Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, secara aktif berupaya menularkan warisan budaya musik Banjar kepada generasi muda. Inisiatif ini bertujuan menciptakan regenerasi pelestari seni tradisional yang menjadi identitas daerah. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjaga kelangsungan musik Banjar di tengah pesatnya perkembangan zaman dan arus globalisasi.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menegaskan pentingnya pelestarian musik Banjar sebagai jati diri kota. Menurutnya, warisan budaya ini harus terus lestari dari masa ke masa agar tidak tergerus oleh modernisasi. Pemkot Banjarmasin berkomitmen kuat untuk mewariskan nilai-nilai luhur ini kepada generasi penerus.
Salah satu metode yang ditempuh adalah melalui perlombaan menyanyi lagu Banjar yang melibatkan Gen Z. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan upaya serius untuk menumbuhkan kembali rasa cinta mereka terhadap seni lokal dan memperkuat ikatan budaya. Partisipasi puluhan peserta menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat terhadap inisiatif ini.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pemkot Banjarmasin dalam Pelestarian Budaya
Pemerintah Kota Banjarmasin mengimplementasikan berbagai strategi untuk memastikan warisan budaya musik Banjar tetap relevan bagi generasi muda. Salah satu fokus utama adalah menjadikan momentum peringatan Hari Jadi ke-499 kota pada tahun 2025 sebagai ajang peningkatan lantunan irama dan lagu Banjar. Kegiatan ini secara khusus melibatkan banyak seniman muda, terutama dari kalangan Gen Z, untuk berpartisipasi aktif.
Wali Kota Muhammad Yamin HR menjelaskan bahwa inisiatif ini lebih dari sekadar ajang hiburan semata. "Melalui lomba dan lainnya ini, kita ingin menumbuhkan kembali rasa cinta masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap seni musik Banjar," ujarnya. Beliau menekankan bahwa lagu-lagu Banjar mengandung nilai, pesan moral, dan filosofi kehidupan yang diwariskan oleh leluhur.
Partisipasi puluhan peserta dalam lomba tersebut menjadi indikator positif bahwa musik Banjar masih memiliki tempat di hati masyarakat. Yamin menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, melihat semangat mereka sebagai bukti nyata. "Semangat ini adalah bukti bahwa seni musik Banjar tidak akan hilang, justru akan terus berkembang sebagai kebanggaan Kota Seribu Sungai," tambahnya.
Advertisement
Advertisement
Peran Lomba Menyanyi dan Harapan Regenerasi Musik Banjar
Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Fitriah, menjelaskan detail mengenai lomba menyanyi lagu Banjar. Lomba ini berhasil menarik puluhan peserta yang masing-masing membawakan salah satu dari sepuluh lagu Banjar pilihan. Pemilihan lagu-lagu tersebut didasarkan pada nilai budaya tinggi dan kedekatannya dengan masyarakat setempat.
Fitriah mengungkapkan harapan besar dari penyelenggaraan lomba ini. "Lagu-lagu ini dipilih karena memiliki nilai budaya tinggi dan dekat dengan masyarakat Banjar," katanya. Ia melanjutkan, "Harapan kami, lomba ini bisa memicu lahirnya regenerasi musisi lokal yang berani membawa identitas Banjar ke panggung lebih luas."
Kegiatan yang mengusung tema "Melestarikan Seni dan Budaya Banjar Melalui Lagu Banjar" ini tidak hanya berfungsi sebagai panggung ekspresi seni. Lebih dari itu, lomba ini juga diharapkan dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga kota. Pelestarian budaya lokal dianggap krusial untuk menjaga keseimbangan kemajuan dan kesejahteraan Banjarmasin.
Advertisement
Musik Banjar bukan sekadar nyanyian biasa, melainkan sebuah identitas yang melekat pada masyarakatnya. "Banjarmasin adalah kota yang maju dan sejahtera. Agar itu seimbang, budaya lokal harus tetap dijaga," tegas Fitriah. Ia menambahkan bahwa lagu Banjar merupakan pembeda yang khas dari daerah lain, menjadikannya kebanggaan tersendiri.
Sumber: AntaraNews