Rapat dengan Komdigi, Senator DPD Hidayattollah Beberkan Kunci Mengatasi Masalah Judol di Indonesia
Ia menekankan pentingnya pendekatan penindakan yang disertai dengan kebijakan jangka panjang yang berbasis edukasi dan pemerataan akses.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Muhammad Hidayattollah, mengusulkan penguatan literasi digital nasional sebagai langkah strategis untuk menghadapi berbagai tantangan, seperti maraknya judi online, iklan pinjaman online ilegal, dan konten media sosial yang tidak mendukung anak di bawah umur.
Dalam rapat kerja Komite I DPD RI bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI di Gedung DPD RI, Jakarta, ia menekankan pentingnya pendekatan penindakan yang disertai dengan kebijakan jangka panjang yang berbasis edukasi dan pemerataan akses.
"Pemblokiran dan penertiban penting, namun literasi digital harus menjadi fondasi agar masyarakat, khususnya anak muda, memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam bermedia digital," ujar Muhammad Hidayattollah,
Ia juga menyoroti perlunya pemerataan jaringan internet di seluruh Indonesia, dengan fokus khusus pada Kalimantan Selatan, terutama di wilayah Pegunungan Meratus dan desa-desa terpencil yang masih mengalami keterbatasan akses.
Usulan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas ruang publik digital dan melindungi generasi muda dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh konten digital yang tidak bertanggung jawab.
Gencarkan Program Literasi
Lebih jauh, Muhammad Hidayattollah mengajak agar program literasi digital menyertakan partisipasi kaum muda, kreator konten, dan influencer. Hal ini penting karena mereka memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk budaya serta perilaku digital di kalangan masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa DPD RI, melalui Komite I, siap untuk bersinergi dan mengawasi kebijakan Komdigi RI. Tujuannya adalah agar implementasi kebijakan tersebut dapat memberikan manfaat yang nyata hingga ke daerah, terutama di Kalimantan Selatan.