Trivia: Dua Dosen Unismuh Makassar Lolos Pelatihan Penulisan Paten Bergengsi, Siapa Saja Mereka?
Dua dosen Unismuh Makassar berhasil lolos pelatihan penulisan paten Kemendiktisaintek 2025. Penasaran siapa mereka dan apa dampak positifnya bagi inovasi kampus?
Makassar kembali menorehkan prestasi di bidang kekayaan intelektual. Dua dosen dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar telah berhasil lolos sebagai peserta dalam Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten (PDPP) yang diselenggarakan oleh Kemendiktisaintek Tahun 2025 Wilayah Makassar. Pencapaian ini menjadi sorotan mengingat ketatnya seleksi dan kuota yang terbatas untuk setiap perguruan tinggi.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kedua dosen tersebut, tetapi juga bagi Unismuh Makassar secara keseluruhan. Mereka adalah Dr. Maria Ulviani, MPd. dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Riza Sativani Hayati, MPd dari Program Studi Pendidikan Biologi. Keduanya akan mengikuti pelatihan bergengsi yang dijadwalkan pada 25-27 Agustus 2025.
Pelatihan ini memiliki peran krusial dalam memperkuat kapasitas para peneliti dan dosen di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa hasil riset dan inovasi yang dihasilkan dapat dilindungi secara hukum melalui proses pendaftaran paten yang sesuai standar. Dengan demikian, potensi kekayaan intelektual dari perguruan tinggi dapat dimaksimalkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Peluang Berharga bagi Perlindungan Kekayaan Intelektual
Dr. Maria Ulviani, salah satu dosen yang lolos, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan ini. Menurutnya, pelatihan ini merupakan peluang emas untuk memperdalam keterampilan di bidang perlindungan kekayaan intelektual. Ia berharap bekal ilmu yang diperoleh dapat digunakan untuk membantu kolega dosen dan mahasiswa di Unismuh dalam proses pendaftaran paten.
Visi Maria Ulviani sangat jelas: inovasi yang lahir dari lingkungan kampus harus terlindungi secara hukum. Perlindungan ini tidak hanya menjaga hak cipta penemu, tetapi juga memastikan bahwa inovasi tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan. Dengan adanya pendampingan yang mumpuni, diharapkan jumlah paten dari Unismuh dapat terus meningkat.
Peningkatan jumlah paten secara langsung akan berkontribusi pada reputasi Unismuh sebagai lembaga pendidikan yang produktif dalam riset dan inovasi. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong hilirisasi hasil penelitian agar dapat dirasakan manfaatnya oleh industri dan masyarakat umum. Pelatihan ini menjadi langkah awal yang penting dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Mendorong Inovasi Riset Terapan di Bidang Biologi dan Sains
Sementara itu, Riza Sativani Hayati menyoroti pentingnya pelatihan ini bagi dosen muda yang berkeinginan mengembangkan riset terapan. Ia melihat potensi besar di bidang biologi untuk menghasilkan invensi, baik dalam bioteknologi, lingkungan, maupun pendidikan. Pelatihan ini menjadi bekal berharga untuk mengoptimalkan potensi tersebut.
Riza berharap, dengan pengetahuan yang didapat, ia bisa mendorong lebih banyak paten dari Unismuh, khususnya dari mahasiswa dan dosen di bidang sains. Bidang biologi, dengan segala kompleksitas dan potensinya, membutuhkan perlindungan kekayaan intelektual yang kuat agar hasil riset tidak hanya berhenti di jurnal ilmiah, tetapi juga dapat dikomersialkan atau diterapkan secara luas.
Fokus pada riset terapan dan perlindungan paten adalah kunci untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi. Ini memungkinkan inovasi Unismuh untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Dukungan terhadap dosen muda seperti Riza Sativani Hayati dalam pengembangan riset terapan menjadi investasi penting bagi masa depan inovasi di Unismuh.
Detail Pelatihan dan Dampak Strategis bagi Unismuh
Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten ini diselenggarakan oleh Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Acara ini dijadwalkan berlangsung di Gedung Serbaguna Lantai 3 STIE AMKOP Makassar, dari tanggal 25 hingga 27 Agustus 2025. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas kekayaan intelektual di Indonesia.
Para peserta pelatihan akan menerima materi komprehensif, mulai dari sistem administrasi permohonan paten, penelusuran informasi invensi, hingga praktik penulisan deskripsi paten. Materi ini akan disampaikan oleh fasilitator ahli yang memiliki pengalaman luas di bidang paten. Hal ini memastikan bahwa peserta mendapatkan bimbingan terbaik untuk menguasai proses penulisan paten.
Menurut pengumuman resmi yang dirilis pada 3 Agustus 2025, setiap perguruan tinggi hanya diperbolehkan mengirimkan satu peserta. Kuota yang terbatas ini bertujuan untuk menjaga efektivitas pembelajaran dan memastikan kualitas output dari pelatihan. Oleh karena itu, keberhasilan dua dosen Unismuh ini merupakan pencapaian luar biasa yang menunjukkan kualitas sumber daya manusia di kampus tersebut. Ini juga menjadi pengakuan atas potensi Unismuh dalam menghasilkan inovasi yang layak dipatenkan.
Sumber: AntaraNews