Sindiran Keras PDIP: Sudah Ada yang Jadi Bulan Masih Ingin Matahari, Bikin Masalah
Lebih lanjut, saat disunggung apakah sosok tersebut adalah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Deddy enggan menjawab secara lugas.
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpesan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, agar tak ada matahari kembar di pemerintahannya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus mengaku sepakat dengan pesan SBY. Sebab, saat ini ada sosok yang diibaratkan seperti bulan namun selalu ingin menjadi matahari.
"Wah itu pesan yang baik, sebenarnya kan bukan matahari kembar, ini sudah ada yang jadi bulan masih pengen matahari juga. Jadi selalu kalau datang bulan itu kan bikin masalah," kata Deddy, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/2).
Lebih lanjut, saat disunggung apakah sosok tersebut adalah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Deddy enggan menjawab secara lugas. Dia hanya menegaskan, matahari saat ini hanya Prabowo. Akan tetapi, ada sosok seperti bulan yang enggan untuk purnama.
"Ya enggak tahu, tapi saya sih menganggap bahwa matahari cuman Pak Prabowo. Kalau yang lain mah merasa matahari atau bulan yang enggak purnama lagi gitu saja," imbuhnya.
SBY Beri Pesan ke Prabowo
Sebelumnya, SBY menegaskan, dirinya menghormati posisi Prabowo sebagai presiden dan sebaliknya. Namun, SBY mengingatkan Prabowo agar tidak ada dualisme kepemimpinan di Indonesia.
“Saya menghormati beliau, dan beliau hormati saya, dan falsafah saya, di Indonesia hanya ada satu matahari, Pak Prabowo tak boleh ada matahari kembar,” tegas SBY.
Dia pun berdoa agar Prabowo selalu diberikan kekuatan dalam menghadapi segala badai yang menerjang dan memutuskan kebijakan terbaik bagi rakyat.
“I trust him, memang persoalan selalu ada dan komplek, ekonomi sekarang seperti ini, fiskal kita dan sebagainya Pak Prabowo juga tahu itu. I’m hoping beliau bisa menetapkan kebijakan yang tepat keputusan yang juga tepat, sehingga apapu! masalah dihadapi pemerintah Pak Prabowo bisa mengatasinya," tutup SBY.