Bawaslu Gorontalo Utara Perkuat Literasi Demokrasi di Bulan Ramadhan 2026
Bawaslu Gorontalo Utara manfaatkan momentum Ramadhan 2026 untuk penguatan literasi demokrasi, melibatkan organisasi kepemudaan dalam menjaga integritas pemilu.
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Gorontalo Utara memanfaatkan momentum bulan Ramadhan 1447 Hijriah/2026 untuk memperkuat literasi demokrasi. Kegiatan ini bertujuan menciptakan kesadaran kolektif dalam mengawal proses demokrasi yang jujur dan adil di wilayah tersebut.
Melalui acara bertajuk “Mempererat Silaturahmi, Meneguhkan Demokrasi”, Bawaslu Gorontalo Utara menggelar 'Ngabuburit Pengawasan' yang dihadiri oleh berbagai organisasi kepemudaan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Bawaslu dalam melibatkan generasi muda sebagai bagian penting dari pengawasan partisipatif.
Anggota Bawaslu Gorontalo Utara, Fadli Bukoting, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memastikan pondasi demokrasi tetap terjaga. Diskusi interaktif ini juga menjadi wadah penting untuk bertukar gagasan antar lembaga dan organisasi kepemudaan.
Peran Strategis Bawaslu di Masa Non-Tahapan Pemilu
Meskipun tidak berada dalam tahapan pemilu, Bawaslu Gorontalo Utara menegaskan bahwa masa non-tahapan bukanlah masa jeda pengawasan. Periode ini justru dimanfaatkan secara strategis untuk menjaga integritas sistem demokrasi dan memastikan kesiapan untuk tahapan selanjutnya.
Salah satu fokus utama Bawaslu adalah melakukan pengawasan terhadap pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Data pemilih yang akurat menjadi kunci utama terwujudnya pemilu berkualitas dan berintegritas, sehingga Bawaslu terus memantau proses ini.
Selain itu, pengawasan terhadap pemutakhiran data partai politik juga menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas sistem kepartaian. Validitas administrasi dan kepatuhan terhadap regulasi harus terus dipastikan agar ekosistem demokrasi tetap sehat dan berfungsi optimal.
Membangun Pengawasan Partisipatif Melalui Kolaborasi
Bawaslu Gorontalo Utara menekankan pentingnya koordinasi aktif dengan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun pengawasan partisipatif. Kolaborasi ini dianggap vital untuk memperluas jangkauan pengawasan dan memastikan keterlibatan masyarakat luas.
Kerja sama dengan pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, organisasi kepemudaan, serta elemen masyarakat sipil menjadi langkah strategis. Keterlibatan nyata dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan pengawasan yang efektif dan komprehensif.
Fadli Bukoting menyatakan, “Pengawasan partisipatif bukan hanya slogan, sebab sangat memerlukan keterlibatan nyata dari seluruh elemen masyarakat.” Bawaslu membuka ruang dialog dan kerja sama seluas-luasnya agar demokrasi di Gorontalo Utara tumbuh dengan kesadaran kolektif.
Organisasi kepemudaan yang hadir dalam kegiatan ini antara lain:
- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)
- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)
- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
Harapan Bawaslu untuk Demokrasi Berintegritas
Diskusi interaktif yang berlangsung dalam suasana hangat Ramadhan ini menjadi wadah bertukar gagasan sekaligus mempererat silaturahmi antar-lembaga dan organisasi kepemudaan. Suasana Ramadhan pun menyatu dengan semangat menjaga integritas demokrasi.
Melalui kegiatan 'Ngabuburit Pengawasan' ini, Bawaslu Gorontalo Utara berharap nilai-nilai kebersamaan yang terbangun tidak berhenti pada momentum Ramadhan semata. Kolaborasi nyata diharapkan terus berlanjut dalam upaya pengawasan pemilu.
Tujuannya adalah untuk mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas di wilayah pesisir Utara Provinsi Gorontalo. Komitmen bersama ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem demokrasi yang lebih kuat dan partisipatif di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews