Pemkot Banjarmasin Gencarkan Pembangunan WC Sehat, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Bebas BAB Sembarangan

Pemerintah Kota Banjarmasin gencar membangun WC Sehat Banjarmasin bagi warga miskin di bantaran sungai. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan bersih, lestari, dan bebas buang air besar sembarangan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Banjarmasin Gencarkan Pembangunan WC Sehat, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Bebas BAB Sembarangan
Pemerintah Kota Banjarmasin gencar membangun WC Sehat Banjarmasin bagi warga miskin di bantaran sungai. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan bersih, lestari, dan bebas buang air besar sembarangan. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup warganya. Melalui program strategis, puluhan unit fasilitas sanitasi atau WC sehat dibangun khusus untuk masyarakat miskin, terutama mereka yang bermukim di kawasan bantaran sungai. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya Pemkot Banjarmasin untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi seluruh penduduknya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Banjarmasin, Chandra Iriandy, mengungkapkan bahwa pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026, sebanyak 80 unit WC sehat diprogramkan untuk dibangun. Pembangunan fasilitas ini tersebar di berbagai titik strategis di lima kecamatan, memastikan pemerataan akses sanitasi layak. Program ini dirancang untuk mengatasi masalah sanitasi yang kerap terjadi di permukiman padat penduduk.

Tujuan utama dari pembangunan WC sehat Banjarmasin ini adalah untuk menghentikan praktik buang air besar sembarangan (BABS) yang masih banyak terjadi, khususnya di sungai. Dengan sistem pengelolaan limbah komunal, tidak akan ada lagi WC yang langsung membuang limbahnya ke sungai, sehingga kelestarian ekosistem sungai dapat terjaga. Langkah ini juga menjadi fondasi penting bagi Banjarmasin dalam meraih predikat sebagai Kota Sehat yang berkelanjutan di masa depan.

Program pembangunan WC sehat Banjarmasin ini bukanlah inisiatif baru bagi Pemerintah Kota Banjarmasin. Program serupa telah dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir, dengan jumlah unit yang terus ditingkatkan setiap tahunnya untuk menjangkau lebih banyak warga. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menyediakan infrastruktur sanitasi yang memadai bagi seluruh lapisan masyarakat.

Chandra Iriandy menjelaskan bahwa 80 unit WC yang diprogramkan pada APBD 2026 akan didistribusikan di beberapa titik di lima kecamatan berbeda. Pendekatan ini memastikan bahwa bantuan WC sehat dapat tersebar secara merata dan tepat sasaran, khususnya bagi warga yang paling membutuhkan di kawasan padat penduduk dan bantaran sungai.

Setiap pembangunan WC sehat ini dilengkapi dengan sistem pengelolaan limbah komunal. Dengan demikian, limbah tidak akan lagi langsung dibuang ke sungai, sebuah praktik yang selama ini menjadi perhatian serius terkait pencemaran lingkungan. Upaya ini secara signifikan berkontribusi pada kelestarian ekosistem sungai dan kualitas air di Kota Banjarmasin.

Program pembangunan WC sehat Banjarmasin ini merupakan pilar penting dalam mendukung gerakan Open Defecation Free (ODF) atau Setop Buang Air Besar Sembarangan di seluruh kelurahan. Gerakan ODF bertujuan untuk membebaskan wilayah dari praktik buang air besar sembarangan, yang seringkali menjadi sumber penyakit dan pencemaran lingkungan.

Sejak tahun 2023 hingga 2025, seluruh kelurahan di Kota Banjarmasin telah mendeklarasikan diri sebagai wilayah ODF. Deklarasi ini menjadi bukti nyata komitmen kolektif untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Fokus utama adalah menghilangkan kebiasaan buang air besar di sungai atau penggunaan jamban apung yang limbahnya langsung mencemari perairan.

Langkah progresif ini sangat krusial sebagai pondasi utama bagi Kota Banjarmasin dalam mewujudkan predikat sebagai Kota Sehat yang berkelanjutan. Ketersediaan fasilitas WC sehat yang memadai adalah kunci untuk memastikan setiap warga memiliki akses sanitasi yang layak dan tidak lagi bergantung pada sungai sebagai tempat pembuangan.

Meskipun pembangunan fisik WC sehat merupakan langkah maju, tantangan terbesar dalam program ini justru terletak pada aspek sosial dan budaya. Mengubah stigma masyarakat di Kota Banjarmasin, terutama bagi mereka yang bermukim di bantaran sungai, menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah.

Warga yang tinggal di bantaran sungai telah terbiasa menggunakan sungai dalam aktivitas sehari-hari, termasuk untuk buang air besar. Kebiasaan yang telah berlangsung turun-temurun ini memerlukan pendekatan edukasi dan sosialisasi yang intensif. Diperlukan upaya berkelanjutan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sanitasi yang sehat dan dampak negatif dari buang air besar sembarangan terhadap kesehatan dan lingkungan.

Keberhasilan program WC sehat Banjarmasin tidak hanya diukur dari jumlah unit yang terbangun, tetapi juga dari sejauh mana perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat dapat terwujud. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan keberlanjutan program demi kesehatan dan kelestarian lingkungan Kota Banjarmasin.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi