Waspada Cuaca Ekstrem Mudik, Pemkab Majalengka Imbau Pemudik Berhati-hati
Pemkab Majalengka mengimbau pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem mudik Lebaran 2026 serta titik rawan bencana demi keselamatan perjalanan di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengeluarkan imbauan penting bagi para pemudik yang akan melintasi wilayahnya menjelang Lebaran 2026. Imbauan ini menekankan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta titik rawan bencana alam. Hal ini disampaikan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat selama periode arus mudik.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, secara langsung meminta para pengendara untuk lebih berhati-hati. Terutama saat melintas di jalur yang memiliki karakteristik perbukitan dan berpotensi longsor ketika hujan intensitas tinggi. Peringatan ini didasarkan pada pemantauan BMKG yang memprediksi kondisi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga April 2026.
Untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pemudik, Polres Majalengka juga mengerahkan 448 personel polisi. Mereka akan ditempatkan di berbagai titik strategis guna pengamanan dan pelayanan selama Operasi Keselamatan Lodaya 2026. Operasi ini berlangsung dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026.
Potensi Bencana dan Kewaspadaan Pemudik di Majalengka
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi pemudik yang melintasi wilayah Majalengka. “Para pemudik yang melintas di wilayah Majalengka kami imbau untuk selalu berhati-hati dan waspada. Beberapa titik rawan longsor juga perlu menjadi perhatian,” ujarnya. Kewaspadaan ini krusial untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan dampak bencana alam.
Wilayah Majalengka memiliki sejumlah ruas jalan dengan karakteristik perbukitan yang rentan terhadap longsor. Kondisi ini diperparah saat curah hujan tinggi, yang menurut BMKG masih berpotensi terjadi hingga April 2026. Oleh karena itu, pengendara diharapkan senantiasa memperhatikan informasi cuaca terkini.
Selain itu, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan adalah langkah preventif yang tidak boleh diabaikan. Pemudik juga diimbau untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas yang ada. Mengikuti arahan petugas di lapangan juga sangat penting demi keselamatan bersama selama perjalanan mudik.
Kesiapan Pengamanan dan Pelayanan Arus Mudik Lebaran
Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan 448 personel polisi untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026. “Setiap personel harus sudah mengetahui spot atau titik tugasnya masing-masing. Kita fokus pada dua hal utama yaitu proses pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya. Penempatan personel ini dilakukan di berbagai titik strategis.
Pengamanan difokuskan pada area dengan aktivitas masyarakat yang tinggi. Ini mencakup pusat keramaian, kawasan pertokoan, jalur lalu lintas utama, hingga area publik lainnya. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat Majalengka.
Selain aspek pengamanan, Polres Majalengka juga menyediakan berbagai pelayanan kepada masyarakat selama operasi berlangsung. Operasi Keselamatan Lodaya 2026 ini berfokus pada peningkatan disiplin berlalu lintas. Hal ini untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap aman dan nyaman sepanjang periode mudik Lebaran.
Sumber: AntaraNews