Otto Hasibuan Diminta Prabowo Bantu Urus Hukum dan Hakim, Isyana Bagoes Oka jadi Wamen?
Mereka satu per satu menemui Prabowo ikut seleksi calon wakil menteri maupun kepala badan dan lembaga.
Pengacara senior Otto Hasibuan bertemu dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto di kediaman Kertanegara, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan tersebut, ia mengungkapkan bahwa mereka membahas perkembangan hukum di Indonesia.
"Beliau meminta agar saya memberikan perhatian khusus terhadap keadaan negara kita, termasuk perkembangan di bidang peradilan. Dia menginginkan hal ini diperhatikan, dan masih banyak hal lainnya yang perlu dibahas. Mungkin nanti kalian bisa bertanya langsung kepada Pak Presiden," kat Otto di rumah Kertanegara, Selasa (15/10).
Otto tidak menjelaskan mengenai posisinya dalam kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran yang akan datang. "Tanya saja kepada Pak Presiden," ujar Otto.
Otto menegaskan bahwa dalam diskusi tersebut, mereka membahas berbagai aspek hukum, termasuk pengadilan dan hakim. "Kami berbicara mengenai hukum, bagaimana sistem peradilan, dan soal hakim," tegas Otto.
Otto juga menyampaikan bahwa ia baru dihubungi untuk menghadap Prabowo sekitar pukul 13.30 siang. Selain itu, Otto menambahkan bahwa ia telah menandatangani pakta integritas.
"Tentu saja saya sudah menandatangani pakta integritas. Karena untuk membantu Presiden, kita harus berkomitmen," jelas Otto.
Selain Otto, Prabowo juga memanggil Isyana Bagoes Oka bergabung ke kabinet. Politisi Partai Solidaritas Indonesia tersebut turut hadir di Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10).
Isyana Tidak banyak berkomentar ditanya isi pertemuan dengan Prabowo. Namun Isyana akan siap ditempatkan sesuai kebutuhan.
"Kisi-kisi sesuai bidang dan sesuai dengan apa yang jadi passion," ungkap Isyana.
Sedangkan Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, mengunjungi kediaman Presiden terpilih Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan tersebut, ia mengonfirmasi kesediaannya untuk berkontribusi dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
"Ada arahan mengenai tantangan yang akan dihadapi Indonesia ke depan, sehingga perlu fokus dalam menghadapi situasi global yang tidak stabil," ungkap Nezar di kediaman Prabowo pada Selasa (15/10).
Nezar juga menyampaikan bahwa Prabowo Subianto menekankan pentingnya konsolidasi kekuatan nasional dan fokus dalam bekerja untuk mengantisipasi berbagai tantangan. "Semua pihak diharapkan dapat bekerja dengan baik," tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa tidak ada arahan khusus yang dibahas dengan Prabowo dan tidak memberikan penjelasan mengenai kemungkinan kembali menjabat sebagai wakil menteri Kominfo. "Nanti Presiden yang akan mengumumkan, jadi tunggu saja," tegas Nezar.
Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, juga mengunjungi kediaman Prabowo Subianto pada hari yang sama. Ia menyebutkan bahwa diskusi yang dilakukan lebih berfokus pada ekonomi rakyat. Meskipun tidak menjelaskan posisi yang akan diembannya di pemerintahan Prabowo-Gibran, Budi Arie menekankan perlunya mengorganisir masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
"Kita perlu memastikan masyarakat dapat meraih kesejahteraannya," ujar Budi.
Di juga menambahkan bahwa pengelolaan sumber daya ekonomi rakyat perlu dilakukan dengan baik untuk memastikan peningkatan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, sesuai dengan amanat Pasal 33.