara pemberi berlutut atau duduk di lantai. Posisi ini memungkinkan akses langsung dan sudut yang ideal untuk stimulasi. Menggunakan bantal untuk mendukung lutut atau punggung dapat meningkatkan kenyamanan.
Mitos yang Masih Beredar tentang Oral Seks
Meski oral seks cukup umum, banyak mitos yang masih bertahan di masyarakat. Berikut beberapa mitos beserta faktanya:
Mitos 1: Oral Seks Bukanlah Seks
Banyak orang, terutama remaja dan dewasa muda, menganggap oral seks sebagai aktivitas "rendah risiko" yang tidak termasuk dalam kategori seks. Faktanya, meskipun berbeda dari hubungan penetratif, oral seks tetap merupakan aktivitas seksual yang melibatkan kontak intim dan risiko tertentu, seperti penularan infeksi menular seksual (IMS).
Mitos 2: Makanan Memengaruhi Rasa Cairan Tubuh
Ada keyakinan bahwa mengonsumsi makanan tertentu, seperti nanas atau asparagus, dapat mengubah rasa cairan tubuh. "Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini. Perubahan rasa lebih dipengaruhi oleh tingkat keasaman tubuh daripada makanan tertentu," jelas seorang ahli.
Mitos 3: Tidak Bisa Tertular IMS dari Oral Seks
Banyak orang menganggap oral seks sepenuhnya aman. Faktanya, berbagai IMS seperti herpes, gonore, sifilis, dan bahkan HIV dapat ditularkan melalui oral seks. Menggunakan kondom atau dental dam dapat membantu mengurangi risiko ini secara signifikan.
Mitos 4: Semua Orang Menikmati Oral Seks
Preferensi seksual sangat bervariasi. Tidak semua orang menikmati memberi atau menerima oral seks, dan hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis, budaya, atau fisik. "Menghormati batasan pasangan adalah kunci untuk menjaga hubungan tetap sehat dan harmonis," ujar seorang konselor hubungan.
Mitos 5: Oral Seks Aman untuk Semua Orang
Oral seks memang memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan hubungan penetratif, tetapi tetap memiliki potensi risiko. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko termasuk sistem imun yang lemah, kesehatan mulut yang buruk, dan adanya luka atau infeksi pada mulut atau organ kelamin.
Cara Meningkatkan Keamanan Oral Seks
Agar tetap aman, ada beberapa langkah yang dapat diambil:
Gunakan Pengaman: Gunakan kondom tanpa pelumas untuk penis, atau dental dam untuk vagina dan anus. Jika tidak tersedia, kondom dapat dipotong untuk membuat penghalang darurat.
Jaga Kebersihan: Mencuci area genital dengan sabun lembut sebelum dan sesudah aktivitas dapat mencegah penyebaran bakteri.
Hindari Luka pada Mulut: Jangan menyikat atau membersihkan gigi terlalu keras sebelum oral seks untuk menghindari luka kecil yang dapat meningkatkan risiko infeksi.
Rutin Tes IMS: Pemeriksaan rutin membantu mengetahui status kesehatan seksual Anda dan pasangan, terutama jika memiliki pasangan baru.
Oral seks dapat menjadi bagian dari hubungan yang sehat dan memuaskan asalkan dilakukan dengan komunikasi yang baik, persetujuan bersama, dan tindakan pencegahan. Memahami berbagai posisi serta membongkar mitos yang salah dapat membantu pasangan menikmati aktivitas ini dengan lebih aman dan nyaman. Sebagai pengingat, "Keselamatan dan kesenangan kedua pasangan harus selalu menjadi prioritas utama."