Sebanyak 37 dari total 56 kelurahan di wilayah Jakarta Barat telah menunjukkan komitmen kuat untuk menghentikan praktik buang air besar sembarangan (BABS). Komitmen ini merupakan langkah signifikan dalam upaya peningkatan sanitasi dan kesehatan masyarakat di ibu kota. Dari jumlah tersebut, 13 kelurahan bahkan telah berhasil menghentikan BABS secara total, menunjukkan keberhasilan program yang dijalankan.
Kepala Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari, menjelaskan bahwa 37 kelurahan ini tersebar di enam kecamatan berbeda. Kecamatan yang terlibat meliputi Tamansari, Grogol Petamburan, Kalideres, Kebon Jeruk, Kembangan, dan Palmerah, mencakup berbagai wilayah padat penduduk. Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan bersih bagi warganya.
Pada Kamis (17/10), empat kelurahan di Kecamatan Grogol Petamburan mendeklarasikan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), khususnya pilar satu yaitu berhenti BABS. Deklarasi ini berlangsung di aula Kantor Kecamatan Grogol Petamburan, menegaskan kembali komitmen kolektif. Kelurahan-kelurahan yang berpartisipasi dalam deklarasi tersebut adalah Jelambar, Jelambar Baru, Grogol, dan Wijaya Kusuma, yang juga termasuk dalam 37 kelurahan yang berkomitmen.
Advertisement
Advertisement
Puluhan Kelurahan di Jakarta Barat Berkomitmen Hentikan BABS
Komitmen untuk berhenti Buang Air Besar Sembarangan (BABS) telah menjadi fokus utama di Jakarta Barat, dengan 37 kelurahan menunjukkan keseriusan dalam program ini. Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari, mengonfirmasi bahwa 13 dari kelurahan tersebut telah mencapai status bebas BABS secara total. Ini berarti seluruh warga di kelurahan tersebut tidak lagi melakukan praktik yang merugikan kesehatan lingkungan.
Sementara itu, 24 kelurahan lainnya masih dalam tahap komitmen aktif untuk menghentikan BABS, bekerja menuju pencapaian status bebas BABS sepenuhnya. Kelurahan-kelurahan yang berkomitmen ini tersebar di enam kecamatan. Kecamatan-kecamatan tersebut adalah Tamansari, Grogol Petamburan, Kalideres, Kebon Jeruk, Kembangan, dan Palmerah.
Upaya ini merupakan bagian dari gerakan yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas sanitasi di seluruh wilayah Jakarta Barat. Dengan adanya komitmen dari puluhan kelurahan, diharapkan praktik BABS dapat segera dihilangkan sepenuhnya. Program ini melibatkan edukasi dan fasilitas yang memadai untuk mendukung perubahan perilaku masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Deklarasi STBM dan Dampaknya bagi Kesehatan Masyarakat
Deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kesehatan di Jakarta Barat. Pada Kamis (17/10), empat kelurahan di Kecamatan Grogol Petamburan secara resmi mendeklarasikan STBM, dengan fokus pada pilar pertama, yaitu berhenti BABS. Kelurahan Jelambar, Jelambar Baru, Grogol, dan Wijaya Kusuma adalah bagian dari deklarasi ini.
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Adkesra) Setko Jakarta Barat, Amien Haji, menekankan pentingnya deklarasi STBM. Menurutnya, inisiatif ini merupakan upaya nyata untuk menekan angka stunting dan mencegah penyebaran penyakit menular. Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan fondasi utama bagi tumbuh kembang anak-anak.
Amien Haji menambahkan bahwa kesehatan anak adalah investasi penting bagi masa depan bangsa. Lingkungan yang sehat akan melahirkan generasi yang cerdas, sehat, dan produktif. Oleh karena itu, deklarasi STBM ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kualitas hidup masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Peran Berbagai Pihak dalam Optimalisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
Optimalisasi pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) membutuhkan dukungan dan kontribusi dari berbagai pihak. Amien Haji berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Jakarta Barat dapat berperan aktif sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Sinergi antar-OPD sangat krusial untuk memastikan program ini berjalan efektif dan efisien.
Karena deklarasi ini merupakan komitmen warga, partisipasi aktif masyarakat melalui gotong royong sangat diharapkan. Warga diharapkan dapat menjalankan komitmen untuk tidak buang air besar sembarangan secara konsisten. Perubahan perilaku ini menjadi kunci utama keberhasilan program STBM.
Selain itu, Amien Haji juga meminta dukungan optimal dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk unsur pemerintah terkait dan sektor swasta. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta akan mempercepat pencapaian tujuan STBM. Dengan dukungan menyeluruh, Jakarta Barat dapat mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas BABS.
Advertisement
Sumber: AntaraNews