Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Presiden Prabowo dengan Kaisar Jepang
Pertemuan Prabowo dengan Kaisar Jepang membahas kerja sama strategis, termasuk lingkungan hidup.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Naruhito dan Fumihito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo, Senin (30/3/2026).
Menurut Teddy, pembicaraan antara kedua pihak mencakup sejumlah isu strategis, salah satunya terkait penguatan kerja sama di bidang lingkungan hidup.
"Intinya bahas berbagai macam kerja sama dan peningkatan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jepang. Terutama tadi yang menarik adalah tentang perlindungan terhadap hutan dan lingkungan hidup," jelas Teddy.
Teddy menyampaikan, pertemuan berlangsung sekitar 45 menit dan dilanjutkan dengan jamuan makan siang kenegaraan. Secara keseluruhan, agenda di lingkungan Istana Kekaisaran Jepang berlangsung lebih dari dua jam.
"Tadi beliau berdua bertemu kurang lebih 45 menit, kemudian dilanjutkan dengan makan siang. Jadi total keseluruhan hampir 2 jam lebih di Kekaisaran Jepang," tuturnya.
Selain agenda kenegaraan, Presiden Prabowo juga menghadiri forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan Jepang.
Forum Bisnis Hasilkan Komitmen Investasi
Dalam forum tersebut, tercapai komitmen kerja sama ekonomi bernilai besar dari pemerintah dan sektor swasta Jepang.
"Kemudian yang kedua yang menarik, siang sampai sore tadi ada business forum. Intinya dari business forum itu adalah adanya kerja sama antara Indonesia dan Jepang dan investasi pemerintah Jepang dan swasta dari Jepang ke Indonesia sebesar kurang lebih Rp380 triliun," ungkap Teddy.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyaksikan pengumuman sejumlah nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama antara pelaku usaha kedua negara dengan nilai total sekitar USD22,6 miliar atau setara Rp384,2 triliun.
Kesepakatan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari energi, industri, perdagangan, hingga teknologi.
Beberapa di antaranya meliputi kerja sama pengembangan lapangan gas, proyek panas bumi, ekosistem semikonduktor, hingga kemitraan di sektor keuangan dan industri kecantikan.
Daftar MoU dengan Jepang
Berikut daftar nota kesepahaman Indonesia-Jepang yang diumumkan:
1. MoU tentang produksi metanol dengan memanfaatkan emisi CO2 dari PKT di Bontang, Kalimantan Timur antara PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT. Kaltim Methanol Industri;
2. MoU tentang kerja sama di bidang perdagangan, niaga, dan investasi antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia) dan Japan Chamber of Commerce and Industry;
3. Kerja sama strategis untuk pengembangan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, Indonesia antara PT Pertamina (Persero) dan INPEX;
4. MoU untuk peluang kemitraan potensial di sektor hulu minyak dan gas di Indonesia dan Asia Tenggara antara PT Pertamina Hulu Energi dan INPEX;
5. MoU tentang Pengembangan ekosistem semikonduktor di Indonesia dan Jepang; desain dan manufaktur chip elektronik serta kecerdasan buatan antara PT Eblo Teknologi Indonesia dan Hayashi Kinzoku Co., Ltd.;
6. MoU terkait berbagai kajian menuju realisasi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Rajabasa antara PT Supreme Energy Rajabasa dan INPEX;
7. MoU antara SMBC Indonesia dan Pegadaian untuk berkontribusi pada ekosistem emas Indonesia serta inklusi keuangan antara PT Pegadaian dan PT Bank SMBC Indonesia;
8. MoU tentang Indonesia-Japan Strategic Beauty Partnership antara PT Nose Herbal Indo dan 2Way World;
9. MoU tentang Mandiri Aviation Leasing Fund antara Danantara dan Mandiri Investment Management dan SMBC Aviation Capital;
10. MoU tentang Penguatan hubungan kerja sama antara JETRO dan PT Danantara Investment Management.
11. MoU tentang Hululais Geothermal Power Plant Project antara pemerintah Indonesia dengan JICA.