Fakta Unik Kopi Rejang Lebong: Anggota DPR Dukung Penuh Pengembangan Pasar Nasional dan Internasional
Anggota DPR RI Erna Sari Dewi mendukung penuh pengembangan usaha kopi Rejang Lebong, salah satu dari 5 besar produsen nasional, agar tembus pasar global dan tingkatkan nilai tambah.
Anggota Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, baru-baru ini menyatakan dukungan penuhnya terhadap pengembangan usaha kopi di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Dukungan ini disampaikan saat pembukaan bimbingan teknis pengolahan kopi yang berlangsung di daerah tersebut.
Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong produk kopi lokal Rejang Lebong agar mampu menembus pasar nasional dan internasional. Langkah strategis ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan nilai tambah bagi para petani dan pelaku usaha kopi di wilayah tersebut.
Erna Sari Dewi menegaskan, "Potensi kopi Bengkulu ini berdasarkan data Kementan masuk dalam lima besar produk unggulan nasional, salah satu daerah penghasil kopi ini adalah Rejang Lebong. Kita ingin menciptakan wirausaha baru perkopian."
Mencetak Wirausaha Baru dan Peningkatan Kualitas Kopi Rejang Lebong
Erna Sari Dewi menjelaskan bahwa upaya menciptakan wirausaha baru di sektor kopi Rejang Lebong dilakukan dengan menggandeng Kementerian Perindustrian. Kolaborasi ini fokus pada aspek pengolahan pangan, mengingat sebagian besar penduduk Rejang Lebong adalah petani, khususnya petani kopi.
Bimbingan teknis (bimtek) pengolahan kopi menjadi salah satu program utama yang dilaksanakan. Selama tiga hari, 7-9 Oktober, sebanyak 100 peserta yang terdiri dari petani kopi dan barista mendapatkan pelatihan intensif.
"Mereka diberikan pelatihan mengolah kopi dengan baik, mulai dari bagaimana cara memilih biji kopi yang baik, melakukan penggilingan yang baik, karena semua itu ada tekniknya," terang Erna Sari Dewi. Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan kualitas kopi Rejang Lebong tetap terjaga dan meningkat.
Akses Permodalan dan Pemasaran Digital untuk Kopi Rejang Lebong
Selain pelatihan teknis, para pelaku usaha kopi Rejang Lebong juga akan dihubungkan dengan lembaga perbankan. Ini bertujuan untuk memfasilitasi mereka dalam mendapatkan bantuan permodalan usaha yang sangat dibutuhkan. Akses permodalan yang mudah akan mempercepat pengembangan bisnis kopi mereka.
Aspek pemasaran juga menjadi perhatian utama dalam program ini. Peserta akan dihubungkan dengan berbagai marketplace agar produk kopi Rejang Lebong dapat masuk ke dalam platform digital. Ini membuka peluang besar untuk menjangkau konsumen di seluruh Indonesia bahkan dunia.
Pemanfaatan platform digital merupakan strategi krusial di era modern ini. Dengan kehadiran di marketplace, produk kopi Rejang Lebong tidak hanya dikenal secara lokal. Namun juga memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas ekspor yang menjanjikan.
Potensi Luas Perkebunan dan Kontribusi Kopi Rejang Lebong
Staf Ahli Bupati Rejang Lebong Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Taman SP, mengungkapkan data potensi kopi di daerahnya. Hingga tahun 2023, Kabupaten Rejang Lebong memiliki luas perkebunan kopi mencapai 30.386,5 hektare. Dari luasan tersebut, produksi biji kopi per tahun mencapai angka 16.771,5 ton.
Taman SP menyatakan, "Tanaman kopi di Rejang Lebong merupakan salah satu produk unggulan di bidang pertanian selain aren dan sayuran, serta buah-buahan. Adanya pelatihan ini tentunya sangat bagus dalam upaya meningkatkan nilai jual kopi Rejang Lebong."
Selama ini, produk pertanian dari Kabupaten Rejang Lebong telah dipasarkan ke berbagai daerah di Tanah Air. Kopi Rejang Lebong, misalnya, telah mencapai Palembang, Lampung, hingga kota-kota besar di Jawa. Sementara sayuran dari daerah ini memasok kebutuhan Pasar Induk Palembang dan dikirim ke Bangka Belitung serta Jambi.
Sumber: AntaraNews