Timo Scheunemann: Pembinaan Pesepak Bola Putri Indonesia Kini Lebih Sistematis dan Berjenjang
Pelatih kepala MLSC, Timo Scheunemann, optimistis masa depan sepak bola putri Indonesia. Pembinaan pesepak bola putri kini sistematis dan berjenjang melalui MLSC All-Stars dan Hydroplus Soccer League.
Pelatih kepala MilkLife Soccer Challenge (MLSC), Timo Scheunemann, menyatakan bahwa pembinaan pesepak bola putri di Indonesia telah berjalan secara sistematis. Pernyataan ini disampaikan dalam ajang MLSC All-Stars 2026 yang berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, Minggu (28/6). Sistem pembinaan ini diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta terbaik untuk tim nasional putri Indonesia di masa depan.
Program-program seperti MLSC All-Stars dan Hydroplus Soccer League menjadi tulang punggung dalam upaya pengembangan ini. Kedua inisiatif tersebut digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation. Program ini fokus pada pembinaan berjenjang dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Timo Scheunemann, yang juga menjabat sebagai pelatih kepala tim nasional putri U17 Indonesia, mengungkapkan keyakinannya. Ia menyatakan bahwa sistem pembinaan yang ada saat ini sudah sangat sistematis. "Saya jadi optimistis, ke depan kita punya banyak talenta yang menjadi masa depan tim nasional putri Indonesia," kata Timo Scheunemann.
Program Pembinaan Berjenjang untuk Talenta Muda
Bakti Olahraga Djarum Foundation melalui MLSC All-Stars dan Hydroplus Soccer League telah menciptakan jalur pembinaan yang jelas. MLSC All-Stars menargetkan pemain putri usia U12 dan U14 dari tingkat Sekolah Dasar. Ini memastikan bakat-bakat muda dapat teridentifikasi sejak dini.
Sementara itu, Hydroplus Soccer League dirancang untuk pesepak bola putri usia U15 dan U18. Program ini mencakup jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Struktur berjenjang ini memungkinkan pengembangan keterampilan yang berkelanjutan seiring bertambahnya usia pemain.
Berbagai turnamen yang diselenggarakan oleh program ini berfungsi sebagai "kolam talenta" yang efektif. Para atlet diseleksi secara ketat dan berjenjang untuk menghasilkan kualitas terbaik. Tujuannya adalah mempersiapkan mereka untuk mengisi posisi di tim nasional Indonesia.
Pentingnya Sistematisasi Dibandingkan Jumlah Penduduk
Timo Scheunemann menekankan bahwa sistem pembinaan yang sistematis jauh lebih krusial daripada sekadar jumlah penduduk suatu negara. Menurutnya, banyak negara dengan populasi lebih kecil justru memiliki sepak bola yang lebih maju dan sering tampil di Piala Dunia. Ini menunjukkan bahwa sistem yang baik adalah kunci utama.
"Jadi, talent pool itu pasti, tetapi saya lebih mementingkan itu sistemnya," ujarnya. Pria yang juga melatih timnas putri U17 ini menjelaskan bahwa pada akhirnya, hanya dibutuhkan sekitar 23 talenta terbaik. Dari jumlah tersebut, hanya 11 pemain yang akan berlaga di lapangan.
Oleh karena itu, fokus harus pada kualitas pembinaan dan pemilihan pemain yang objektif. "Yang menentukan itu sistematis pembinaannya," tutur Timo. Ia menjelaskan bahwa pemilihan pemain harus objektif dan mengutamakan keterampilan.
Sinkronisasi Program Pembinaan di Masa Depan
Timo Scheunemann mengakui bahwa pembinaan pesepak bola putri di Tanah Air tidak hanya bergantung pada satu atau dua program saja. Namun, ia menyoroti bahwa MLSC dan Hydroplus adalah contoh program yang sudah berjalan secara sistematis. Saat ini, program serupa yang sistematis masih jarang ditemukan di daerah lain.
"Program yang ada saat ini seperti jalan tol-nya sehingga ke depan jika ada program yang hadir di kota-kota lain tinggal disinkronisasikan," jelasnya. Ini berarti bahwa program-program yang sudah ada dapat menjadi model atau standar. Program-program baru di kota-kota lain diharapkan dapat mengadopsi atau menyelaraskan diri dengan sistem yang sudah terbukti efektif.
Sinkronisasi ini penting untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang terpadu dan efisien di seluruh Indonesia. Dengan demikian, potensi talenta putri di berbagai daerah dapat tergarap maksimal. Hal ini akan memperkuat fondasi sepak bola putri nasional secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews