Presiden Prabowo Hadiri Wisuda 521 Sarjana UKRI di Bandung: Akreditasi 'Baik Sekali' Jadi Sorotan Utama
Presiden Prabowo Subianto turut merayakan wisuda 521 sarjana Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, sebuah momen yang juga menyoroti peningkatan akreditasi kampus menjadi 'Baik Sekali'.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Sabtu lalu menghadiri sidang senat terbuka wisuda 521 sarjana Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Trans Convention Centre, Kota Bandung, Jawa Barat. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini menjadi sorotan utama dalam acara penting bagi para wisudawan dan civitas akademika UKRI.
Momen istimewa tersebut berlangsung meriah, di mana Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 10.40 WIB dengan mengenakan jas abu-abu dan kopiah hitam, disambut antusias oleh seluruh hadirin. Acara ini tidak hanya merayakan kelulusan ratusan sarjana, tetapi juga menjadi ajang apresiasi terhadap pencapaian signifikan UKRI.
Dalam kesempatan tersebut, UKRI mengumumkan peningkatan akreditasi perguruan tinggi dari predikat "Baik" menjadi "Baik Sekali", sebuah prestasi yang diraih melalui sinergi kolektif. Pencapaian ini menegaskan komitmen UKRI dalam menyediakan pendidikan berkualitas tinggi bagi generasi penerus bangsa.
Peningkatan Akreditasi UKRI Menjadi 'Baik Sekali'
Wakil Ketua DPR RI yang juga menjabat sebagai Rektor UKRI, Sufmi Dasco Ahmad, dalam sambutannya menyampaikan kabar gembira mengenai peningkatan akreditasi kampus. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, UKRI berhasil meraih predikat "Baik Sekali" dari sebelumnya "Baik".
Pencapaian membanggakan ini secara resmi ditetapkan pada 25 Maret 2025, melalui Surat Keputusan BAN-PT Nomor 2.102/BAN-PT/03.05/2025. Dasco menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan datang secara instan, melainkan hasil dari kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen universitas.
"Pencapaian momentum ini bukanlah hasil yang datang begitu saja, melainkan buah dari sinergi kolektif yang melibatkan seluruh ekosistem universitas," ujar Dasco, menggarisbawahi pentingnya peran setiap individu dalam kemajuan UKRI. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran struktural, dosen, staf pendukung, serta mitra eksternal atas dedikasi mereka.
Dukungan Pejabat Negara dan Pertumbuhan Mahasiswa
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di wisuda UKRI didampingi oleh sejumlah pejabat penting negara, menunjukkan dukungan pemerintah terhadap dunia pendidikan tinggi. Para pejabat yang hadir antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
Selain itu, turut hadir pula Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Kehadiran para tokoh ini tidak hanya memberikan kehormatan, tetapi juga menegaskan pentingnya peran UKRI dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Rektor UKRI, Sufmi Dasco Ahmad, lebih lanjut memaparkan bahwa peningkatan akreditasi institusi turut didorong oleh pertumbuhan signifikan jumlah mahasiswa. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, populasi mahasiswa Universitas Kebangsaan Republik Indonesia telah melonjak drastis.
Dari 1.764 mahasiswa, angka tersebut kini mencapai 4.232 mahasiswa, menunjukkan kenaikan sebesar 146 persen. "Tren ini tidak hanya mencerminkan pertumbuhan institusi, tetapi juga meningkatnya kepercayaan publik terhadap kampus kita," kata Dasco, menekankan bahwa peningkatan ini adalah bukti nyata dari kualitas dan relevansi pendidikan yang ditawarkan UKRI. Pertumbuhan ini diharapkan dapat terus berlanjut, menjadikan UKRI sebagai salah satu pilar penting dalam kemajuan pendidikan di Indonesia.
Sumber: AntaraNews