PT KAI Bandung Beri Diskon 30 Persen KA Ekonomi Komersial untuk Lebaran 2026
PT KAI Daop 2 Bandung, Jawa Barat, menawarkan diskon sebesar 30 persen untuk tiket kereta api kelas ekonomi komersial.
PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 2 Bandung, Jawa Barat, atau yang lebih dikenal dengan PT KAI Daop 2, memberikan diskon sebesar 30 persen untuk tiket kereta api kelas ekonomi komersial. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong mobilitas yang aman dan tertib, serta mendukung kelancaran arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Menurut Manager Humasda PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, potongan harga ini akan berlaku untuk perjalanan yang dilakukan antara tanggal 14 hingga 29 Maret 2026. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I Tahun 2026.
Kuswardojo menambahkan, "Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan diskon stimulus 30 persen dari pemerintah, KAI Daop 2 Bandung memastikan layanan Angkutan Lebaran 2026 berjalan optimal, dengan kesiapan sarana, prasarana, serta pelayanan kepada pelanggan di wilayah Daop 2 Bandung."
Selain itu, terdapat syarat dan ketentuan untuk mendapatkan tarif diskon 30 persen ini. Pembelian tiket dengan tarif diskon dapat dilakukan di semua saluran penjualan tiket mulai tanggal 10 Februari hingga 29 Maret 2026, dan hanya berlaku untuk kereta api kelas ekonomi komersial.
Adapun beberapa ketentuan lain yang perlu diperhatikan adalah diskon ini tidak berlaku untuk tarif khusus dan tidak dapat digabungkan dengan reduksi atau diskon lainnya. Tiket yang dibeli dengan tarif diskon ini dapat dibatalkan dan diubah jadwalnya sesuai dengan aturan yang berlaku. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan daftar kereta, masyarakat dapat mengakses aplikasi Access by KAI.
Tiket Kereta Api Tambahan Telah Tersedia
Kuswardojo menginformasikan bahwa PT KAI Daop 2 Bandung telah menyiapkan kereta api tambahan untuk Lebaran yang akan berlangsung dari tanggal 11 Maret hingga 1 April 2026. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran Tahun 2026.
"Kehadiran KA tambahan ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan jadwal perjalanan sekaligus mengakomodir tingginya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api," ungkapnya. Penjualan tiket untuk kereta api tambahan ini sudah dimulai sejak tanggal 11 Februari 2026 pukul 00.00 WIB dan dapat diakses melalui semua saluran resmi penjualan KAI, termasuk aplikasi Access by KAI, situs web resmi pemesanan tiket KAI, dan mitra penjualan resmi lainnya.
Sampai dengan 10 Februari 2026, terlihat bahwa minat masyarakat terhadap perjalanan kereta api pada saat Angkutan Lebaran menunjukkan tren yang positif. Beberapa tanggal keberangkatan favorit menjelang puncak arus mudik telah mencatatkan tingkat pemesanan yang signifikan, sementara pada tanggal-tanggal lainnya masih terdapat ketersediaan tiket.
"Untuk wilayah Daop 2 Bandung, relasi perjalanan jarak jauh menuju kota-kota utama di Pulau Jawa masih menjadi pilihan favorit pelanggan, mencerminkan peran strategis kereta api sebagai moda transportasi andalan masyarakat dalam perjalanan mudik dan balik Lebaran," tambah Kuswardojo.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal, memanfaatkan kebijakan diskon tarif dari pemerintah, dan melakukan pembelian tiket hanya melalui saluran resmi KAI agar perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan tertib.
Tersedia sebanyak 285.824 kursi
Pada Angkutan Lebaran 2026, PT KAI Daop 2 Bandung telah menyiapkan total 285.824 tempat duduk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode mudik. Rata-rata, jumlah tempat duduk yang tersedia mencapai 12.992 per hari, dengan 24 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang dijadwalkan setiap harinya.
"Tingginya minat masyarakat tercermin dari beberapa KA dengan tingkat okupansi di atas 100 persen, antara lain KA Kahuripan dengan okupansi 176 persen serta KA Kutojaya Selatan dengan okupansi 126 persen, yang menjadi KA dengan penjualan tertinggi hingga saat ini. Meskipun demikian masih terdapat sejumlah tiket lainnya untuk keberangkatan dari Daop 2 Bandung," terang Kuswardojo.
Untuk meningkatkan kemudahan dan kenyamanan pelanggan di stasiun, pihak otoritas juga menyediakan berbagai fasilitas layanan. Terdapat 8 stasiun yang melayani loket KA Jarak Jauh, 5 stasiun menyediakan loket untuk pembatalan, serta 3 stasiun dilengkapi dengan layanan pelanggan (Customer Service). Selain itu, 21 stasiun telah dilengkapi dengan fasilitas Check-In Counter, 2 stasiun memiliki teknologi Face Recognition, dan 3 stasiun melayani loket KA Lokal, yaitu Stasiun Cipatat, Cianjur, dan Cibeber.
Kesiapan sarana perkeretaapian menjadi fokus utama lainnya. KAI Daop 2 Bandung telah menyiapkan 30 armada lokomotif dan 275 armada kereta dalam kondisi siap operasi. "Seluruh sarana tersebut telah melalui pemeriksaan dan perawatan secara berkala guna memastikan keandalan dan keselamatan perjalanan kereta api selama masa angkutan Lebaran," jelas Kuswardojo.
Persiapkan Langkah-Langkah untuk Menghadapi Situasi Darurat
Untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, PT KAI Daop 2 Bandung telah mengambil langkah proaktif dengan menambah jumlah petugas operasional di lapangan. Tercatat sebanyak 151 petugas Jalan Rel tambahan telah disiagakan, yang mencakup Petugas Pemeriksa Jalur, Petugas Penjaga Perlintasan, serta Petugas Penjagaan Daerah Pantauan Khusus (Dapsus).
Selain itu, PT KAI Daop 2 Bandung juga mempersiapkan 778 personel yang terdiri dari Polsuska dan Security, personel kewilayahan rutin, serta pengamanan eksternal dari unsur TNI dan instansi terkait.
"Mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem, KAI Daop 2 Bandung telah memetakan Daerah Pantauan Khusus (Dapsus) yang memiliki potensi risiko rawan tanah bergerak, longsor, banjir, serta jembatan rawan," ungkap Kuswardojo.
Mitigasi yang telah dilakukan mencakup penempatan Alat Material Untuk Siaga (AMUS), sarana khusus, lokomotif posko, serta sarana cadangan di beberapa titik strategis. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Stasiun Cibungur, Stasiun Purwakarta, Stasiun Bandung, Stasiun Cibatu, Stasiun Tasikmalaya, dan Stasiun Banjar, untuk memastikan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.
12 Posko Kesehatan
Selain layanan utama, KAI Daop 2 Bandung juga menyiapkan 14 petugas Customer Service Mobile yang akan bertugas di Stasiun Cimahi, Bandung, Kiaracondong, dan Tasikmalaya.
"KAI juga menyiapkan 12 posko kesehatan di stasiun yang didukung oleh dokter umum, paramedis, serta kerja sama dengan rumah sakit terdekat di sepanjang lintas Daop 2 Bandung," ungkap Kuswardojo.
Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan layanan kesehatan, KAI Daop 2 Bandung telah menyiapkan ambulance yang siap siaga di Stasiun Bandung, serta fasilitas lain seperti kursi roda, tandu, AED, tabung oksigen, dan ruang menyusui yang tersebar di berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung. Kuswardojo menjelaskan bahwa semua persiapan ini merupakan bentuk komitmen KAI untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Kami mengimbau kepada pelanggan untuk merencanakan perjalanan mudik Lebaran sejak dini dan memanfaatkan layanan resmi KAI. Dengan berbagai kesiapan yang telah dilakukan, KAI Daop 2 Bandung siap melayani perjalanan mudik Lebaran 2026 secara aman, nyaman, dan selamat," tambah Kuswardojo.