Profil Wawali Bontang Agus Haris
Agus mengatakan bahwa pemerintah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bontang.
Kota Bontang memasuki babak baru kepemimpinan, setelah pelantikan Wali Kota Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris untuk masa jabatan 2025–2030. Pasangan ini resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025.
Salah satunya tengah memperkuat ketenagakerjaan lewat Sosialisasi Pelayanan Antar Kerja. Hal itu upaya tindak lanjut Perda Kota Bontang Nomor 10 Tahun 2018 tentang Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Kerja.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang sekaligus memberikan arahan kepada peserta.
Agus mengatakan bahwa pemerintah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bontang.
"Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan visi Kota Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan sebagai daerah mitra IKN," ujarnya, Selasa (18/11).
Ia menegaskan sektor ketenagakerjaan sedang menjadi sorotan karena mempunyai efek domino bagi kehidupan.
"Sektor ketenagakerjaan selalu menjadi perhatian karena pengaruhnya sangat signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan. Untuk itu, semua pihak harus berperan secara nyata dan terencana dalam membangun sektor ini," tegasnya.
Profil Wawali Bontang
Agus Haris lahir pada 2 maret 1972, menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bontang untuk periode 2025–2030 bersama Neni Moerniaeni setelah dilantik bersamaan di Istana Negara. Sebelum memegang jabatan ini, Agus pernah menjadi anggota DPRD Kota Bontang selama dua periode dan terakhir menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD.
Aktif Kegiatan Sosial
Sebagai wakil wali kota, Agus aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan. Dalam acara tasyakuran Paguyuban Loktuan Guntung Sidrap (Loktungsi) ke-2, ia menyampaikan pentingnya paguyuban sebagai perekat kebudayaan dan komponen penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, di lansir dari beberapa sumber.
Ia juga menekankan penguatan organisasi kemasyarakatan (Ormas) sebagai mitra pembangunan. Dalam sosialisasi UU Ormas, Agus menyebut Ormas sebagai "garda terdepan" untuk merawat keberagaman di Bontang dan memastikan partisipasi aktif warga dalam visi pembangunan kota.
Dorong Salat Subuh Berjamaah
Dalam bidang keagamaan, Agus mendorong salat Subuh berjamaah dan berencana menaikkan insentif imam masjid demi menguatkan nilai-nilai keislaman di masyarakat.
Sebagai pemimpin pemerintahan, Agus pernah memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional 2025, di mana ia menegaskan pentingnya persatuan dan kemandirian bangsa. Dalam momentum Hari Pahlawan 2025, ia mengajak warga Bontang untuk meneruskan semangat perjuangan para pahlawan melalui pengabdian dan solidaritas.
Agus juga tak segan menegur internal pemerintahan; misalnya ketika rapat penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem tertunda, ia mengkritik kurangnya kedisiplinan ASN sebagai hambatan efektivitas kebijakan publik.
Reporter Magang - Mochamad Aidil Akbar