Tinggal 3 Daerah di Sumbar Belum ODF, Pasaman Barat Targetkan Bebas Buang Air Besar Sembarangan
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berkomitmen penuh untuk menjadi daerah Open Defecation Free (ODF), menyusul 16 kabupaten/kota lain di Sumbar. Apa saja upaya yang dilakukan untuk mewujudkan target bebas buang air besar sembarangan ini?
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menunjukkan komitmen kuat untuk mengakhiri perilaku buang air besar sembarangan (BABS) di wilayahnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk meningkatkan derajat kebersihan dan kesehatan masyarakat setempat secara signifikan.
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menyatakan bahwa daerahnya akan segera mendeklarasikan diri sebagai wilayah Open Defecation Free (ODF). Deklarasi ini diharapkan dapat memicu semangat dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Peningkatan akses masyarakat terhadap jamban sehat serta edukasi mengenai perilaku hidup bersih menjadi fokus utama dalam agenda ini. Yulianto menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mencapai target ODF demi kesejahteraan bersama.
Komitmen Pasaman Barat Menuju Status ODF
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bertekad kuat untuk segera mencapai status Open Defecation Free (ODF). Komitmen ini datang sebagai respons terhadap pentingnya sanitasi yang layak dan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, di Simpang Empat, menegaskan bahwa deklarasi ODF akan segera dilaksanakan. "Dalam waktu dekat kita akan mendeklarasikan diri sebagai open defecation free (ODF) atau daerah bebas buang air besar sembarangan untuk memberikan semangat bagi masyarakat," ujarnya.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap warga memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang higienis. Selain itu, upaya ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengatasi masalah kesehatan lainnya, seperti stunting dan ketahanan pangan.
Gerakan Stop BABS dan Peran Serta Masyarakat
Gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) merupakan pilar pertama dari program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Program ini dirancang untuk mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat melalui pemberdayaan aktif masyarakat.
Bupati Yulianto menekankan bahwa keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada partisipasi seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga adalah kunci utama dalam mewujudkan Pasaman Barat yang bebas BABS.
Dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat, baru 16 daerah yang telah meraih status ODF. Pasaman Barat bersama Kabupaten Pasaman dan Kepulauan Mentawai menjadi tiga daerah yang masih berjuang untuk mencapai target tersebut.
Sinergi Lintas Sektor untuk Kesehatan dan Ketahanan Pangan
Pencapaian status ODF memerlukan koordinasi yang maksimal dari berbagai pihak. Bupati Yulianto mengharapkan para camat, wali nagari (kepala desa), dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) untuk bersinergi.
Koordinasi ini penting untuk memastikan data, dokumen, dan kondisi lapangan benar-benar siap untuk verifikasi ODF. "Kita harus menunjukkan bahwa Kabupaten Pasaman Barat pantas dan layak mendapatkan pengakuan sebagai daerah ODF," kata Yulianto.
Selain fokus pada isu sanitasi, Bupati Yulianto juga mengimbau wali nagari untuk mengaktifkan pemanfaatan pekarangan keluarga. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga, melengkapi upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Ketua TP-PKK Pasaman Barat, Sifrowati Yulianto, turut menyoroti pentingnya sinergi antara PKK dan pemerintah. "Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK harus dilakukan secara optimal dan tepat sasaran. Program yang terkait dengan kesehatan dan gizi keluarga merupakan agenda utama pemerintah, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun nagari," tegasnya, memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga sehat dan lingkungan bersih.
Sumber: AntaraNews