Tahukah Anda? Banjarmasin Art Week 2025 Jadi Wadah Regenerasi Budaya Banjar dan Temu Seniman
Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menggelar Banjarmasin Art Week 2025, sebuah festival seni yang tak hanya merayakan kreativitas, tetapi juga menjadi wadah penting regenerasi budaya Banjar. Apa saja yang menarik dari perhelatan akbar ini?
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian budaya daerah. Melalui gelaran Banjarmasin Art Week 2025, kota ini berupaya menciptakan ruang temu bagi seniman dan budayawan.
Acara yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 15 September 2025 ini diharapkan menjadi wadah penting untuk regenerasi pelestari budaya Banjar. Lokasinya yang strategis di Banjarmasin Culture Hub, Siring Sungai Martapura, Jalan Piare Tendean, menjadikannya mudah diakses masyarakat.
Kegiatan ini bukan sekadar tontonan hiburan semata, melainkan sebuah gerakan kolektif. Tujuannya adalah menjaga dan memperkuat identitas kota Banjarmasin melalui seni dan budaya lokal.
Mengangkat Identitas Budaya Banjar Melalui 'Balarut'
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, menyampaikan bahwa Banjarmasin Art Week 2025 mengusung tema 'Balarut'. Tema ini memiliki makna mendalam, yakni bersikap terbuka terhadap perubahan tanpa kehilangan arah.
Beliau berharap kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi yang efektif bagi masyarakat. Dengan demikian, warga dapat mengenal lebih jauh dan akhirnya mencintai budaya daerah mereka sendiri.
“Banjarmasin Art Week adalah wujud nyata semangat kita dalam merayakan kreativitas sekaligus memperlihatkan betapa kaya dan dinamisnya kesenian Banjar. Melalui tema 'Balarut', kita belajar bersikap terbuka pada perubahan tanpa kehilangan arah, sambil tetap berpegang pada akar budaya kita,” ujar Wali Kota.
Perhelatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-499 Kota Banjarmasin 2025. Diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Banjarmasin.
Regenerasi dan Kolaborasi Seniman di Banjarmasin Art Week 2025
Plt Kepala Dinas Budaya, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Fitriah, menekankan pentingnya Banjarmasin Art Week 2025 sebagai wadah regenerasi budaya. Banyak kesenian tradisional yang hampir punah dapat diangkat kembali melalui ajang ini.
“Banyak kesenian yang hampir punah bisa diangkat kembali lewat ajang ini. Generasi muda yang datang bisa melihat, belajar dan menyadari bahwa kebudayaan kita masih hidup. Ini bentuk edukasi yang harus dilakukan secara berkelanjutan,” jelas Fitriah.
Kegiatan ini juga membuka ruang dialog antargenerasi seniman dan budayawan. Ini memungkinkan transfer pengetahuan dan semangat pelestarian budaya dari generasi tua ke generasi muda.
Keterlibatan seniman dan budayawan tidak hanya berasal dari lokal Banjarmasin, tetapi juga dari tingkat nasional. Hal ini menunjukkan bahwa Banjarmasin Art Week 2025 telah menjadi magnet budaya yang menarik perhatian luas.
Agenda Meriah dan Dampak Ekonomi Kreatif
Banjarmasin Art Week 2025 menyajikan beragam agenda menarik yang dapat dinikmati pengunjung. Setiap hari, mulai pukul 10:00 hingga 23:00 WITA, lokasi acara akan dipenuhi aktivitas seni.
- Pameran seni dari berbagai seniman
- Pasar kreatif yang menampilkan produk-produk lokal
- Pertunjukan tari yang memukau
- Pertunjukan musik dari berbagai genre
- Program literasi yang mengedukasi
“Kehadiran seniman dari luar daerah menunjukkan bahwa kegiatan tahunan ini sudah menjadi magnet budaya. Mereka bahkan menunggu momentum ini tiap tahun untuk berpartisipasi dan berkolaborasi,” tambah Fitriah.
Wali Kota Banjarmasin berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata. Ia juga menginginkan Banjarmasin Art Week 2025 menjadi media pembelajaran dan penghargaan atas kekayaan seni dan budaya Banua. Dari sinilah, Banjarmasin diharapkan bisa semakin berdaya saing di tingkat nasional.
Sumber: AntaraNews