Sepanjang Tahun 2025, 16 Juta Kendaraan Lewati Tol Solo-Ngawi
Keberadaan tol Solo–Ngawi memberikan perubahan signifikan terhadap waktu tempuh perjalanan.
Jalan Tol Solo-Ngawi yang dikelola oleh PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) mencatat 16.818.566 kendaraan menggunakan jalan tol Solo-Ngawi sepanjang tahun 2025. Capaian ini menunjukkan peran nyata ruas Tol Solo-Ngawi dalam memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menjadi penghubung utama antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Direktur Utama PT JSN, Mery Natacha Panjaitan mengatakan, keberadaan tol Solo–Ngawi memberikan perubahan signifikan terhadap waktu tempuh perjalanan. Sebelum beroperasinya jalan tol, perjalanan Solo-Ngawi melalui jalur nasional dapat memakan waktu 2,5 hingga 3 jam, terutama pada saat volume lalu lintas meningkat seperti periode libur hari besar.
"Dengan adanya jalan tol Solo-Ngawi, perjalanan yang sama dapat ditempuh rata-rata dalam waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam, sehingga lebih efisien dan terukur," ujar Mery, Jumat (2/1).
Distribusi Barang Menjadi Lebih Cepat
Pengurangan waktu tempuh tersebut, dikatakan Mery, berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan jarak jauh, pelaku usaha, dan sektor logistik.
"Distribusi barang dari wilayah Boyolali, Solo, Sragen, Karanganyar, hingga Ngawi menuju kawasan industri dan pusat distribusi di Jawa Timur menjadi lebih cepat dan konsisten, terutama untuk angkutan logistik harian," katanya.
Selain sektor logistik, lanjut dia, keberadaan tol Solo–Ngawi juga memberikan efek ekonomi di sekitar ruas tol. Aktivitas UMKM di kawasan rest area, pelaku usaha kuliner, serta jasa pendukung perjalanan mengalami peningkatan volume pengunjung, seiring dengan tingginya volume kendaraan yang melintas setiap harinya.
Wilayah Boyolali, Sragen, dan Ngawi menjadi area yang paling merasakan dampak tersebut karena berada di jalur lintasan utama pergerakan antar daerah.
"Tingginya volume kendaraan sepanjang 2025 menggambarkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap jalan tol Solo- Ngawi sebagai jalur utama penghubung Jawa Tengah dan Jawa Timur," ungkap Mery.
“Tol Solo - Ngawi tidak hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga memberi kepastian waktu tempuh. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, pelaku usaha, hingga distribusi logistik yang kini lebih efisien,” imbuh Mery.
Jaga Stadar Pelayanan Jalan Tol
Lebih lanjut Mery mengatakan, sepanjang tahun 2025, PT JSN juga terus menjaga standar pelayanan jalan tol melalui pemeliharaan rutin, kesiapsiagaan petugas, serta optimalisasi layanan rest area guna memastikan perjalanan pengguna jalan tetap aman dan nyaman.
Ke depan, PT JSN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga keandalan Jalan Tol Solo–Ngawi sebagai infrastruktur penting yang mendukung mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, serta konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"PT JSN mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Saldo uang elektronik harus cukup dan mengisi bahan bakar sebelum memulai perjalanan. Jika lelah berkendara, istirahat di tempat yang telah disediakan. Tetap berhati-hati dan menaati peraturan yang berlaku di jalan tol," katanya lagi.
Informasi lalu lintas jalan tol Jasa Marga Group dapat diakses melalui One Call Center 24 jam di nomor 14080 dan aplikasi Travoy 4.1 untuk pengguna iOS dan Android.