Wali Kota Palembang Imbau Warga Teliti Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026
Jelang Idul Adha 2026, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengimbau warga untuk teliti hewan kurban yang akan dibeli, guna memastikan kesehatan dan kelayakan sesuai syariat. Ini penting untuk menghindari penyakit.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, secara tegas mengimbau seluruh warga di ibu kota Sumatera Selatan agar lebih cermat dalam memilih sapi dan kambing. Imbauan ini disampaikan menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 yang diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026.
Ketelitian ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih menjadi perhatian serius. Selain itu, langkah ini juga memastikan bahwa hewan kurban yang dibeli memenuhi seluruh persyaratan syariat Islam.
Ratu Dewa menekankan pentingnya hewan kurban yang sehat, bebas cacat, dan memiliki berat ideal sebelum disembelih. Upaya ini bertujuan agar ibadah kurban berjalan lancar dan dagingnya aman dikonsumsi oleh masyarakat yang berhak.
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban
Wali Kota Ratu Dewa menjelaskan bahwa hewan yang akan dikurbankan harus memenuhi standar kesehatan yang ketat. Ini termasuk bebas dari penyakit, tidak cacat fisik, dan memiliki bobot yang sesuai untuk konsumsi. Setiap hewan harus melalui proses pemeriksaan menyeluruh.
Sesuai ketentuan, hewan yang akan dipotong untuk kurban dan dibagikan kepada masyarakat harus sehat. Hal ini untuk menjamin keamanan pangan dan keberkahan ibadah kurban itu sendiri. Kesehatan hewan kurban adalah prioritas utama.
Untuk itu, warga diimbau tidak membeli hewan kurban yang tidak dilengkapi surat keterangan sehat. Surat ini menjadi bukti bahwa hewan tersebut telah melalui pemeriksaan dan dinyatakan layak. Pembelian tanpa surat sehat berisiko tinggi.
Pengawasan Ketat di Peternakan dan Penjualan
Pemerintah Kota Palembang tidak tinggal diam dalam upaya pencegahan penjualan hewan kurban yang tidak memenuhi syarat. Tim khusus telah diturunkan untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan rutin. Tim ini menyasar peternakan dan tempat penjualan hewan kurban di seluruh kota.
Petugas secara aktif mengecek kondisi kesehatan sapi dan kambing di lapangan. Pemeriksaan ini mencakup identifikasi gejala penyakit dan memastikan kebersihan kandang. Langkah proaktif ini diharapkan dapat menekan peredaran hewan tidak layak.
Jika ditemukan hewan kurban yang kondisinya kurang sehat, petugas akan membantu proses pengobatan. Namun, hewan yang sakit parah dilarang keras untuk dijual karena berpotensi membahayakan konsumen. Prioritas utama adalah keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Memastikan Keamanan Konsumsi Daging Kurban
Tujuan utama dari seluruh upaya ini adalah untuk memastikan bahwa daging kurban yang didistribusikan aman dikonsumsi. Penyakit mulut dan kuku (PMK) menjadi salah satu fokus utama yang harus dihindari. Pencegahan PMK menjadi kunci keberhasilan ibadah kurban.
Wali Kota Ratu Dewa berharap, dengan adanya pengawasan ketat, warga Palembang dapat terhindar dari pembelian hewan kurban yang tidak sehat. Kegiatan pemotongan pada Hari Raya Idul Adha diharapkan berlangsung sesuai harapan bersama. Ini demi keberkahan dan kesehatan.
Setiap hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan surat keterangan sehat dan diizinkan untuk diperjualbelikan. Sebaliknya, hewan yang tidak memenuhi standar kesehatan tidak akan mendapatkan izin jual. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah kota.
Sumber: AntaraNews