Waspada Melakukan Oral Baik untuk Pemberi Maupun Penerima, Pikir Dua Kali Sebelum Melakukannya!
Melakukan oral seks merupakan hal yang bisa berisiko terhadap kesehatan. Pahami risikonya!
Oral seks mungkin dianggap sebagai aktivitas seksual yang lebih aman dibandingkan dengan hubungan seksual melalui genital. Namun, ini bukan berarti tanpa risiko. Banyak orang tidak menyadari bahaya yang dapat timbul dari aktivitas ini, baik untuk pemberi maupun penerima.
Oleh karena itu, penting untuk memahami risiko-risiko tersebut sebelum memutuskan untuk melakukannya. Dilansir dari WebMD, berikut sejumlah risiko kesehatan yang mungkin muncul akibat kebiasaan melakukan oral seks.
Risiko Penyakit Menular Seksual (PMS) Akibat Oral Seks
Meski kemungkinan terkena PMS melalui oral seks lebih rendah dibandingkan dengan hubungan seksual vaginal atau anal, risiko itu tetap ada. Beberapa PMS yang umum ditularkan melalui oral seks meliputi:
Herpes
Virus herpes dapat menyebar melalui kontak antara area yang terinfeksi dengan luka atau goresan di kulit sekitar mulut atau genital. Yang perlu diwaspadai, herpes bisa menular meskipun penderita tidak menunjukkan gejala apa pun. “Jika Anda atau pasangan memiliki gejala herpes, sebaiknya hindari oral seks dan ciuman sampai gejala benar-benar hilang,” saran para ahli kesehatan.
Gonore dan Klamidia
Kedua infeksi bakteri ini dapat menular melalui cairan tubuh seperti semen, darah, atau cairan vagina. Infeksi terjadi ketika cairan yang terinfeksi bersentuhan dengan mulut, bibir, atau tenggorokan.
HIV
Risiko penularan HIV melalui oral seks memang sangat kecil, tetapi tetap ada. HIV bisa masuk ke tubuh melalui luka kecil atau luka terbuka di mulut atau area genital.
Sifilis
Penyakit ini sangat menular, terutama jika terdapat luka atau ruam di area genital, anus, bibir, atau mulut. Kontak langsung dengan luka tersebut dapat menyebabkan penularan sifilis.
Human Papillomavirus (HPV)
HPV adalah salah satu infeksi menular seksual yang paling umum dan sering kali tidak menunjukkan gejala. Meski sebagian besar kasus HPV tidak berbahaya, beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kanker, termasuk kanker tenggorokan dan orofaring. Menggunakan pengaman seperti kondom atau dental dam dapat mengurangi risiko tertular HPV.
Infeksi Lain yang Perlu Diwaspadai
Selain PMS, oral seks juga dapat menyebabkan berbagai infeksi lain yang jarang disadari:
Infeksi Genital
Saat melakukan oral seks, bakteri dari mulut dapat masuk ke uretra atau vagina, menyebabkan infeksi saluran kemih atau bacterial vaginosis. Infeksi ini biasanya dapat diobati dengan antibiotik, tetapi tetap menimbulkan rasa tidak nyaman. Jika salah satu pasangan memiliki infeksi jamur, seperti kandidiasis, infeksi ini juga dapat menyebar melalui oral seks.
Infeksi Usus
Aktivitas oral pada area anus dapat menyebabkan bakteri atau parasit dari kotoran masuk ke saluran pencernaan, yang berpotensi menimbulkan diare atau infeksi saluran cerna lainnya.
Hepatitis A dan B
Hepatitis A, yang menyerang organ hati, dapat menyebar melalui kontak dengan kotoran yang terinfeksi. Hepatitis B juga dapat menular melalui cairan tubuh, meskipun risikonya lebih kecil dalam aktivitas oral seks kecuali terjadi kontak dengan darah.
Kaitannya dengan Kanker Tenggorokan
Oral seks memang tidak secara langsung menyebabkan kanker, tetapi dapat meningkatkan risiko infeksi HPV, yang diketahui sebagai salah satu penyebab utama kanker tenggorokan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah pasangan oral seks dapat meningkatkan risiko terkena kanker tenggorokan akibat HPV. Namun, penting untuk dicatat bahwa meskipun infeksi HPV cukup umum, hanya sebagian kecil kasus yang berkembang menjadi kanker.
“Kurang dari 1% orang yang terkena HPV akan mengembangkan kanker terkait infeksi tersebut,” menurut para ahli. Untuk melindungi diri, vaksinasi HPV dapat menjadi solusi yang efektif, terutama bagi mereka yang aktif secara seksual.
Faktor-Faktor yang Meningkatkan Risiko Infeksi
Beberapa faktor dapat meningkatkan peluang tertular infeksi melalui oral seks, antara lain:
Sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Kondisi kesehatan mulut yang buruk, seperti gigi berlubang, penyakit gusi, atau luka di mulut.
Riwayat memiliki banyak pasangan seksual atau pasangan yang tidak diketahui status kesehatannya.
Adanya riwayat PMS sebelumnya.
Pentingnya Persetujuan dalam Oral Seks
Selain risiko kesehatan, aspek psikologis dan etika juga perlu diperhatikan. Seperti aktivitas seksual lainnya, oral seks harus dilakukan dengan persetujuan kedua belah pihak. Komunikasi adalah kunci untuk memastikan kenyamanan dan kepuasan bersama.
“Jangan pernah melakukan atau menerima oral seks jika Anda merasa tertekan atau tidak nyaman. Persetujuan adalah hal yang mutlak, dan orang yang berada di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan tidak dapat memberikan persetujuan yang sah,” tegas para ahli.
Cara Melindungi Diri
Jika Anda memutuskan untuk melakukan oral seks, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk meminimalkan risiko:
Gunakan kondom atau dental dam untuk melindungi diri dari PMS.
Jaga kebersihan mulut dan genital dengan baik sebelum dan sesudah aktivitas seksual.
Hindari oral seks jika Anda atau pasangan memiliki luka, ruam, atau gejala infeksi lainnya.
Lakukan tes kesehatan seksual secara rutin, terutama jika Anda memiliki pasangan seksual lebih dari satu.
Oral seks memang dapat memberikan kepuasan dalam hubungan, tetapi risikonya tidak boleh diabaikan. Dari PMS hingga infeksi lain yang jarang disadari, penting untuk memahami bahaya yang mungkin terjadi. Pikir dua kali sebelum melakukannya, dan pastikan untuk selalu mengutamakan kesehatan, keselamatan, dan persetujuan. Dengan langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat mengurangi risiko dan menjaga kesehatan seksual Anda serta pasangan Anda.