Ratusan Warga Kasemen Serang Terpaksa Sahur di Tengah Kepungan Banjir
Ratusan warga di Kampung Kroya Indah, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, harus sahur di tengah kepungan banjir Kasemen Serang yang merendam permukiman mereka sejak dini hari, membuat aktivitas Ramadhan terganggu.
Ratusan warga di Kampung Kroya Indah, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, menghadapi cobaan berat. Mereka terpaksa menjalankan ibadah sahur di tengah kepungan banjir yang merendam pemukiman sejak Minggu (8/3) dini hari. Ketinggian air mencapai paha orang dewasa saat waktu sahur tiba.
Kondisi ini membuat warga kesulitan menyiapkan menu sahur yang layak. Banyak yang hanya bisa mengonsumsi mi instan karena keterbatasan stok makanan. Fokus utama warga adalah menyelamatkan barang-barang berharga mereka dari genangan air.
Banjir ini merupakan kiriman dari luapan Kali Mati yang diperparah hujan deras semalam. Sekitar 280 rumah terdampak di wilayah RT 07 dan sekitarnya. Warga berharap bantuan segera datang dari pemerintah setempat.
Kondisi Memprihatinkan Saat Sahur dan Berpuasa
Salah seorang warga terdampak, Subarna (45), menceritakan pengalaman pahitnya. Air mulai masuk ke dalam rumahnya sekitar pukul 23.00 WIB. Kondisi ini terus memburuk hingga mencapai paha orang dewasa saat waktu sahur tiba. Akibatnya, mereka tidak bisa menyiapkan menu sahur dengan layak.
"Tadi sahur seadanya saja, makan mi instan karena stok yang ada cuma itu," ujar Subarna. Ia menambahkan bahwa fokus utama mereka adalah menyelamatkan barang-barang berharga. Air sudah masuk ke rumah sejak pukul 11 malam.
Kondisi air yang tidak kunjung surut membuat warga kesulitan beraktivitas. Terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini. Meskipun dalam keadaan sulit dan rumah terendam, sebagian besar warga tetap berusaha menjalankan ibadah puasa. Semangat mereka patut diacungi jempol.
Penyebab Banjir dan Harapan Warga Terdampak
Senada dengan Subarna, warga lainnya bernama Ahmad, mengungkapkan detail dampak banjir Kasemen Serang ini. Terdapat sekitar 280 rumah yang terdampak di wilayah RT 07 dan sekitarnya. Banyak warga kini harus mengungsi karena ketinggian air di dalam rumah tidak kunjung turun.
"Banjir ini kiriman dari Kali Mati yang meluap ditambah hujan deras semalam," kata Ahmad. Luapan air dari sungai dan intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab utama. Ini mengakibatkan genangan air yang meluas di permukiman warga.
Warga sangat berharap adanya bantuan logistik atau makanan dari pemerintah. "Sampai saat ini belum ada bantuan yang masuk ke sini," tambahnya. Kebutuhan dasar menjadi prioritas utama bagi mereka yang terdampak banjir.
Selain bantuan darurat, warga juga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi drainase. Perbaikan gorong-gorong di kawasan tersebut juga menjadi tuntutan utama. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Antisipasi dan Kesiagaan di Tengah Keterbatasan
Saat ini, ketinggian air dilaporkan mulai surut perlahan di beberapa titik. Namun, ratusan rumah masih tergenang air. Kondisi ini memaksa warga untuk tetap bersiaga penuh.
Mereka mengantisipasi kemungkinan hujan susulan yang dapat memperparah situasi. Kesiagaan ini penting untuk menghadapi potensi bencana lanjutan. Warga terus memantau perkembangan cuaca dan ketinggian air.
Meskipun dalam keterbatasan, semangat gotong royong antarwarga tetap terlihat. Mereka saling membantu dalam upaya penyelamatan barang dan evakuasi. Solidaritas menjadi kunci di tengah musibah banjir Kasemen Serang ini.
Sumber: AntaraNews