Fakta Mengejutkan: Prevalensi Stunting Riau Anjlok Drastis ke 3,29 Persen, Lampaui Target!

Dinas Kesehatan Riau mengumumkan penurunan stunting Riau yang sangat signifikan, mencapai 3,29 persen. Bagaimana strategi mereka berhasil melampaui target yang ditetapkan?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Mengejutkan: Prevalensi Stunting Riau Anjlok Drastis ke 3,29 Persen, Lampaui Target!
Dinas Kesehatan Riau mengumumkan penurunan stunting Riau yang sangat signifikan, mencapai 3,29 persen. Bagaimana strategi mereka berhasil melampaui target yang ditetapkan? (Merdeka.com)

Pekanbaru, Riau – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau mencatat penurunan prevalensi stunting Riau yang sangat drastis dan melampaui target. Berdasarkan data hasil penimbangan serentak pada Agustus 2025 di 12 kabupaten dan kota, angka prevalensi stunting kini hanya mencapai 3,29 persen.

Capaian ini jauh melampaui target yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi tahun ini, yang menargetkan penurunan hingga 15 persen dari angka sebelumnya 20,1 persen. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas intervensi masif yang telah dilakukan oleh berbagai pihak di Riau.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Riau, Yaneliza, menyatakan bahwa hasil ini adalah pencapaian luar biasa berkat kerja sama semua pihak. Mulai dari pemerintah kabupaten dan kota, provinsi, hingga dukungan dari pusat, semuanya bekerja sinergis untuk menekan angka stunting.

Penurunan drastis prevalensi stunting Riau tidak terlepas dari implementasi program prioritas yang digalakkan secara intensif. Program-program tersebut meliputi Pengukuran dan Penimbangan Balita Serentak serta pemberian Vitamin A secara massal di seluruh wilayah provinsi.

Inisiatif ini merupakan tindak lanjut konkret dari Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (Rakor TPPS) Provinsi Riau tahun 2025. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan program-program ini berjalan efektif dan menjangkau seluruh sasaran.

Yaneliza menambahkan, “Hasil ini membuktikan bahwa intervensi yang kita lakukan secara masif membuahkan hasil signifikan.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan terpadu dalam upaya penanggulangan masalah gizi anak.

Pada tahun sebelumnya, 2024, prevalensi stunting Riau berdasarkan survei Kementerian Kesehatan masih berada di angka 20,1 persen. Namun, hasil penimbangan realisasi di lapangan justru melampaui harapan dengan capaian yang hanya 3,29 persen.

Hingga 12 September 2025, tercatat sudah 339.618 balita atau 89,76 persen dari total sasaran yang berhasil diukur dan ditimbang. Data ini telah diinput secara komprehensif ke aplikasi "Sigizikesga", yang menjadi sumber utama validasi dan pemantauan.

Dari total balita yang diukur tersebut, ditemukan hanya 10.011 balita yang mengalami stunting (3,29 persen). Selain itu, tercatat 9.684 balita mengalami "wasting" atau berat badan rendah berdasarkan tinggi (3,14 persen) dan 13.388 balita mengalami "underweight" atau berat badan rendah berdasarkan kesehatan (4,39 persen), menunjukkan penurunan yang tajam di semua indikator gizi buruk.

Ke depan, Dinkes Riau berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar angka stunting di Riau bisa terus ditekan bahkan mendekati nol. Harapannya, generasi Riau tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi