Golkar Tidak Keberatan Jika Ada Partai Baru Bergabung dengan Koalisi Prabowo
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan, pihaknya tak masalah jika ada partai politik lainnya yang ingin bergabung dengan koalisi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Sebab, dia mengakui, bahwa bergabungnya partai lain ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) sudah dibahas sejak lama.
"Golkar tidak keberatan, karena memang dari awal itu sudah dibicarakan," kata Doli, kepada wartawan, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, dikutip Jumat (22/3).
Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto selama kampanye selalu menggaungkan agar seluruh pihak bersatu demi bangsa Indonesia.
"Jadi enggak ada masalah, soal pembagian dan segala macem itu saya kira Pak Prabowo, Mas Gibran dan ketum parpol sudah punya rumusnya masing-masing yang pernah dibicarakan lah kira-kira itu," sambungnya.
Kendati demikian, Doli mengaku tak mengetahui siapa partai politik yang akan bergabung dengan KIM.
"Saya belum tahu, saya belum tahu, ya, partai mana yang sudah berkomunikasi secara intensif ya, kalau berkomunikasi ditafsirkan untuk bicarakan soal gabung atau tidak ya dengan di pemerintahan," imbuhnya.
Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco menyebut, wacana PKS bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran sedang dibahas di internal Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 diwarnai Penolakan Mubes Kosgoro 1957 dari sejumlah Pengurus Daerah Kolektif (PDK) yang menilai prosesnya cacat, namun Mubes tetap berjalan dan menghasilkan ketua umum terpilih.
Sejumlah tokoh senior Golkar serta kader-kader Kosgoro 1957 berkumpul dan membicarakan masa depan organisasi menjelang Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957.
Meskipun tak menyebut secara spesifik nama senior yang dimaksud, Bahlil mengaku heran atas desakan itu karena tak sesuai dengan ajaran yang dianut Golkar.
Bupati Situbondo Rio Wahyu Prayogo mengumumkan pertumbuhan Perekonomian Situbondo mencapai 5,28 persen pada 2025, tertinggi dalam enam tahun terakhir. Penasaran strategi di baliknya?
Momen sakral pengucapan sumpah dan janji Prabowo sebagai Presiden turut disaksikan oleh rakyat Indonesia melalui siaran langsung melalui TV dan live streaming.