4 Manfaat Cuka Sari Apel untuk Kesehatan Selain Menurunkan Berat Badan
Berikut adalah beberapa keuntungan lain dari cuka sari apel selain untuk menurunkan berat badan.
Saat ini, banyak orang menyadari bahwa diet yang sedang populer cenderung tidak efektif dalam jangka panjang. Meskipun demikian, dunia kesehatan terus mencari metode "cepat" untuk menurunkan berat badan, salah satunya adalah dengan menggunakan cuka sari apel.
Terdapat harapan bahwa cuka sari apel bisa menjadi solusi alami yang diidamkan untuk menurunkan berat badan. Namun, apakah cuka sari apel benar-benar memberikan hasil yang diharapkan menurut para ahli? Sebuah penelitian kecil yang dilakukan di Lebanon melibatkan 120 peserta yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
Mereka secara acak diberikan plasebo atau dosis cuka sari apel sebanyak lima, 10, atau 15 mL selama 12 minggu. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi dosis tertinggi dari cuka sari apel mengalami penurunan berat badan, bahkan ada yang berhasil menurunkan hingga 7 kg. Namun, penting untuk mengetahui apakah penelitian lain juga mendukung hasil ini.
Para ahli memberikan penjelasan mengenai apakah Anda sebaiknya mencoba cuka sari apel untuk menurunkan berat badan, dosis yang disarankan jika Anda ingin menambahkannya ke dalam rutinitas, serta kemungkinan efek samping yang mungkin terjadi, simak ulasan lengkapnya dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber, Rabu(22/1/2025).
Bagaimana cuka sari apel dapat membantu menurunkan berat badan?
Untuk memulai, perlu ditegaskan bahwa satu-satunya metode yang telah terbukti secara ilmiah untuk menurunkan berat badan adalah dengan mengonsumsi kalori lebih sedikit daripada yang dibakar, atau dengan menciptakan defisit kalori, serta melakukan olahraga secara teratur untuk membakar kalori berlebih.
Mengenai peran cuka sari apel (ACV) dalam proses ini, bukti yang ada masih terbatas. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Functional Foods, yang melibatkan 39 orang dewasa, ditemukan bahwa peserta yang mengonsumsi satu sendok makan cuka sari apel saat makan siang dan malam, sambil mengurangi asupan kalori sebanyak 250 kalori per hari, berhasil menurunkan berat badan hingga 4 kg dalam waktu 12 minggu.
Sementara itu, mereka yang juga mengurangi kalori tetapi tidak mengonsumsi cuka sari apel hanya kehilangan 2 kg. Selain itu, terdapat penelitian lain yang dipublikasikan dalam Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry, di mana 144 orang dewasa dengan obesitas dibagi secara acak untuk mengonsumsi plasebo atau satu hingga dua sendok makan cuka sari apel setiap hari selama 12 minggu.
Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi dua sendok makan cuka sari apel kehilangan hampir 4 pon, sedangkan yang mengonsumsi satu sendok makan kehilangan 1 kg. Di sisi lain, mereka yang mengonsumsi plasebo justru mengalami peningkatan berat badan. Meskipun demikian, hasil-hasil ini tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa cuka sari apel adalah solusi ajaib untuk menurunkan berat badan.
Erin Palinksi-Wade, R.D., C.D.E., L.D.N., menjelaskan, "Studi-studi ini dilakukan pada populasi yang sangat kecil. Namun, hasil yang konsisten menunjukkan bahwa ACV mungkin merupakan alat yang bermanfaat dalam mengurangi berat badan."
Apakah cuka sari apel memiliki manfaat kesehatan yang lain?
Untuk memastikan manfaat kesehatan dari cuka sari apel (ACV), penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Meskipun demikian, terdapat sejumlah bukti yang menunjukkan potensi ACV dalam membantu manajemen gula darah, seperti yang diungkapkan oleh Gregory Curtis, M.D., seorang dokter spesialis penurunan berat badan dan direktur perawatan klinis di Knownwell.
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi cuka setelah makan dapat meningkatkan fungsi insulin dan menurunkan kadar gula darah. Selain itu, sebuah tinjauan yang dilakukan pada tahun 2021 juga menyatakan bahwa konsumsi ACV dapat memberikan manfaat terhadap status glikemik pada orang dewasa.
Namun, tinjauan tersebut juga menekankan perlunya penelitian tambahan untuk sepenuhnya memahami potensi kesehatan dari ACV. Semua penelitian yang ada mengenai ACV dan penurunan berat badan umumnya berasal dari studi yang berskala kecil, sehingga sulit untuk menarik kesimpulan yang definitif, seperti yang diungkapkan oleh Cording.
"Kami benar-benar tidak memiliki data konklusif tentang hal ini," tambahnya. Meskipun demikian, ada kemungkinan manfaat lain yang dapat diperoleh dari ACV.
1. Membuat Anda merasa lebih kenyang, lebih lama
Rasa kenyang yang dihasilkan oleh ACV biasanya disebabkan oleh pengosongan lambung yang tertunda. Hal ini terjadi ketika proses pencernaan melambat, sehingga Anda merasa kenyang lebih lama, menurut penjelasan Dr. Curtis.
Selain itu, mual yang sering dialami setelah mengonsumsi ACV juga dapat menyebabkan seseorang merasa enggan untuk makan, meskipun tidak selalu berujung pada rasa kenyang yang berkepanjangan.
2. Makanan ini dapat Membantu Menambah Rasa Kenyang
ACV mungkin juga berkontribusi pada penurunan nafsu makan Anda, yang dikenal oleh para ahli sebagai peningkatan rasa kenyang.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Carol Johnston, Ph.D., yang dipublikasikan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, ditemukan bahwa peserta yang mengonsumsi cairan fermentasi sebelum makan mengurangi asupan kalori hingga 275 kalori selama sisa hari tersebut. Namun, penyebab dari fenomena ini masih belum sepenuhnya dipahami.
3. Dapat Membantu Mencegah Penyakit Kardiovaskular
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2014 di Journal of Food Science menunjukkan bahwa cuka, termasuk cuka sari apel, dapat berperan dalam mengurangi dampak diabetes dan mencegah penyakit kardiovaskular berkat sifat antioksidannya.
Cuka sari apel mengandung polifenol dalam jumlah tinggi, seperti asam klorogenat, yang berpotensi meningkatkan kesehatan jantung dengan menghambat oksidasi kolesterol LDL yang berbahaya.
4. Mampu Mengendalikan Peningkatan Kadar Gula Darah
Selain itu, cuka sari apel (ACV) tampaknya memiliki manfaat yang dapat mendukung upaya Anda dalam menurunkan berat badan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Functional Foods pada tahun 2013 menunjukkan bahwa mengonsumsi cuka sari apel sebelum makan dapat mengurangi lonjakan gula darah.
Penelitian lain yang diterbitkan dalam Annals of Nutrition & Metabolism pada tahun 2010 juga menemukan bahwa mengonsumsi dua sendok teh ACV saat makan dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah dan mengurangi lonjakan gula setelah makan.
Meskipun alasan di balik fenomena ini belum sepenuhnya dipahami, peneliti nutrisi seperti Johnston dari Arizona State University menduga bahwa senyawa dalam cuka dapat menghambat penyerapan beberapa jenis pati.
Hal ini penting karena fluktuasi kadar gula darah yang tinggi dan rendah sering kali memicu keinginan untuk mengonsumsi camilan manis.
"Jadi, jika cuka sari apel dapat membantu mengendalikan gula darah, ini dapat membantu mengelola keinginan dan mengontrol porsi, yang berpotensi menyebabkan lebih sedikit kalori yang dikonsumsi," jelas Amy Goodson, M.S., R.D., C.S.S.D., L.D.