Wow, Stunting di Maros Turun 12 Persen! Ini Kunci Keberhasilan Penurunan Stunting Maros yang Patut Dicontoh
Pemerintah Kabupaten Maros berhasil catatkan penurunan stunting Maros signifikan 12 persen. Simak strategi kolaboratif yang membawa perubahan positif ini!
Kabar gembira datang dari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, di mana angka stunting berhasil menunjukkan penurunan yang signifikan. Pemerintah Kabupaten Maros mengumumkan klaim penurunan stunting sebesar 12 persen, sebuah capaian luar biasa yang patut diapresiasi.
Angka prevalensi stunting di Maros kini berada di 24,4 persen, turun drastis dari sebelumnya 34,7 persen. Data ini tercatat pada medio Agustus 2025, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 yang baru dirilis.
Keberhasilan dalam Penurunan Stunting Maros ini tidak lepas dari kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak. Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Maros bersama dukungan penuh dari masyarakat setempat menjadi kunci utama di balik prestasi ini.
Kolaborasi Kuat Tim Percepatan Penurunan Stunting
Wakil Bupati Maros yang juga Ketua TPPS Kabupaten Maros, Andi Muetazim Mansur, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari sinergi yang solid. "Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 diketahui keberhasilan ini berkat kolaborasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Maros dan dukungan masyarakat setempat," ujarnya di Kabupaten Maros, Minggu.
Ia menambahkan bahwa seluruh jajaran yang tergabung dalam TPPS telah bekerja tanpa lelah. Peran aktif mereka dalam merumuskan dan mengimplementasikan program-program pencegahan stunting sangatlah vital. Dedikasi ini menjadi fondasi utama bagi upaya Penurunan Stunting Maros.
Kepala Dinas Kesehatan dr. Muhammad Yunus turut membenarkan pernyataan tersebut. Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting ini akan menjadi motivasi besar bagi seluruh tim untuk terus bergerak di tengah masyarakat. Semangat ini diharapkan dapat menjaga momentum positif dalam penanganan masalah gizi di Maros.
Keterlibatan kader BKKBN juga menjadi faktor penting dalam upaya ini. Mereka secara aktif membantu menyosialisasikan berbagai upaya pencegahan stunting, khususnya melalui peningkatan gizi keluarga. Program-program edukasi ini menjangkau langsung masyarakat di pelosok-pelosok desa.
Edukasi dan Partisipasi Masyarakat Kunci Utama
Selain peran TPPS dan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Maros juga memiliki andil besar. Plt Kepala Dinas DP3A Maros, Zulkifli Riswan Akbar, menyatakan bahwa jajarannya selalu aktif memberi edukasi kepada masyarakat. Edukasi ini berfokus pada pentingnya melahirkan keluarga yang berkualitas dan sehat.
Program edukasi yang berkelanjutan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang sejak dini. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan keluarga dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk menghindari stunting pada anak-anak mereka. Ini adalah bagian integral dari strategi Penurunan Stunting Maros.
Semua upaya ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Maros untuk terus menjaga prevalensi stunting. Targetnya adalah agar angka stunting di Maros bisa berada di bawah prevalensi nasional yang saat ini tercatat di angka 19,8 persen. Pencapaian 24,4 persen adalah langkah maju yang signifikan.
Zulkifli menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mencapai target ini. "Partisipasi masyarakat sangat penting agar program percepatan penurunan stunting dapat terwujud," tegasnya. Dukungan dan kesadaran dari setiap keluarga menjadi fondasi bagi keberlanjutan program ini di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews