Wregas Bhanuteja Ungkap Proses Unik Pemilihan Pemain Film Para Perasuk
Sutradara Wregas Bhanuteja membeberkan metode uniknya dalam memilih dan mengarahkan para pemain film drama supernatural terbarunya, Para Perasuk, yang dibintangi oleh Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, dan Anggun.
Sutradara kenamaan Wregas Bhanuteja baru-baru ini berbagi cerita mengenai proses casting dan pengarahannya terhadap para aktor dalam film drama supernatural terbarunya, "Para Perasuk". Film ini siap menyajikan kisah mendalam dengan jajaran pemain bintang yang telah melalui persiapan khusus.
Dalam sebuah acara jumpa pers di Jakarta pada Senin, Wregas menjelaskan bahwa setiap aktor memiliki tantangan directing yang berbeda-beda, disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan peran mereka. Pendekatan personal ini menjadi kunci dalam menggali potensi maksimal dari para bintang.
"Para Perasuk" akan menampilkan Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, serta penyanyi legendaris Anggun, yang semuanya mendapatkan arahan unik dari Wregas untuk mendalami peran mereka. Film ini mengeksplorasi pencarian obsesif untuk menjadi perantara roh.
Wregas Bhanuteja Ungkap Tantangan Arahkan Angga Yunanda di Para Perasuk
Angga Yunanda menghadapi tantangan khusus saat syuting "Para Perasuk" karena harus berakting sambil memainkan alat musik tiup selompret. Wregas Bhanuteja menjelaskan bahwa Angga harus belajar memainkan alat musik tersebut dari nol, menunjukkan dedikasi tinggi sang aktor.
Meskipun demikian, Angga terbantu dengan kemampuan memori fotografis yang dimilikinya, sebuah aset berharga dalam proses pembelajaran. "Meskipun dia enggak tahu nada tapi kalau dia tahu memori touch-nya bagus dan dialognya lancar, pasti akan tercapai," tutur Wregas.
Wregas menambahkan bahwa kemampuan Angga dalam menghafal sudah terasah dari pengalamannya di layar kaca, di mana hafalan menjadi sangat mutlak. Hal ini memudahkan proses adaptasinya dengan tuntutan peran baru tersebut.
Karisma Anggun Mudahkan Sutradara Wregas di Film Para Perasuk
Wregas Bhanuteja mengaku tidak menemukan banyak kesulitan saat mengarahkan penyanyi Anggun dalam debut film layar lebarnya ini. Karisma Anggun yang sudah terbentuk berkat pengalaman panjangnya di berbagai konser besar menjadi faktor utama.
Meski sempat khawatir karena belum pernah melihat akting Anggun secara langsung, Wregas menemukan bahwa Anggun secara semi menjadi dirinya sendiri saat perform. Hal ini mempermudah proses pengarahan.
"Malah PR-nya enggak terlalu banyak bersama Anggun ini karena dia semi menjadi dirinya pada saat perform," imbuh Wregas. Ia hanya perlu mengulik momen yang lebih personal, seperti mengingat hal yang membuatnya sedih, untuk mendalami karakter.
Maudy Ayunda dan Imajinasi Kuat dalam Film Para Perasuk
Melibatkan Maudy Ayunda dalam film "Para Perasuk" menandai pertama kalinya Wregas Bhanuteja bekerja sama dengan aktris sekaligus penyanyi tersebut. Keyakinan Wregas muncul dari sisi kreatif Maudy sebagai penulis lagu.
Wregas percaya bahwa Maudy memiliki imajinasi yang kuat, sebuah kualitas yang sangat berharga dalam dunia akting. "Aku yakin orang-orang kayak Maudy ini pasti fantasinya luar biasa. Itu cuma perlu dipantik saja dan keluar," ujarnya.
Maudy diberi kebebasan untuk merespons musik dengan gerakan spontan, seperti gerakan kupu-kupu atau macan, tanpa arahan koreografer. Metode ini bertujuan untuk memantik dan mengeluarkan imajinasi kuat yang dimiliki Maudy Ayunda.
Bryan Domani dan Chicco Kurniawan Hadapi Metode Unik Wregas Bhanuteja
Wregas mengungkapkan tantangan mengarahkan Bryan Domani sebagai karakter yang ambisius dan keras, yang berbeda jauh dari citranya. Bryan dilatih menggunakan metronom untuk memahami tempo.
"Sebelum mulai reading, aku membiarkan dia belajar tempo. Jadi enggak nyentuh skrip sama sekali, dia pokoknya sebulan itu belajar tempo aja pakai metronom, sehingga bisa masuk ke karakter," kata Wregas.
Sementara itu, Chicco Kurniawan kembali bekerja sama dengan Wregas, namun dengan tantangan baru: kemampuan memainkan gitar listrik. Chicco juga dikenal dengan ide-ide kreatifnya.
"Dan yang aku suka dari Chicco, aku tuh selalu sama dia pasti skrip berubah," ujar Wregas, mencontohkan ide Chicco tentang strap gitar dari tali rafia. Ini menunjukkan kolaborasi dan kreativitas yang tinggi dalam proses syuting.
Eksplorasi Fenomena Kerasukan Komunal dalam Para Perasuk
Film "Para Perasuk" secara mendalam mengeksplorasi kisah pencarian obsesif dari anak muda yang ingin menjadi perantara roh. Latar belakang cerita ini adalah ancaman kekuatan dari luar yang mengancam desa mereka.
Wregas Bhanuteja dengan piawai mengeksplorasi fenomena kerasukan dalam film ini. Ia tidak sekadar menyajikannya sebagai sesuatu yang eksotis, melainkan sebagai pengalaman komunal masyarakat.
Pendekatan ini memberikan dimensi baru pada genre drama supernatural, menjadikannya lebih relevan dan mendalam bagi penonton. Film ini diharapkan mampu memberikan perspektif unik tentang kerasukan.
Sumber: AntaraNews