Rahasia di Balik Gerakan Mayat Hidup: Koreografi Zombie Film 'Abadi Nan Jaya' Ungkap Kiat Konsisten
Koreografer Boby Ari Setiawan membongkar kiat di balik koreografi zombie film "Abadi Nan Jaya", dari konsep infeksi otak hingga sensasi terbakar yang membuat penasaran.
Koreografer Boby Ari Setiawan baru-baru ini membeberkan rahasia di balik penciptaan gerakan mayat hidup yang logis dan konsisten. Kiat ini diterapkan dalam film survival-thriller orisinal Netflix Indonesia, "Abadi Nan Jaya".
Pengungkapan tersebut dilakukan Boby saat konferensi pers yang diadakan seusai pemutaran film di Jakarta pada hari Rabu, 22 Oktober. Ia menjelaskan bahwa seluruh metode gerak dikembangkan selama enam bulan persiapan intensif.
Konsep utama yang disepakati dengan sutradara Kimo Stamboel adalah infeksi menyerang otak manusia terlebih dahulu. Hal ini menjadi dasar penting untuk setiap detail koreografi zombie film tersebut.
Konsep Infeksi Otak dan Gerakan Tremor
Boby Ari Setiawan menjelaskan bahwa diskusi mendalam dengan sutradara Kimo Stamboel menghasilkan pemahaman kunci. Infeksi dalam cerita film "Abadi Nan Jaya" secara fundamental menyerang otak manusia sebagai organ pertama.
Prinsip dasar ini kemudian diterjemahkan ke dalam gerakan tubuh yang spesifik. Konsekuensinya, setiap zombie harus menunjukkan gerakan tremor atau vibrasi yang konsisten. Ini merefleksikan kerusakan awal pada fungsi otak.
Penentuan lokasi tremor juga diatur secara detail oleh Boby. Jika gigitan awal infeksi berada di leher, maka vibrasi gerakan harus dimulai dari area kepala. Ini menciptakan visualisasi yang logis dan mengerikan.
Sensasi Terbakar dan Olah Vokal Khas Zombie
Selain tremor, prinsip lain yang disepakati adalah sensasi tubuh yang terinfeksi seperti terbakar. Kondisi ini menjadi elemen krusial dalam menciptakan karakter zombie yang unik. Ini juga mempengaruhi aspek vokal para pemain.
Untuk merepresentasikan sensasi terbakar tersebut, para pemain dilatih untuk menghasilkan olah suara nyaring. Suara ini dihasilkan dari tarikan napas ke dalam rongga pernapasan. Ini membutuhkan latihan yang sangat intensif.
Boby Ari Setiawan mengungkapkan bahwa suara tersebut muncul karena tubuh membutuhkan oksigen besar. Oksigen ini diperlukan untuk meredakan sensasi panas yang membakar. Konsistensi suara ini menjadi tantangan besar bagi 200 pemain.
Tantangan Pemain Utama dan Zombie Figuran
Mikha Tambayong, pemeran Kenes, menceritakan pengalaman latihan intensif untuk adegan aksi. Ia harus menjalani lokakarya menembak menggunakan senapan asli berpeluru hampa. Pengalaman ini memberikan tekanan tersendiri bagi Mikha.
Mikha juga sempat mencoba latihan olah vokal dan tubuh bersama para pemain zombie. Ia mengakui bahwa latihan tersebut ternyata cukup berat. Hal ini menunjukkan dedikasi tinggi seluruh kru dan pemain.
Aktor Dimas Anggara menambahkan bahwa tantangan terberatnya adalah latihan gerakan tubuh. Latihan ini membuat badan cepat lelah dan semua otot harus dalam keadaan tegang. Ia juga harus mengeluarkan suara tarikan nyaring dalam satu napas. Ini sangat menguras energi.
Sumber: AntaraNews