Bawaslu Gorontalo Utara Temukan 16 Pemilih TMS Meninggal Dunia, Pastikan Data Akurat

Bawaslu Gorontalo Utara berhasil menemukan 16 pemilih masuk kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS) karena meninggal dunia saat pengawasan coktas, menegaskan komitmen menjaga akurasi data pemilih.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bawaslu Gorontalo Utara Temukan 16 Pemilih TMS Meninggal Dunia, Pastikan Data Akurat
Bawaslu Gorontalo Utara berhasil menemukan 16 pemilih masuk kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS) karena meninggal dunia saat pengawasan coktas, menegaskan komitmen menjaga akurasi data pemilih. (AntaraNews)

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Gorontalo Utara telah mengumumkan temuan signifikan terkait daftar pemilih di wilayahnya. Mereka berhasil mengidentifikasi 16 orang pemilih yang masuk dalam kategori tidak memenuhi syarat (TMS) karena dinyatakan telah meninggal dunia. Penemuan ini merupakan hasil dari pengawasan cermat yang dilakukan oleh Bawaslu setempat.

Temuan krusial ini terungkap dalam sebuah rapat evaluasi hasil pengawasan pencocokan dan penelitian terbatas (coktas) Triwulan I. Rapat tersebut diselenggarakan secara daring oleh Bawaslu Provinsi Gorontalo pada hari Sabtu, 14 Maret, dan melibatkan perwakilan dari Bawaslu kabupaten/kota se-Gorontalo.

Anggota Bawaslu Gorontalo Utara, Fadli Bukoting, secara langsung menyampaikan laporan ini dalam forum tersebut, menekankan pentingnya akurasi data pemilih. Pengawasan ini bertujuan utama untuk menjamin seluruh proses pencocokan dan penelitian data pemilih berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Fadli Bukoting menjelaskan bahwa pelaksanaan pengawasan terhadap tahapan pencocokan dan penelitian data pemilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah dilakukan dengan baik. Bawaslu Gorontalo Utara telah secara resmi melaporkan seluruh hasil pengawasan terhadap pelaksanaan coktas tersebut kepada pihak terkait.

Kegiatan pencocokan dan penelitian terbatas (coktas) oleh KPU Gorontalo Utara dilaksanakan secara intensif pada tanggal 11 hingga 12 Maret 2026. Dalam periode singkat ini, KPU melakukan pencocokan data terhadap sejumlah pemilih yang telah dipilih sebagai sampel untuk verifikasi lapangan.

Berdasarkan hasil pengawasan ketat yang dilakukan oleh jajaran Bawaslu Gorontalo Utara, ditemukan 16 pemilih yang masuk kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Para pemilih ini dinyatakan telah meninggal dunia, dan nama mereka tercatat sebagai sampel dalam pelaksanaan coktas oleh KPU Gorontalo Utara.

Temuan ini disampaikan oleh Fadli dalam forum rapat evaluasi, menyoroti efektivitas peran pengawasan Bawaslu dalam menjaga integritas data. Ini juga menjadi bukti nyata betapa pentingnya verifikasi data pemilih secara berkala untuk menghindari potensi masalah di kemudian hari.

Pengawasan yang dilaksanakan oleh Bawaslu Gorontalo Utara memiliki tujuan krusial untuk memastikan proses pencocokan dan penelitian data pemilih berjalan sesuai ketentuan. Hal ini sangat penting untuk menghasilkan data pemilih yang akurat dan mutakhir, sehingga hak konstitusional masyarakat sebagai pemilih dapat terlindungi secara maksimal.

Melalui forum evaluasi yang diadakan, Bawaslu di tingkat kabupaten/kota juga memanfaatkan kesempatan ini untuk saling berbagi informasi berharga. Mereka mendiskusikan berbagai temuan, catatan pengawasan, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan yang perlu diterapkan dalam tahapan pemutakhiran data pemilih ke depan.

Bawaslu Gorontalo Utara secara konsisten membuktikan komitmennya yang tinggi untuk terus melakukan pengawasan secara melekat pada setiap tahapan pemilu. Fokus utama pengawasan ini adalah pada proses pemutakhiran data pemilih, yang merupakan fondasi penting bagi terselenggaranya pemilu yang jujur dan adil.

Fadli secara tegas menyatakan bahwa upaya berkelanjutan ini sangat vital guna memastikan hak pilih seluruh masyarakat terlindungi sepenuhnya. Selain itu, inisiatif ini juga secara aktif mendorong terwujudnya daftar pemilih yang benar-benar valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan di seluruh wilayah Gorontalo Utara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi