DPR Hujani Kritik Program 3 Juta Rumah Omon-Omon, Maruarar Jawab Siap Di-reshuffle
DPR menilai penjelasan Ara tidak menjelaskan soal kapan target program itu selesai dan berapa anggaran yang dibutuhkan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirat (Ara) dicecar saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi V DPR. Rapat tersebut membahas tentang peta jalan program 3 juta rumah.
Anggota Komisi V DPR Yanuar Arif Wibowo menyoroti indikator capaian peta jalan Program 3 Juta Rumah. Menurutnya, penjelasan Ara tidak menjelaskan soal kapan target program itu selesai dan berapa anggaran yang dibutuhkan.
Dalam paparan peta jalan, Kementerian PKP masih mengupayakan penyediaan 2.247.088 unit rumah.
"Angka ini cuma capaian Pak (Menteri PKP), KPI-nya enggak ada, berapa rupiahnya ketika disebut yang upaya itu sebanyak 2.247.088. Ini belum ada anggarannya, belum ada pelaksanaannya. Ini udah bulan Mei lho Pak, yang 2.247.088 ini masih entah di mana," ujar Yanuar di Ruang Rapat Komisi V DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (19/5).
Arif lalu menyoroti akses kepemilikan rumah layak. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan, kenaikan hanya 1,7 persen dengan ada program 3 juta rumah. Dibanding era pemerintahan sebelumnya, akses kepemilikan bisa meningkat 2,6 persen per tahun.
Yanuar mengkritisi hasil paparan Menteri PKP terdengar seperti omon-omon (omong kosong).
"Tentang angka 3 juta tadi yang disampaikan, ini menarik sekali. Dari yang disebut upaya lain, selesai proses rencana upaya ini, saya melihat kok ini Pak Menteri, mengambil bahasa Pak Presiden, ini rencana 3 juta ini kok jadi omon-omon gitu," ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR Haryanto mempertanyakan data pembiayaan oleh pemerintah maupun investor. Menurutnya, angka yang disampaikan Ara baru berupa klaim.
"Sekali pun kami, tahun kemarin belum masuk ke dalam di komisi ini, itu 1 juta saja belum bisa terpenuhi apalagi 3 juta rumah. Sehingga dalam hal ini waktu yang ada ini sudah mau masuk bulan keenam sudah tengah tahun, belum berapa realisasi yang ada," ucapnya.
"Sehingga dalam hal ini kita harus kerja keras untuk bisa mewujudkan daripada program yang diharapkan oleh masyarakat," beber Haryanto.
Menanggapi kritik tersebut, Maruarar Sirait menyatakan tetap optimistis program 3 juta rumah dapat terealisasi. Ia bahkan siap mundur dari jabatan bila target tidak tercapai.
"Kami yakin bisa mencapainya dengan kerja keras. Kalau tidak tercapai, kami siap di-reshuffle kapan pun. Kami ini pembantu Presiden," tegas Menteri Ara.