Mengenal 'Jer Basuki Mawa Beya': Khofifah Anugerahkan Penghargaan Bergengsi ke Ketua PWM Jatim Prof. Sukadiono
Gubernur Khofifah menganugerahkan Tanda Kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada Prof. Sukadiono, Ketua PWM Jatim. Apa makna di balik penghargaan bergengsi yang diberikan atas dedikasi luar biasa ini?
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, telah menganugerahkan Tanda Kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM. Acara bergengsi ini berlangsung di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Minggu (12/10) lalu. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengorbanan luar biasa yang telah diberikan oleh Prof. Sukadiono bagi kemajuan masyarakat.
Penganugerahan ini diberikan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki jasa serta prestasi signifikan dalam memajukan berbagai bidang di Jawa Timur. Prof. Sukadiono diakui sebagai sosok yang mampu membawa manfaat luas bagi umat dan bangsa melalui kepemimpinan akademik dan sosialnya. Beliau bukan hanya seorang akademisi, tetapi juga seorang pemimpin yang memajukan nilai-nilai kemanusiaan.
Lencana Jer Basuki Mawa Beya sendiri merupakan penghargaan bergengsi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pemberiannya menegaskan kembali pentingnya semangat pengabdian, gotong royong, dan keikhlasan dalam membangun daerah. Ini adalah pengakuan atas kontribusi nyata yang telah diberikan oleh individu-individu berdedikasi.
Makna dan Filosofi Lencana Jer Basuki Mawa Beya
Nama Lencana Jer Basuki Mawa Beya diambil dari falsafah Jawa kuno yang memiliki makna mendalam. Falsafah ini secara harfiah berarti "kebahagiaan atau kesejahteraan memerlukan biaya dan pengorbanan." Ini menegaskan bahwa setiap capaian besar yang membawa kebaikan bagi banyak orang selalu menuntut dedikasi serta ketulusan hati yang tidak sedikit.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa para penerima penghargaan adalah sosok-sosok yang menunjukkan bagaimana dedikasi, keikhlasan, dan pengorbanan bisa membawa manfaat luas bagi umat dan bangsa. Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan pengingat akan nilai-nilai luhur dalam membangun peradaban. Prof. Sukadiono pun menambahkan bahwa falsafah Jer Basuki Mawa Beya mengingatkan kita bahwa setiap kebaikan memerlukan pengorbanan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan penghargaan ini kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki jasa dan prestasi luar biasa. Mereka adalah individu yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam memajukan bidang tertentu dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas. Kriteria ini memastikan bahwa penerima adalah teladan bagi banyak orang.
Kiprah Prof. Sukadiono: Pemimpin Akademik dan Sosial
Prof. Sukadiono dikenal luas sebagai tokoh pendidikan dan kemanusiaan yang kiprahnya melampaui batas akademik semata. Selain menjabat sebagai Ketua PWM Jawa Timur, beliau juga merupakan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) selama beberapa periode. Di bawah kepemimpinannya, UM Surabaya mencatat kemajuan pesat dari sisi akreditasi, reputasi, dan kontribusi sosial.
Selama masa kepemimpinannya, UM Surabaya telah tumbuh menjadi salah satu universitas swasta unggulan di Indonesia Timur dengan berbagai capaian internasional. Prof. Suko, panggilan akrabnya, juga sangat peduli terhadap kesejahteraan dosen, karyawan, dan mahasiswa di lingkungan universitasnya.
Dedikasi Prof. Sukadiono tidak hanya terbatas pada pengembangan institusi. Beliau juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan dakwah yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Perannya sebagai Deputi Bidang Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI juga menunjukkan komitmennya pada bidang kesehatan dan kesejahteraan umum.
Semangat Pengabdian untuk Kemajuan Jawa Timur
Menanggapi penghargaan yang diterimanya, Prof. Sukadiono menyatakan, "Saya memaknai penghargaan ini bukan untuk pribadi saya semata, tetapi untuk seluruh warga Muhammadiyah Jawa Timur yang telah berjuang bersama memajukan pendidikan, kesehatan, dan dakwah sosial di provinsi ini." Pernyataan ini menunjukkan kerendahan hati dan semangat kebersamaan yang dipegangnya.
Beliau juga menambahkan harapannya bahwa penghargaan ini akan menjadi penyemangat bagi kader Muhammadiyah dan insan pendidikan di Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk terus berinovasi dan mengabdi dengan lebih baik lagi. "Saya percaya, dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, kita bisa terus menebar manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Prof. Sukadiono menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan pengingat. "Penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi pengingat bahwa kita harus terus berbuat baik dengan penuh tanggung jawab dan cinta kepada sesama,” tutur beliau. Hal ini mencerminkan komitmennya untuk terus berkontribusi dan menjadi teladan bagi generasi mendatang.
Sumber: AntaraNews