Tahukah Anda? KPU Sulut Dorong Soliditas dan Penguatan SDM untuk Pemilu Transparan
KPU Sulut gencar tingkatkan soliditas dan kapasitas SDM untuk memastikan pemilu berjalan transparan dan akuntabel. Simak strategi mereka!
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara (Sulut) secara aktif mendorong soliditas internal dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di seluruh jajarannya. Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan profesionalitas kerja dan integritas kelembagaan dalam menyongsong tahapan demokrasi mendatang. Ketua KPU Sulut, Kenly Poluan, menegaskan pentingnya upaya ini dalam sebuah rapat koordinasi yang berlangsung di Manado pada Jumat, 18 Oktober.
Dalam rapat koordinasi penguatan kapasitas SDM dan kelembagaan tersebut, Kenly Poluan menekankan bahwa KPU harus berfungsi sebagai entitas yang solid dan kuat, beroperasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, optimalisasi setiap fungsi di dalam divisi KPU menjadi prioritas utama. Inisiatif ini juga mencakup pembagian pengalaman dan pengetahuan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru bergabung, khususnya terkait substansi dan teknis pelaksanaan tahapan demokrasi.
Selain fokus pada soliditas internal, KPU Sulut juga berkomitmen untuk meningkatkan transparansi informasi publik. Kenly Poluan berharap fungsi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dapat dimaksimalkan, sehingga masyarakat dapat memperoleh akses informasi secara transparan, namun tetap mematuhi regulasi yang ada. Penguatan ini diharapkan mampu membangun kepercayaan publik terhadap proses dan hasil pemilu.
Memperkuat Profesionalitas dan Integritas KPU Sulut
Ketua KPU Sulawesi Utara, Kenly Poluan, secara tegas menyatakan bahwa "Pentingnya soliditas kelembagaan dan profesionalitas kerja di lingkungan KPU." Pernyataan ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait di Manado. Dorongan ini merupakan bagian integral dari upaya KPU Sulut untuk memastikan setiap tahapan pemilu berjalan lancar dan akuntabel.
Kenly juga menyoroti perlunya KPU untuk tetap solid dan kuat, serta selalu bekerja sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Hal ini berarti setiap divisi di lingkungan KPU harus memaksimalkan fungsinya masing-masing. Fokus pada profesionalitas ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kesalahan dan meningkatkan efisiensi kerja seluruh jajaran KPU Sulut.
Selain itu, Kenly Poluan mengingatkan pentingnya berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada ASN yang baru bergabung. Proses transfer ilmu ini mencakup aspek substansi maupun teknis pelaksanaan tahapan demokrasi. Dengan demikian, diharapkan seluruh personel KPU, baik yang lama maupun yang baru, memiliki pemahaman yang komprehensif dan seragam dalam menjalankan tugasnya.
Adaptasi Digital dan Peningkatan Kapasitas SDM Berkelanjutan
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Sekretaris KPU Sulut, Meidy Malonda, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM yang berkualitas dan adaptif terhadap era digital. Menurutnya, KPU harus mampu memberikan pelayanan prima dengan dukungan SDM yang mumpuni. ASN KPU dituntut untuk tidak hanya adaptif, tetapi juga transparan dan berintegritas dalam setiap tugas yang diemban.
Meidy Malonda secara khusus menyatakan, “KPU harus mampu melayani dengan SDM yang berkualitas. ASN KPU dituntut untuk adaptif, transparan, dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya. Penguasaan teknologi digital menjadi kunci untuk mewujudkan tata kelola kelembagaan yang transparan dan akuntabel.” Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi penguasaan teknologi digital sebagai fondasi tata kelola kelembagaan yang modern dan akuntabel.
Peningkatan kapasitas SDM ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berintegritas. Dengan SDM yang berkualitas dan adaptif, KPU Sulut optimis dapat menghadapi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pemilu. Hal ini juga sejalan dengan upaya untuk selalu memberikan informasi yang akurat dan mudah diakses oleh publik.
Kolaborasi dan Harmonisasi untuk Kelembagaan yang Kuat
Anggota KPU Sulut, Awaluddin Umbola, turut menegaskan pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang harmonis dalam memperkuat kelembagaan KPU. Menurutnya, setiap unsur di KPU harus saling menguatkan, memotivasi, dan terbuka dalam berdiskusi untuk mencari solusi atas setiap permasalahan yang muncul. Pendekatan ini diyakini akan menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan sinergis.
Umbola menjelaskan, “Setiap unsur di KPU harus saling menguatkan, memotivasi, dan terbuka dalam berdiskusi untuk memecahkan masalah. Dengan harmonisasi dan kerja sama yang baik, roda organisasi akan terus berjalan sesuai fungsinya.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa kerja sama tim adalah kunci keberhasilan KPU dalam menjalankan mandatnya.
Melalui kolaborasi yang erat, KPU Sulut berharap seluruh jajarannya semakin solid dan adaptif terhadap perubahan zaman. Lembaga ini juga bertekad untuk menjadi organisasi yang transparan dan berintegritas tinggi. Kegiatan penguatan kapasitas SDM ini diikuti oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas dan SDM) KPU, Sekretaris, serta Kepala Subbagian yang membidangi SDM di KPU kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.
Sumber: AntaraNews