Elite Gerindra Ungkap Makna Ucapan Prabowo Bilang 'PDIP-Gerindra Kakak Adik'
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyatakan bahwa Partai Gerindra memandang PDIP sebagai partai yang memiliki pengalaman lebih lama dalam arena politik Indonesia.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyatakan bahwa terdapat kedekatan antara PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra, baik secara personal maupun emosional. Meskipun ada perbedaan dalam pandangan politik, Muzani menegaskan bahwa hubungan antara keduanya tetap erat.
Hal ini diungkapkan Muzani sebagai tanggapan terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa Gerindra dan PDIP ibarat kakak dan adik.
"Itu menggambarkan bahwa kedekatan emosional, kedekatan personal antara PDI Perjuangan dengan Gerindra memang cukup dekat. Meskipun dalam banyak pandangan politik sering berbeda tetapi keduanya banyak titik temu-titik temu," ujar Muzani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (23/7).
Muzani menjelaskan bahwa Partai Gerindra memandang PDIP sebagai partai yang lebih senior dalam konteks perjuangan politik di Indonesia. Ia juga menyebutkan bahwa Prabowo menganggap PDIP sebagai kakak asuh dalam perjuangan.
"Gerindra umurnya sudah atau baru 17 tahun, maksud 18, sementara PDI Perjuangan umurnya jauh lebih tua. Bahkan kalau ditarik ke belakang dengan PNI-nya jauh lebih tua lagi. Sehingga Pak Prabowo menganggap itu adalah kakak asuh atau kakak dari perjuangan," tuturnya.
Muzani juga mengingat kembali bahwa Prabowo pernah mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada Pilpres 2009 bersama Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Meskipun saat ini PDIP tidak berada dalam pemerintahan, ia memastikan hubungan Prabowo dengan Megawati tetap harmonis.
"Meskipun sekarang dalam posisi yang berbeda tapi hubungan personil antara Ibu Mega dengan Pak Prabowo sangat baik. Demikian juga antara Ketua DPR (Puan Maharani), putri Ibu Mega dengan Pak Prabowo dengan pemerintahan juga cukup baik," tambah Muzani.
Ketua MPR RI ini juga menyampaikan bahwa Partai Gerindra merasa terbantu dengan sikap PDIP yang akomodatif dalam pemerintahan, khususnya di parlemen. Ia tidak menutup kemungkinan bahwa PDIP akan bergabung dalam pemerintahan di masa depan. "Sebagai sebuah kerjasama mungkin-mungkin saja, tetapi kalau dalam koalisi itu semua akan ditentukan oleh kedua pemimpin antara Pak Prabowo dan Ibu Mega," tutup Muzani.
Prabowo Sebut Adik-Kakak
Pada kesempatan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Partai Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebenarnya adalah seperti saudara. Pernyataan ini diungkapkan Prabowo di hadapan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, saat acara peluncuran 80.000 Koperasi Desa Merah Putih yang berlangsung di Klaten, Jawa Tengah, pada Senin, 21 Juli 2025.
Prabowo mengingatkan kembali semboyan yang disampaikan oleh Presiden pertama RI, Soekarno, yang menyatakan bahwa Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Ia juga menekankan bahwa Soekarno adalah sosok yang dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia.
“Saya percaya bahwa niat kita semua adalah ingin Indonesia lebih baik, ingin Indonesia sejahtera, ingin Indonesia sungguh-sungguh merdeka, ingin Indonesia bangkit, berdiri di atas kaki kita sendiri. Itu semboyan proklamator kita pendiri bangsa kita, Bung Karno yang saya katakan Bung Karno adalah milik seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Prabowo dalam siaran yang dipublikasikan di Youtube Sekretariat Presiden pada tanggal 21 Juli 2025.
Prabowo juga menyampaikan kepada Puan, yang merupakan cucu dari Bung Karno, bahwa Sang Proklamator tersebut juga dianggap sebagai ayahnya. Ia bahkan mengaku memiliki pemikiran Marhaenisme yang dianut oleh Bung Karno. “Nuwun sewu mba Puan, Bung Karno Bapak saya juga. Mungkin kalau dipotong, ini yang keluar Marhaen juga ini. Ini sebenarnya PDIP sama Gerindra ini kakak adik ini,” jelasnya.
Negara Barat Ajarkan prinsip Demokrasi
Walaupun demikian, Prabowo menyatakan bahwa negara-negara Barat mengajarkan prinsip demokrasi. Oleh karena itu, diperlukan adanya partai politik yang tidak tergabung dalam koalisi pemerintah. Hal ini penting untuk memastikan ada pihak-pihak yang dapat mengawasi dan mengoreksi kebijakan yang diambil oleh pemerintah.
Meskipun berada di luar koalisi, Prabowo tetap menganggap PDIP sebagai saudara. 'Tapi benar kita ini karena apa ya, demokrasi kita kan diajarkan oleh negara barat jadi nggak boleh koalisi satu itu memang benar, harus ada yang di luar, koreksi kita gitu, ngoreksi tapi ya sedulur, ya kan?' tutur Prabowo.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937406/original/087834900_1725530761-Infografis_SQ_Prabowo_Bidik_Pertumbuhan_Ekonomi_Tembus_8_Persen.jpg)